aktivitas

4ags3

Narasumber :
Dr. dr. Dwi Handono Sulistyo M.Kes
dr. Muhammad Hardhantyo PW

Kota Balikpapan melalui dinas kesehatan kota saat ini tengah menyusun manual rujukan khusus maternal neonatal. Dimana fungsi dari manual ini adalah untuk mengurangi kepanikan dan kegaduhan yang tidak perlu dengan cara menyiapkan persalinan (rujukan terencana) bagi yang membutuhkan (pre-emptive strategy) serta membuat alur rujukan yang jelas dan efektif bagi persalinan emergency / kegawatdaruratan (Trisnantoro, 2012)

Guna memenuhi hal tersebut, terdapat 10 strategi yang diperlukan untuk menyusun manual rujukan maternal neonatal, diantaranya adalah

13jul-1

Jayapura, Senin dan Selasa, 15-16 Juni 2015

PKMK FK UGM bekerjasama Kementerian Kesehatan dengan bantuan danah hibah UNFA telah melakukan kunjungan lapangan untuk monitoring dan evaluasi pelaksanaan manual rujukan maternal dan neonatal di Puskesmas Genyam, Puskesmas Sentani, Rumah sakit Yowari dan Dinas Kabupaten Jayapura. Monitoring dan Evaluasi ini merupakan salah satu rangkaian dari kegiatan yang selama ini telah dilaksanakan di kabupaten Jayapura, dimana sebelumnya telah disusun Manual Rujukan Maternal dan Neonatal berdasarkan lokal spesifik Kabupaten Jayapura dan telah dibentuk tim POKJA rujukan KIA yang bertugas untuk melakukan penyusunan Manual Rujukan MN dan telah disepakati bahwa Tim Pokja ini akan mendampingi atau mengawal pelaksanaan MR MN ini.

11jun15Pusat Kebijakan dan Manjemen Kesehatan (PKMK) FK UGM bekerja sama dengan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sukoharjo untuk menerapkan clinical pathway. Evaluasi dilakukan dalam bentuk workshop tanggal 3-4 Juni 2015 yang bertempat di Aula RSUD Sukoharjo. Peserta workshop sekitar 30 orang yang terdiri dari dokter spesialis, perawat, farmasi dan ahli gizi.

Kegiatan ini merupakan kelanjutan dari workshop "penyusunan clinical pathways" yang telah diselenggarakan tanggal 4-5 Mei lalu. dr. hanevi Djasri MARS sebagai narasumber dibantu oleh drg. Puti Aulia Rahma MPH dan Eva Tirtabayu Hasri S.Kep.,MPH sebagai fasilitator.

11jun

Association of Certified Fraud Examiners (ACFE) bekerjasama dengan Pusat Kebijakan Manajemen Kesehatan (PKMK) FK UGM menyelenggarakan workshop "Potensi Fraud di Industri Kesehatan dalam Era Jaminan Kesehatan Nasional". Workshop ini diselenggarakan pada tanggal 25-26 Mei 2015 di Hotel Phoenix Yogyakarta. Kegiatan ini menampilkan pembicara ahli fraud di bidang layanan kesehatan dan didukung oleh stakeholder tingkat nasional. Pembicara dalam workshop ini yaitu Prof. dr. Laksono Trisnantoro, MSc., PhD ahli fraud dan guru besar di Fakultas Kedokteran UGM, Dr. drg. Julita Hendrartini, M.Kes, AAK sebgai dosen Ilmu Kesehatan Masyarakat FK UGM dan ahli asuransi kesehatan, Ibu Rimawati, SH, M.Hum dan drg. Puti Aulia Rahma, MPH dari Pusat Kebijakan Manajemen Kesehatan (PKMK) FK UGM. Adapun pembicara lain dalam workshop ini dr. Andi Ardjuna Sakti selaku staf BUK Kementerian Kesehatan RI, drg. Fajriadinur, MM staf dari BPJS Kesehatan dan dr. Agustian Fardianto, CFE, CRMP, QIA, AAK dari ACFE chapter Indonesia.

22mei

Yogyakarta, 13 dan 15 Mei 2015

Penataan penyelenggaraan pelayanan kesehatan melalui penguatan sistem rujukan merupakan upaya peningkatan pelayanan kesehatan yang dilakukan secara berjenjang, berkesinambungan, efektif dan efisien. Pemerintah Daerah istimewa Yogyakarta telah menerbitkan sistem rujukan pelayanan kesehatan, dan telah menindaklanjuti dengan penyusunan Manual Rujukan Maternal Neonatal/KIA Kabupaten/Kota sejak tahun 2012, untuk lebih mengoptimalkan sistem rujukan di DIY maka Dinas Kesehatan DIY menyelenggarakan kegiatan pertemuan sosialisasi pelaksanaan sistem mata rantai rujukan yang diselenggarakan dua hari yaitu Rabu dan Jumat (13 dan 15 Mei 2015) bertempat di kantor balai pelatihan pendidikan teknik (BLPT) ruang Cendana (B.10) Yogyakarta.