Dinkes Tata Ulang SOP Puskesmas

Share

Tanjung Redeb (Sapos.co.id)- Setiap pelayanan kesehatan yang diberikan kepada masyarakat mulai tingkat puskesmas hingga rumah sakit, telah diatur didalam prosedur tetap (Protap) yang mengikat setiap tenaga medis yang memberikan pelayanan. Bahkan setiap proses pelayanan telah diatur dalam Standar Operasional Prosedur (SOP) yang juga telah ditetapkan. Namun sejauh ini pelaksanaan dari SOP yang belum tertata secara baik. Hal itu diakui Kepala Dinas Keseharan (Dinkes) Berau, drg Totoh Hermanto, saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (28/1) kemarin.

 

SOP di setiap institusi yang memberikan pelayanan publik dikatakan Totoh bukan hanya sebagai acuan dalam bekerja dan memberikan pelayanan. Tetapi juga bagian dari mengukur tingkat kepuasan masyarakat dalam mendapat pelayanan kesehatan yang diberikan. Sehingganya SOP kesehatan menurutnya harus teradministrasi dengan baik dengan mengacu kepada kualitas dan pelayanan. "Seluruh perangkat yang ada harus patuh kepada SOP yang ada, sesuai dengan tahapannya," ungkap Totoh.

 


Untuk memaksimalkan kinerja tenaga medis di setiap Puskesmas sesuai dengan SOP yang ditetapkan bersama. Di 2013 ini salah satu program yang akan dijalankan melalui bidang pelayanan kesehatan, dikatakan Totoh adakah penataan ulang SOP yang ada. Pihaknya akan berkoordinasi dengan instansi teknis, termasuk dengan Pusat Kajian Pendidikan dan Pelatihan Aparatur Lembaga Administrasi Negara (PKP2A LAN) Kaltim yang saat ini juga melakukan pendampingan ke sejumlah SKPD dalam penyusunan SOP. "Kalau SOP untuk bidang kesehatan sudah ada semua, hanya belum tertata maksimal dan tahun ini kita akan mengorganisir penataan SOP itu," tegasnya.


Tidak hanya penataan kembali SOP sebagai acuan setiap tenaga medis di puskesmas. Tetapi pihaknya tahun ini juga tengah mempersiapkan puskesmas bersertifikat ISO 9001:2008 yang memiliki manajemen mutu terbaik. Langkah awal, dikatakan Totoh pihaknya mengusulkan dua puskesmas yang saat ini telah melakukan penjajakan dan berbagai persiapan. Yaitu Puskesmas Tanjung Redeb dan Puskesmas Bugis. Sertifikat ISO tersebut, menurutnya juga bagian dari upaya untuk membangun komitmen dari seluruh personil yang terlibat dalam pelayanan kesehatan ditingkat dasar tersebut. "Kita berharap seluruh puskesmas bisa bersertifikat ISO dan bertahap tahun ini kita siapkan dua puskesmas," tandasnya. (rm-7/agi)

Sumber :http://www.sapos.co.id/index.php/berita/detail/Rubrik/15/45569

Add comment


Security code
Refresh

Website lain dari PKMK FK UGM


deskesMsehatmpt
    aids2

Website terkait

   
  ahrq