Warning: Invalid argument supplied for foreach() in /home/mutupel/public_html/libraries/joomla/database/database/mysql.php on line 383

Warning: Invalid argument supplied for foreach() in /home/mutupel/public_html/libraries/joomla/database/database/mysql.php on line 383

Warning: Invalid argument supplied for foreach() in /home/mutupel/public_html/libraries/joomla/database/table.php on line 409

Warning: Invalid argument supplied for foreach() in /home/mutupel/public_html/libraries/joomla/database/database/mysql.php on line 383

Warning: Invalid argument supplied for foreach() in /home/mutupel/public_html/libraries/joomla/database/database/mysql.php on line 383

Warning: Invalid argument supplied for foreach() in /home/mutupel/public_html/libraries/joomla/database/table.php on line 409

Warning: Invalid argument supplied for foreach() in /home/mutupel/public_html/libraries/joomla/database/database/mysql.php on line 383

Warning: Invalid argument supplied for foreach() in /home/mutupel/public_html/libraries/joomla/database/database/mysql.php on line 383

Warning: Invalid argument supplied for foreach() in /home/mutupel/public_html/libraries/joomla/database/table.php on line 409

Warning: Invalid argument supplied for foreach() in /home/mutupel/public_html/libraries/joomla/database/database/mysql.php on line 383

Warning: Invalid argument supplied for foreach() in /home/mutupel/public_html/libraries/joomla/database/database/mysql.php on line 383

Warning: Invalid argument supplied for foreach() in /home/mutupel/public_html/libraries/joomla/database/table.php on line 409
Tingkat Kesehatan Masyarakat Jakarta Rendah

Warning: Invalid argument supplied for foreach() in /home/mutupel/public_html/libraries/joomla/database/database/mysql.php on line 383

Warning: Invalid argument supplied for foreach() in /home/mutupel/public_html/libraries/joomla/database/database/mysql.php on line 383

Warning: Invalid argument supplied for foreach() in /home/mutupel/public_html/libraries/joomla/database/database/mysql.php on line 383

Warning: Invalid argument supplied for foreach() in /home/mutupel/public_html/libraries/joomla/database/table.php on line 409

Warning: Invalid argument supplied for foreach() in /home/mutupel/public_html/libraries/joomla/database/database/mysql.php on line 383

Warning: Invalid argument supplied for foreach() in /home/mutupel/public_html/libraries/joomla/database/database/mysql.php on line 383

Warning: Invalid argument supplied for foreach() in /home/mutupel/public_html/libraries/joomla/database/table.php on line 409

Tingkat Kesehatan Masyarakat Jakarta Rendah

Share

Kesmas JakartaJakarta (metropolitan.inilah.com)TINGKAT kesehatan warga Jakarta saat ini dinilai sebagian kalangan masih rendah atau jauh dari harapan. Terutama warga yang tinggal di lingkungan perumahan kumuh sehingga mengakibatkan warga rentan terserang wabah penyakit. Masalah ini diperparah dengan rendahnya perilaku serta pengetahuan masyarakat mengenai kesehatan. Karena itu, tampaknya, pelayanan kesehatan menjadi masalah yang krusial di Ibukota.

Meski kota Jakarta tegolong kota modern, masalah kesehatan ternyata masih menjadi masalah serius yang harus dibenahi.

Beberapa penyakit masih jadi hantu yang menakutkan. Contohnya saja Demam Berdarah Dengue (DBD) dan flu burung. Hampir setiap tahun ada saja kasus warga Jakarta yang terjangkit penyakit tersebut dan menimbulkan korban.

Berdasarkan data, kasus DBD, masih terbilang tinggi terjadi di Ibukota. Pada 2011, kasus DBD tercatat mencapai angka 6.414 kasus, dengan korban meninggal 2 orang. Sementara untuk kasus suspect flu burung yang terjadi di Jakarta pada tahun 2011 tercatat terdapat 3 pasien kasus. Dari jumlah tersebut, 2 orang meninggal dunia.

