Selangkah Lagi Rumah Sakit Jeneponto Naik Tipe B

Share

BONTOSUNGGU (FAJAR) -- Mutu pelayanan Rumah Sakit Umum Daerah (RUSD) Lanto Dg Pasewang Kabupaten Jeneponto, harus terus ditingkatkan untuk naik dari tipe C ke tipe B.

Bupati Jeneponto, Radjamilo, menyebutkan, seiring hampir rampungnya pembangunan rumah sakit baru tersebut, mutu pelayanan harus lebih diutamakan dan berkualitas. “Ini untuk mengenjot peningkatan IPM daerah ini,” imbuhnya, Senin 1 Oktober kemarin.

Menurutnya, perlu upaya untuk meningkatkan pelayanan kesehatan yang dilakukan rumah sakit. “Agar masyarakat dapat juga memberikan kepercayaan kepada rumah sakit tersebut, di dalam melayani dan meningkatkan mutu pelayanan rumah sakit tersebut terhadap pasien yang berobat di rumah sakit daerah ini," jelas Radjamilo

Untuk itu, kata Radjamilo, perlu ditingkatkan upaya untuk memperluas dan mendekatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat dengan mutu yang baik dan biaya yang terjangkau.

Sejalan dengan meningkatnya pendidikan, perubahan sosial budaya masyarakat dan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi kedokteran, maka sistem nilai pun harus berubah.

“Masyarakat semakin menuntut pelayanan yang bermutu dengan menggunakan peralatan yang canggih. Rumah sakit sebagai mata rantai pelayanan kesehatan mempunyai fungsi utama penyembuhan dan pemulihan," kata Radjamilo.

Bahkan orang nomor satu di Jeneponto ini meminta Rumah Sakit Lanto Dg Pasewang bersama dengan Puskesmas melalui jalur rujukan, diharapkan mampu memberikan pelayanan kesehatan paripurna bagi masyarakat.

"Dengan semakin meningkatnya tuntutan masyarakat akan mutu pelayanan, maka fungsi pelayanan rumah sakit secara bertahap perlu ditingkatkan agar menjadi lebih efisien, sehingga dapat menampung rujukan dari puskesmas dan sarana kesehatan lainnya," jelas Radjamilo.

Direktur Rumah Sakit Umum Lanto Dg Pasewang Jeneponto, H Saharuddin, SKM., MM., M.kes, mengatakan, menyangkut pelayanan peningkatan di rumah sakit saat ini terus kita tingkat.

“Apalagi dengan hampir rampungnya rumah sakit baru, tingkat kepercayaan masyarakat terhadap rumah sakit ini, semakin dipercaya oleh masyarakat dalam memberikan pelayanan. Saat ini, rumah sakit baru kita mulai difungsikan untuk berkantor,” jelas Saharuddin.  

Mutu pelayanan di rumah sakit ini, kata dia, sudah mendapatkan akreditasi di bidang pelayanan, sejak 2010 lalu. Kemudian disusul 2011 lalu, rumah sakit mendapat predikat baik di bidang badan layanan Umum (BLU). Sedangkan untuk tahun ini, kata Saharuddin, akan meningkatkan tipe rumah sakit dari tipe C menjadi tipe B.

Sementara untuk naik ke tipe B, kata dia, sudah memenuhi minimal lima persyaratan, dari 12 persyaratan pelayanan yang ditetapkan Kementerian Kesehatan. “Sementara tujuh kreteria lainya sedang kita siapkan. Termasuk penyelesaian rumah sakit baru kita,” ungkap Saharuddin.    

Bila nanti RSUD Lanto Dg Pasewang naik tipe B. Berarti rumah sakit Jeneponto, sudah setaraf dengan Rumah sakit Labuang Baji. “Namun saat ini kita masih tipe C.  Sesuai dengan tipe tersebut, setiap pasien yang akan dirujuk harus ke Rumah sakit Labuang Baji,” katanya.

Karena kompetensi standar pelayanan rumah sakit Jeneponto, masih berada di tipe C, kata Saharuddin, maka setiap pasien yang ingin mendapatkan rujukan, diberi rujukan ke RSU labuang Baji yang mempunyai standar pelayanan tipe B. “Tetapi kalau kita sudah berada di tipe B, maka rujukan pasien ke Rumah Sakit Wahidin," terang Saharuddin.

Untuk peningakatan mutu pelayanan rumah sakit terus digenjot. Sekarang ini, kata dia, saranan prasaranan dan SDM terus dibenahi. Kalau saranannya sudah mendukung, tinggal sedikit  SDM yang perlu mendapatkan perhatian.

Jika dilihat dari jumlah penduduk Jeneponto yang sekira 400.000 jiwa, kata dia, kemudian ditambah pendudukan Gowa di sebelah utara, di Kecamatan Ujung Bulu dan Tompo Bulu, yang penduduknya sebesar 60.000 jiwa, maka sudah bersyarat naik ke tipe B.

“Sebelum saya menjabat sebagai direktur, tingkat hunian pasien dalam sehari paling minim 40 orang per hari. Tetapi sejak saya menjabat sudah setahun lebih. Tingkat hunian pasien semakin bergerak naik,” ungkapnya.

Disebutkan, dalam 1x24 jam hunian pesien rawat inap semakin full. Rata-rata semua ruang rawat inap terisi hingga 100 orang pasien. “Ini berarti tingkat kepercayaan masyarakat di rumah sakit ini semakin membaik. Apalagi kalau rumah sakit baru yang hampir selesai, mampu menampung kapasitas 300-an tempat tidur. (lom/lis)

Add comment


Security code
Refresh

Website lain dari PKMK FK UGM


deskesMsehatmpt
    aids2

Website terkait

   
  ahrq