Editorial, 15 Desember 2014

Pengelolaan Nyeri yang Tepat Untuk Pelayanan yang Bermutu

postnatal-care

Pelayanan yang bermutu identik dengan proses pemberian pelayanan kesehatan yang berfokus pada keselamatan pasien. Berbagai upaya dilakukan oleh pemberi pelayanan kesehatan untuk dapat memenuhi tujuan tersebut. Dan salah satu upaya untuk mewujudkannya adalah pemberi pelayanan kesehatan harus memiliki dimensi mutu dipelayanan kesehatan yang diberikan, yang menurut Robert Maxwell meliputi; equity, accessibility, effectiveness, acceptabillity, efficiency, dan appropriateness.

Read More

Artikel

Instrumen Untuk Penilaian Nyeri Pasien

Pada uji klinis maupun manajemen nyeri yang efektif diperlukan penilaian yang valid dan reliabel. Nyeri akut dapat dinilai baik pada saat pasien dalam kondisi sedang istirahat atau sedang bergerak dengan menggunakan alat satu dimensi seperti penilaian skala numerik (Numeric Rating Scale) atau skala analog visual (Visual Analog Scale). Kedua alat tersebut memiliki 'kemampuan' lebih untuk mendeteksi perubahan intensitas nyeri dibandingkan dengan skala penilaian kategori lisan (Verbal Categorial Rating Scale).

More


Pengukuran Intensitas Nyeri dengan Pendekatan Pelaporan Sendiri Pada Anak-Anak dan Remaja

Nyeri didefinisikan oleh International Association for the Study of Pain (IASP) sebagai suatu pengalaman yang tidak menyenangkan secara sensorik dan emosional secara aktual dan potensial terkait dengan kerusakan jaringan atau hal yang dideskripsikan sebagai kerusakan. Nyeri merupakan hal yang tidak menyenangkan tetapi perlu, karena nyeri mempunyai nilai biologis dimana dapat menjadi tanda sesuatu yang 'berbahaya' sedang terjadi dalam tubuh.

More 


Arsip Artikel >>

Sistem Manajemen Mutu ISO 9000 untuk Puskesmas

Posted in Berita

Share

ISO 9000 PuskemasSingkawang (Pontianak Post).Puskesmas di Kota Singkawang yakni Singkawang Utara dan Timur telah mendapatkan sertifikasi ISO. Sementara yang lainnya, sedang mempersiapkan terkait penetapan tersebut.Seperti disampaikan Kepala Puskesmas Singkawang Tengah, Mursalin. Dikarenakan puskesmasnya belum mendapatkan sertifikasi ISO, pihaknya telah melakukan persiapan untuk juga mendapatkannya (sertifikasi ISO).

"Kita telah mempersiapkan untuk mendapatkan sertifikasi ISO, diantaranya empat paket pelatihan, mempersiapkan dokumen mutu karena menjadi pedoman petugas dalam pelayanan kesehatan, lantaran terdiri dari prosedur kerja, instruksi kerja dan SOP nya," kata Mursalin, Senin (30/4) ketika pertemuan dalam rangka membahas persiapan puskesmas menuju standar ISO di Aula PKBI.

Dikatakan Mursalin, dengan memiliki ISO, otomatis layanan kesehatan puskesmas akan semakin lebih baik. Karena di Puskesmas Singkawang Tengah, jumlah pasien yang ada lebih banyak dibanding puskesmas lain. "Upaya terus kami lakukan, agar nanti dapat mengantungi ISO untuk menjamin layanan kesehatan yang lebih baik, diantaranya kita akan menambah poli," katanya.

Dilihat dari tujuan pemberian ISO, lanjutnya, dilihat dari dua sisi, yakni bagaimana pasien mendapat pelayanan, serta dari petugas puskesmas sendiri. "Artinya tidak hanya dipenuhi dalam bentuk kualitas layanan, tetapi juga didasarkan kelengkapan peralatan kesehatan serta manajemen pengelolaan," katanya.

Ketua Distrik Organisasi Mitra Pelaksana PKBI Kota Singkawang, M Ridwan mengatakan pertemuan pembahasan ini, agar ke tiga puskesmas yang belum mendapatkan Sertifikasi ISO (Singkawang Tengah, Selatan dan Barat) bisa mempersiapkan guna menjadi puskesmas yang memiliki sertifikasi ISO. "Apa yang harus dipersiapkan dan kendala-kendalanya, sehingga kita undang dua puskesmas yang telah memiliki standar ISO berbagi pengalaman kepada yang belum," katanya. Hadir dalam kegiatan tersebut, Bappeda dan Dinas Kesehatan Kota Singkawang, Puskesmas se-Kota Singkawang.

Add comment


Security code
Refresh

Website lain dari PKMK FK UGM


deskesMsehatmpt
    aids2

Website terkait

   
  ahrq