Clinical Indicators, Bagaimana Proses Pengembangannya di RS?
Penyusunan dan pengembangan indikator klinis menurut ACHS (2004) bertujuan untuk: (1) meningkatkan peran serta dokter dalam evaluasi dan kegiatan perbaikan mutu khususnya pelayanan klinis, (2) membuat dan menyediakan alat yang berguna sebagai simbol atau pertanda yang menyadarkan organisasi akan adanya masalah potensial dan peluang perbaikan pelayanan klinis, (3) membantu pengumpulan data nasional (surveilans), dan (4) mengembangkan indikator dalam penilaian akreditasi.
Pada saat ini terdapat sekitar 600 ribu pasien Indonesia yang berobat ke luar negeri dan menghabiskan biaya paling tidak sebesar 20 triliun Rupiah setiap tahunnya (Berita Bisnis, November 2011). Disisi lain beberapa RS di Indonesia dengan atau tanpa dukungan dari pemerintah (pusat dan daerah) saat ini juga sedang berusaha memiliki pelayanan medical tourism/wisata medis untuk dapat menarik pasien dari luar negeri dan dalam negeri. Namun apa tujuannya dan desain seperti apa yang perlu RS kembangkan untuk "produk" wisata medis tersebut?

















