Editorial, Senin 22 September 2014

Program JKN, Menkes Minta RS Hati-hati Saat Koding Penyakit

rakernas

Salah memasukkan koding penyakit dalam layanan program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dapat berpotensi menjadi indikasi terjadinya fraud. Hal ini menjadi salah satu hal yang disampaikan oleh Menteri Kesehatan (Menkes) Nafsiah Mboi saat membuka Pertemuan Nasional Manajemen Rumah Sakit dan DPM, di kota Bandung, Rabu (10/9) malam. Tentu saja hal itu apabila salah koding penyakit dilakukan dengan unsur kesengajaan, namun menjadi kekhawatiran apabila hal tersebut terjadi karena kebingungan dalam melakukan koding. Untuk itu bertanya pada dewan pertimbangan medik (DPM) di masing-masing provinsi menjadi salah satu alternatif untuk meminimalkan kesalahan ataupun kebingungan dalam proses koding penyakit.

Read More

Artikel

Perlukah Rumah Sakit Kita Diakreditasi?

art-7aprBila pertanyaan tersebut kita ajukan pada manajer dan direktur rumah sakit, semua akan menjawab: "perlu". Di Indonesia, orang akan merujuk pada persyaratan perijinan rumah sakit, undang-undang, dan regulasi lain. Di forum diskusi, khalayak akan menyinggung soal mutu dan keselamatan pasien. Para pemilik rumah sakit swasta, berharap cemas akan ada perubahan perilaku dokter dan karyawan lain. Selain mengikuti regulasi, apakah benar bahwa akreditasi rumah sakit diperlukan? Mari kita simak fakta-fakta yang kita temukan.

More


Mencegah Potensi Fraud Ignorance Dalam Sistem Pelayanan Kesehatan di Indonesia

art-20mei-2 Headline tersebut menjadi sub tema yang disampaikan pada Workshop Nasional Manajemen Rumah Sakit dan Dewan Pertimbangan Medik di Bandung 10-11 September 2014 lalu. Bahasan menarik mengenai fraud ditinjau dari berbagai aspek, mulai dari definisi, berbagai kemungkinan penyebab terjadinya fraud, sampai dengan dampak fraud ditinjau dari aspek hukum.

More


Sistem Manajemen Mutu ISO 9000 untuk Puskesmas

Posted in Berita

Share

ISO 9000 PuskemasSingkawang (Pontianak Post).Puskesmas di Kota Singkawang yakni Singkawang Utara dan Timur telah mendapatkan sertifikasi ISO. Sementara yang lainnya, sedang mempersiapkan terkait penetapan tersebut.Seperti disampaikan Kepala Puskesmas Singkawang Tengah, Mursalin. Dikarenakan puskesmasnya belum mendapatkan sertifikasi ISO, pihaknya telah melakukan persiapan untuk juga mendapatkannya (sertifikasi ISO).

"Kita telah mempersiapkan untuk mendapatkan sertifikasi ISO, diantaranya empat paket pelatihan, mempersiapkan dokumen mutu karena menjadi pedoman petugas dalam pelayanan kesehatan, lantaran terdiri dari prosedur kerja, instruksi kerja dan SOP nya," kata Mursalin, Senin (30/4) ketika pertemuan dalam rangka membahas persiapan puskesmas menuju standar ISO di Aula PKBI.

Dikatakan Mursalin, dengan memiliki ISO, otomatis layanan kesehatan puskesmas akan semakin lebih baik. Karena di Puskesmas Singkawang Tengah, jumlah pasien yang ada lebih banyak dibanding puskesmas lain. "Upaya terus kami lakukan, agar nanti dapat mengantungi ISO untuk menjamin layanan kesehatan yang lebih baik, diantaranya kita akan menambah poli," katanya.

Dilihat dari tujuan pemberian ISO, lanjutnya, dilihat dari dua sisi, yakni bagaimana pasien mendapat pelayanan, serta dari petugas puskesmas sendiri. "Artinya tidak hanya dipenuhi dalam bentuk kualitas layanan, tetapi juga didasarkan kelengkapan peralatan kesehatan serta manajemen pengelolaan," katanya.

Ketua Distrik Organisasi Mitra Pelaksana PKBI Kota Singkawang, M Ridwan mengatakan pertemuan pembahasan ini, agar ke tiga puskesmas yang belum mendapatkan Sertifikasi ISO (Singkawang Tengah, Selatan dan Barat) bisa mempersiapkan guna menjadi puskesmas yang memiliki sertifikasi ISO. "Apa yang harus dipersiapkan dan kendala-kendalanya, sehingga kita undang dua puskesmas yang telah memiliki standar ISO berbagi pengalaman kepada yang belum," katanya. Hadir dalam kegiatan tersebut, Bappeda dan Dinas Kesehatan Kota Singkawang, Puskesmas se-Kota Singkawang.

Add comment


Security code
Refresh

Website lain dari PKMK FK UGM


deskesMsehatmpt
    aids2

Website terkait

   
  ahrq