Editorial, Senin 15 September 2014

Program JKN, Menkes Minta RS Hati-hati Saat Koding Penyakit

rakernas

Salah memasukkan koding penyakit dalam layanan program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dapat berpotensi menjadi indikasi terjadinya fraud. Hal ini menjadi salah satu hal yang disampaikan oleh Menteri Kesehatan (Menkes) Nafsiah Mboi saat membuka Pertemuan Nasional Manajemen Rumah Sakit dan DPM, di kota Bandung, Rabu (10/9) malam. Tentu saja hal itu apabila salah koding penyakit dilakukan dengan unsur kesengajaan, namun menjadi kekhawatiran apabila hal tersebut terjadi karena kebingungan dalam melakukan koding. Untuk itu bertanya pada dewan pertimbangan medik (DPM) di masing-masing provinsi menjadi salah satu alternatif untuk meminimalkan kesalahan ataupun kebingungan dalam proses koding penyakit.

Read More

Artikel

Mencegah Potensi Fraud Ignorance Dalam Sistem Pelayanan Kesehatan di Indonesia

art-20mei-2 Headline tersebut menjadi sub tema yang disampaikan pada Workshop Nasional Manajemen Rumah Sakit dan Dewan Pertimbangan Medik di Bandung 10-11 September 2014 lalu. Bahasan menarik mengenai fraud ditinjau dari berbagai aspek, mulai dari definisi, berbagai kemungkinan penyebab terjadinya fraud, sampai dengan dampak fraud ditinjau dari aspek hukum.

More


Eva Tirtabayu Hasri.

Posted in Pendekatan

Eva Tirtabayu Hasri. Lahir 8 Maret 1988 di Empang, Sumbawa. Tahun 2006 memulai pendidikan di STIKES Surya Global Yogyakarta prodi Strata 1 keperawatan, lulus tahun 2010 dengan gelar S.Kep. Melanjutkan pendidikan Magister tahun 2011 di Fakultas Kedokteran UGM jurusan Manajemen Rumah Sakit yang ditempuh selama 1 tahun dengan gelar MPH. Mei- Juli 2012 melakukan penelitian di instalasi bedah RSUD Sumbawa untuk menyelesaikan tesis. Desember 2011 sampai Januari 2012 sebagai staf magang di RS Bethesda Yogyakarta di bangsal Rawat inap, Stroke center, Farmasi dan Radiologi. Juli sampai Agustus 2009 Pengabdian Kerja di Rumah Sakit Mitra Paramedika Sleman Yogyakarta sebagai perawat di IGD, bangsal anak, dan penyakit dalam. Juli 2007 sampai Agustus 2007 Pengabdian Kerja di Rumah Sakit Umum Daerah Wonosobo sebagai perawat di UGD, Bangsal anak, dan Penyakit dalam. Pernah mempresentasikan tesisnya tentang Penerapan Surgical safety Checklist WHO dalam rangka ulang tahun Magister Manajemen Rumah Sakit dengan tema "Mendorong Patient-Centered care dalam Pendidikan Manajer dan Manajer Klinis di Rumah Sakit UGM" di MMR UGM.

Setelah mendapat gelar MPH, Agustus samapi November 2012 menjadi asisten konsultan di PKMK (pusat kebijakan manajemen kesehatan) UGM di divisi Manajemen Rumah Sakit sebagai pengelola website manajemen rumah sakit yang isinya tentang pelatihan yang berhubungan dengan pelayanan, sumber daya manusia rumah sakit, asuransi kesehatan, manajemen fisik rumah sakit, sistem informasi rumah sakit, hukum kesehatan, hasil benchmarking ke luar negeri, laporan PML (perfomance manajement leadership). Saat ini fokus mendalami center of excellence dengan salah satu rumah sakit internasional terbesar di Indonesia dan termasuk yang pertama lulus standar JCI (joint commition international) dalam rangka world class hospital. Bidang yang diminati center care, spesialisasi pelayanan seperti kardiovaskuler, neurology, ibu dan anak, dan bedah akses minimal.

