Editorial, 20 Juni 2016

Harapan Hidup Meningkat-Kesenjangan Kesehatan 'Bertahan'

ediags1Harapan hidup sejak tahun 2000 terus mengalami peningkatan namun kesenjangan kesehatan tetap 'berlangsung'. Hal ini seperti dipaparkan pada laman Blog of The PAHO/WHO Equity List & Knowledge Network. berdasarkan World Health Statistic 2016: monitoring kesehatan untuk SDGs.
Pada laman tersebut disampaikan bahwa pencapaian harapan hidup telah diperoleh sepanjang tahun 2000 secara global namun kesenjangan kesehatan tetap berlangsung di beberapa negara. Harapan hidup ini meningkat 5 tahun antara tahun 2000 – 2015 yang merupakan peningkatan tercepat sejak tahun 1960-an.

Read more

Artikel

Hubungan Kontrol Asma dengan Kualitas Hidup Terkait Kesehatan Dan Kesejahteraan

Asma adalah masalah kesehatan global yang serius dengan dampak sosial dan ekonomi yang signifikan (Global Initiative for Asthma - GINA, 2012) karena dapat meningkatkan biaya pada saat perawatan kesehatan. Asma perlu mendapat perhatian karena penyakit asma dapat menurunkan produktivitas dan meningkatkan beban ekonomi. 

Readmore

Mengukur Kaitan dan Dampak Antara Pemanfaatan Layanan/Fasilitas Kesehatan, Kondisi Lingkungan dengan Kualitas Hidup Penderita Asma

Penyakit Asma di Amerika Serikat masih dianggap sebagai persoalan serius. Hal itu tak lain karena masih tingginya jumlah penderita asma dan pengaruhnya yang signifikan terhadap kerentanan kualitas hidup 15-17 Juta penderita. Biaya yang harus dikeluarkan untuk mengatasi kondisi tersebut mencapai 12,7 miliar per tahun.

Readmore

+ ARSIP

Sistem Manajemen Mutu ISO 9000 untuk Puskesmas

Posted in Berita

Share

ISO 9000 PuskemasSingkawang (Pontianak Post).Puskesmas di Kota Singkawang yakni Singkawang Utara dan Timur telah mendapatkan sertifikasi ISO. Sementara yang lainnya, sedang mempersiapkan terkait penetapan tersebut.Seperti disampaikan Kepala Puskesmas Singkawang Tengah, Mursalin. Dikarenakan puskesmasnya belum mendapatkan sertifikasi ISO, pihaknya telah melakukan persiapan untuk juga mendapatkannya (sertifikasi ISO).

"Kita telah mempersiapkan untuk mendapatkan sertifikasi ISO, diantaranya empat paket pelatihan, mempersiapkan dokumen mutu karena menjadi pedoman petugas dalam pelayanan kesehatan, lantaran terdiri dari prosedur kerja, instruksi kerja dan SOP nya," kata Mursalin, Senin (30/4) ketika pertemuan dalam rangka membahas persiapan puskesmas menuju standar ISO di Aula PKBI.

Dikatakan Mursalin, dengan memiliki ISO, otomatis layanan kesehatan puskesmas akan semakin lebih baik. Karena di Puskesmas Singkawang Tengah, jumlah pasien yang ada lebih banyak dibanding puskesmas lain. "Upaya terus kami lakukan, agar nanti dapat mengantungi ISO untuk menjamin layanan kesehatan yang lebih baik, diantaranya kita akan menambah poli," katanya.

Dilihat dari tujuan pemberian ISO, lanjutnya, dilihat dari dua sisi, yakni bagaimana pasien mendapat pelayanan, serta dari petugas puskesmas sendiri. "Artinya tidak hanya dipenuhi dalam bentuk kualitas layanan, tetapi juga didasarkan kelengkapan peralatan kesehatan serta manajemen pengelolaan," katanya.

Ketua Distrik Organisasi Mitra Pelaksana PKBI Kota Singkawang, M Ridwan mengatakan pertemuan pembahasan ini, agar ke tiga puskesmas yang belum mendapatkan Sertifikasi ISO (Singkawang Tengah, Selatan dan Barat) bisa mempersiapkan guna menjadi puskesmas yang memiliki sertifikasi ISO. "Apa yang harus dipersiapkan dan kendala-kendalanya, sehingga kita undang dua puskesmas yang telah memiliki standar ISO berbagi pengalaman kepada yang belum," katanya. Hadir dalam kegiatan tersebut, Bappeda dan Dinas Kesehatan Kota Singkawang, Puskesmas se-Kota Singkawang.

Add comment


Security code
Refresh

Website lain dari PKMK FK UGM


deskesMsehatmpt
    aids2

Website terkait

   
  ahrq