Editorial, 24 Agustus 2015

Klinisi Sebagai Ujung Tombak Peningkatan Mutu

ediags1

Tepat Berbagai upaya peningkatan mutu pelayanan kesehatan membutuhkan para klinisi (dokter, perawat, bidan dan klinisi lainnya) sebagai pelaksana utama dan terpenting di lapangan. Meskipun terlihat dan dianggap berbeda namun sesungguhnnya berbagai upaya tesebut seperti: TQM, CQI, GKM, PSBH, Akreditasi, ISO 9000, Audit Klinik, Lean Hospital pada dasarnya sama persis. Kieran Walshe (2009) seorang peneliti di Inggris menemukan bahwa berbagai upaya tersebut semuanya membutuhkan paling tidak 4 hal: Kepemimpinan; Siklus dan alat peningkatan mutu; Keterlibatan seluruh staf; dan Komitmen para klinisi (terutama klinisi senior).

Readmore

Artikel

Libatkan Klinisi untuk Turunkan LOS

Upaya peningkatan mutu layanan kesehatan banyak bentuknya. Salah satunya adalah dengan menurunkan lama rawat inap (length of stay (LOS)) di rumah sakit. Banyak pula metode untuk menjamin peningkatan mutu ini. Salah satunya adalah metode yang melibatkan akuntabilitas dokter.

Readmore

Keterlibatan Klinisi dalam Upaya Meningkatkan Mutu Rumah Sakit

Top manajemen sering disebut sebagai penentu kesuksesan dalam pengimplementasian Quality Improvement (QI). Karena top manajemen dianggap mampu membangun membangun kualitas suatu organisasi sebagai prioritas utama, menciptakan kualitas sebagai budaya yang ditanamkan dalam organisasi, dan memobilisasi sumber daya keuangan dan manusia yang diperlukan untuk mendukung perkembangan organisasi.

Readmore

+ ARSIP

Sistem Manajemen Mutu ISO 9000 untuk Puskesmas

Posted in Berita

Share

ISO 9000 PuskemasSingkawang (Pontianak Post).Puskesmas di Kota Singkawang yakni Singkawang Utara dan Timur telah mendapatkan sertifikasi ISO. Sementara yang lainnya, sedang mempersiapkan terkait penetapan tersebut.Seperti disampaikan Kepala Puskesmas Singkawang Tengah, Mursalin. Dikarenakan puskesmasnya belum mendapatkan sertifikasi ISO, pihaknya telah melakukan persiapan untuk juga mendapatkannya (sertifikasi ISO).

"Kita telah mempersiapkan untuk mendapatkan sertifikasi ISO, diantaranya empat paket pelatihan, mempersiapkan dokumen mutu karena menjadi pedoman petugas dalam pelayanan kesehatan, lantaran terdiri dari prosedur kerja, instruksi kerja dan SOP nya," kata Mursalin, Senin (30/4) ketika pertemuan dalam rangka membahas persiapan puskesmas menuju standar ISO di Aula PKBI.

Dikatakan Mursalin, dengan memiliki ISO, otomatis layanan kesehatan puskesmas akan semakin lebih baik. Karena di Puskesmas Singkawang Tengah, jumlah pasien yang ada lebih banyak dibanding puskesmas lain. "Upaya terus kami lakukan, agar nanti dapat mengantungi ISO untuk menjamin layanan kesehatan yang lebih baik, diantaranya kita akan menambah poli," katanya.

Dilihat dari tujuan pemberian ISO, lanjutnya, dilihat dari dua sisi, yakni bagaimana pasien mendapat pelayanan, serta dari petugas puskesmas sendiri. "Artinya tidak hanya dipenuhi dalam bentuk kualitas layanan, tetapi juga didasarkan kelengkapan peralatan kesehatan serta manajemen pengelolaan," katanya.

Ketua Distrik Organisasi Mitra Pelaksana PKBI Kota Singkawang, M Ridwan mengatakan pertemuan pembahasan ini, agar ke tiga puskesmas yang belum mendapatkan Sertifikasi ISO (Singkawang Tengah, Selatan dan Barat) bisa mempersiapkan guna menjadi puskesmas yang memiliki sertifikasi ISO. "Apa yang harus dipersiapkan dan kendala-kendalanya, sehingga kita undang dua puskesmas yang telah memiliki standar ISO berbagi pengalaman kepada yang belum," katanya. Hadir dalam kegiatan tersebut, Bappeda dan Dinas Kesehatan Kota Singkawang, Puskesmas se-Kota Singkawang.

Add comment


Security code
Refresh

Website lain dari PKMK FK UGM


deskesMsehatmpt
    aids2

Website terkait

   
  ahrq