 

 

Nasiatul Aisyah Salim

Posted in Pendekatan

Nasiatul Aisyah Salim. Wanita Kelahiran Tegal tahun 1988 ini, memulai jenjang pendidikan S1 di Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Diponegoro Semarang pada tahun 2005 dan melanjutkan pendidikan S2 di Minat Manajemen Rumah Sakit Universitas Gadjah Mada Yogyakarta tahun 2010. Selain mengikuti pendidikan formal, aisyah pernah ikut serta dalam Pengalaman Belajar Lapangan (PBL) di Semarang yaitu melakukan identifikasi masalah kesehatan di masyarakat, menentukan pemecahan masalah hingga membuat rencana intervensi. Tidak hanya berhenti disitu saja, pengalaman magang di 2 Rumah sakit (Pemerintah & Swasta) pun pernah dilakukan di berbagai bagian (Farmasi, Rawat Inap, Ruang operasi, Pemasaran dan Rekam Medis).

Tahun 2012, anak ke empat dari empat bersaudara ini mendapat amanah untuk proyek pengembangan sistem akreditasi rumah sakit di Indonesia yang diselenggarakan oleh Nossal Institute dan PKMK FK UGM pada area penelitian dua rumah sakit, dinas kesehatan provinsi, PERSI daerah di 4 provinsi (Yogyakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur dan Kalimatan Timur). Tindak lanjut dari proyek tersebut adalah fellowship selama 3 minggu ke Nossal Institute for Global Health, University of Melbourne untuk membuat plan of action yang perlu dilakukan untuk mendukung Kementerian kesehatan mencapai target mengenai akreditasi rumah sakit.

Berbekal pengalaman organisasi semasa kuliah di senat mahasiswa fakultas sebagai sekretaris dan dua kali ikut kepengurusan di organisasi keagamaan fakultas sebagai kepala penelitian dan pengembangan (litbang) & kepala hubungan masyarakat (humas), diamanahkan menjadi asisten pengelola website mutu pelayanan kesehatan untuk mengisi konten maupun konteks. Website mutu pelayanan kesehatan merupakan satu dari duabelas website dari PKMK FK UGM dan menjadi website yang memiliki jumlah kunjungan terbanyak ke 2 di setiap minggu nya. Selain itu, aisyah juga menjadi manager IHQN (Indonesian Healthcare Quality Network) dengan jumlah member mencapai 300 orang dari berbagai pihak (rumah sakit, dinas kesehatan, akademisi, konsultan, peneliti, pembuat kebijakan dan pemerhati masalah pelayanan kesehatan).
Dengan pengalamannya mengelola IHQN, saat ini aisyah diamanahkan juga menjadi tim peneliti untuk proyek mapping mutu nasional yang diselenggarakan oleh WHO Indonesia. Lingkup proyek ini mencakup lintas sektor yaitu mulai dari rumah sakit, dinas kesehatan, institusi pendidikan, organisasi profesi, kementerian kesehatan, kementerian pendidikan nasional, kementerian lingkungan hidup yang mana hasil akhir dari proyek tersebut adalah adanya framework mutu pelayanan kesehatan nasional.

 

 

Armiatin

Posted in Pendekatan

Armiatin SE., MPH. Anak bungsu dari 4 bersaudara yang Lahir di Bontocini Kota Makassar Sulawesi Selatan pada tahun 1986, mulai menempuh pendidikan di Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi-IEU Yogyakarta dengan minat Pemasaran apotik farmasi pada tahun 2004. Pada tahun 2007, kembali melanjutkan pendidikan ke jenjang Strata satu Minat Manajemen Apotik Farmasi di tempat yang sama. Tahun 2010 mengambil pendidikan S2 di Universitas Kedokteran Universitas Gajah Mada pada Minat Manajemen Rumah Sakit dan Januari 2012 menyandang gelar Magister Of Public Health (MPH). Selama menempuh perkuliahan pernah magang di beberapa rumah sakit pemerintah di Surakarta, Yogyakarta, dan Banda Aceh.