Meski data Dinas Kesehatan DKI Jakarta menunjukan jumlah kasus flu burung terus penurunan, namun jumlah kematian akibat penyakit ini terbilang tinggi. Data di Dinas Kesehatan DKI Jakarta mencatat, selama 2009, 8 dari 10 pasien suspect flu burung meninggal dunia (84%). Pada 2010 jumlahnya memang menurun menjadi 3 pasien, namun semuanya meninggal dunia (100%). Tahun lalu, 2 dari 3 pasien flu burung meninggal.

Begitu juga belum tuntasnya pasien gizi buruk di beberapa wilayah kota, menjadi persoalan tersendiri bagi pelayanan kesehatan di Ibukota. Ditengarai beberapa permasalahan kesehatan yang dialami warga Jakarta disebabkan oleh minimnya sarana dan prasara kesehatan yang dilakukan pemerintah, baik yang berada ditingkat kelurahan, kecamatan bahkan ke tingkat provinsi.

Meski dinilai berbagai program kesehatan diwilayah DKI Jakarta lebih baik dibandingkan kota lain, namun kesadaran untuk memelihara kesehatan masyarakat DKI Jakarta masih perlu mendapatkan pembinaan. Padatnya penduduk DKI Jakarta tak dibarengi dengan kesadaran hidup sehat yang mumpuni masih akan menjadi pekerjaan rumah Pemprov.

Minimnya pelayanan juga ditunjukan kepada rumah sakit di DKI Jakarta. Survei yang dilakukan oleh Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Forum Warga Kota Jakarta (Fakta) menunjukan, pelayanan kesehatan rumah sakit di Jakarta masih buruk. Bahkan lebih buruk dibanding pelayanan di Puskesmas di tingkat kelurahan dan kecamatan di Ibukota.

Hasil survei tersebut dibantah oleh Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo. Menurutnya, saat ini banyak RSUD di Jakarta yang telah mendapatkan sertifikasi ISO. Seperti RSUD Tarakan telah mendapatkan sertifikasi ISO untuk 16 jenis layanan kepada masyarakat. Sehingga layanannya benar-benar telah memenuhi standar internasional. "Ke depan setiap Puskesmas kecamatan dan kelurahan Di Jakarta akan ditambah fasilitas rawat inap," ucapnya.

Pelayanan kesehatan merupakan skala prioritas dalam program pembangunan di DKI Jakarta. Hal ini untuk memenuhi tuntutan masyarakat yang terus meningkat. "Anggaran pelayanan kesehatan bagi warga miskin tahun 2012 mencapai 8% atau sekitar Rp 900 miliar dari total APBD 2012. Semua itu untuk meningkatkan pelayanan," kata Fauzi Bowo

Peningkatan kapasitas kesehatan warga bukan hanya mencakup pada infrastruktur, tapi juga meliputi peningkatan kualitas tenaga medik. Dinas Kesehatan DKI Jakarta Efi Nasril menyatakan, saat ini pihaknya terus berupaya pada peningkatan kesehatan, pencegahan, penyembuhan, pemulihan, dan rehabilitasi masyarakat serta memelihara mutu lembaga dan pelayanan kesehatan termasuk sarana dan prasarana. Selain itu penyediaan obat dengan harga yang terjangkau bagi masyarakat juga dilakukan.

Melalui Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo telah mengalokasikan anggaran yang tak sedikit dalam memberikan layanan kesehatan kepada masyarakat, khususnya warga kurang mampu. "Dalam APBD DKI 2012, Pemprov Jakarta telah mengalokasikan anggaran untuk Jaminan Pemeliharaan Kesehatan Keluarga Miskin (JPK-Gakin) sebesar Rp. 600 miliar," ujar Foke. Anggaran ini tidak hanya untuk keluarga miskin, korban bencana alam dan pasien demam berdarah pun berhak mendapatkan layanan kesehatan gratis.

Program JPK-Gakin dinilai menampakkan hasil yang memuaskan. Pada 2009 telah terlayani 2,3 juta warga miskin melalui program tersebut. Di tahun 2010 naik lagi menjadi 2,5 juta warga miskin. Tahun ini, ditargetkan 2,7 juta warga miskin bisa terlayani melalui program tersebut

Add comment


Security code
Refresh

Website lain dari PKMK FK UGM


deskesMsehatmpt
    aids2

Website terkait

   
  ahrq