Dengan keahlian pemasaran dan manajemen yang dimiliki, tahun 2012 diminta untuk membantu dosen Fakultas Kedokteran Universitas Gajah Mada pada proyek unit cost pada proses pengambilan data di Rumah Sakit Umum Meuraxa Banda aceh. Mei 2012 mulai bergabung di Pusat Kebijakan Manajemen Kesehatan (PKMK) FKUGM dengan menangani Manual Rujukan di 11 Kabupaten NTT. Manual rujukan ini merupakan salah satu rangkaian Program Sister Hospital yang dilakukan oleh PKMK FK UGM dengan memfasilitasi dan melakukan pendampingan kepada 9 Rumah sakit (RS Mitra A) dan 11 RS mitra B. RS mitra A yaitu RSUP DR Sardjito Yogyakarta, RSUP DR Kariadi, RSUP DR Wahidin Sudirohusodo Makassar, RSUD Soetomo Surabaya, RSCM, RSAB, RSUP Sanglah Denpasar, RSU Panti Rapih Yogyakarta, RS Syaiful Anwar Malang dan 11 RS Mitra B yaitu RSUD Ende, RSUD Bajawa, RSUD Ruteng, RSUD TC Hillers, RSUD Waikabubak, RSUD Kefamenanu, RSUD Waingapu, RSUD Larantuka, RSUD Lembata, RSUD Atambua, RSUD Soe. Program Sister Hospital yang dilakukan ini sebagai upaya penurunan kematian ibu dan anak di NTT yang di dukung oleh Australia indonesia Partnership for maternal and Neonatal Health (AIPMNH). Dari hasil evaluasi menunjukkan lima dari 11 RSUD di NTT mengalami penurunan kematian maternal.

Selain menangani manual rujukan 11 Kab di NTT, juga menangani manual rujukan di 5 Kabupaten/Kota DIY. Dimana saat ini manual rujukan DIY telah memasuki tahap implementasi. Untuk mendukung kegiatan tersebut, saat ini juga membantu mengelola website Kesehatan ibu dan anak dan juga aktif pada kegiatan-kegiatan yang berhubungan dengan proyek KIA hingga sekarang.

 

 

 

dr.Sitti Noor Zaenab, M.Kes.

Posted in Pendekatan

Pendidikan :
S2 : MMR FK UGM, 1995
S1 : Fakultas Kedokteran UGM Yogyakarta, 1974

Riwayat Pekerjaan :

  1. Kepala Puskesmas Imogiri I Kab. Bantul
  2. Kepala Seksi Pelayanan Kesehanan Kandep.Kesehatan Kab.Bantul
  3. Direktur RSUD Wonosari Kab. Gunungkidul
  4. Kepala Kantor Diklat Kab.Gunungkidul
  5. Staf Divisi Pelayanan Medik RSUP DR.Sardjito Yogyakarta
  6. Kepala Balai Pengobatan Penyakit Paru-Paru (BP4) Prop. DIY
  7. Kepala Dinas Kesehatan Kab.Bantul

Pengalaman sebagai Konsultan:

  1. Konsultan Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) PKMK FK UGM Yogyakarta
  2. Konsultan Sistem Kesehatan Daerah (SKD) KPMAK FK UGM Yogyakarta

Karya ilmiah:
Penelitian bersama:

  1. Evaluasi Pelayanan Obat di Instalasi Rawat Jalan RSUD Bantul Tahun 1997
  2. Evaluasi Implementasi Kebijakan Bantuan Operasional kesehatan (BOK) di 3 Puskesmas Kabupaten Ende Prov.NTT Tahun 2011
  3. Evaluasi Pelaksanaan Kebijakan Bantuan Operasional (BOK) di Dinas Kesehatan. Studi kasus di Dinkes kab. Bantul dan Dinkes Kab. Lebong Tahun 2011
  4. Evaluasi Sistem Rujukan Pelayanan Kesehatan Ibu di Kab. Karimun Prov.Kepri Tahun 2012

Modul Pelatihan :

  1. Penguatan Manajemen Program KIA

 

 

Website lain dari PKMK FK UGM


deskesMsehatmpt
    aids2

Website terkait

   
  ahrq