Editorial, 20 Februari 2017

Peningkatan Mutu Kesehatan Masyarakat: Perempuan, Ibu, dan Anak

Fokus perhatian dan pengelolaan kesehatan bagi kaum perempuan, serta ibu dan anak, akan menjadi topik yang diangkat pada artikel minggu ini. Pada dua artikel yang ditampilkan akan membahas dua topik yang 'terlihat' sangat berbeda, namun apabila dicermati dan dikaji esensinya, masing-masing artikel tersebut akan memberikan paparan terkait upaya peningkatan mutu kesehatan bagi masyarakat, khususnya bagi kaum perempuan, ibu dan anak.

Selengkapnya

Artikel

Peran Regulasi dan Puskesmas dalam Upaya Peningkatan Keberhasilan ASI Ekslusif Melalui Kelompok Pendukung (KP) Ibu di Masyarakat

Kelompok Pendukung Ibu (KP Ibu) adalah kelompok berbasis masyarakat yang terdiri dari Ibu hamil dan Ibu menyusui dengan anak usia 0 – 6 bulan berjumlah 8 – 10 orang yang mengadakan pertemuan rutin setiap bulan untuk berbagi pengalaman dan informasi seputar kehamilan, melahirkan dan menyusui.

Readmore

Pencegahan Kanker Serviks pada Daerah dengan Sumber Daya Kesehatan yang Terbatas

Kanker serviks menempati ranking kedua sebagai penyakit kanker yang paling banyak diderita oleh wanita diseluruh dunia, dan yang tidak kalah mengejutkan lebih dari 80% terjadi di negara berkembang. 

Readmore

+ ARSIP

Uji Kompetensi Wajib untuk Standarisasi Lulusan Kesehatan

Posted in Berita

YOGYAKARTA, suaramerdeka.com - Uji kompetensi wajib dilakukan untuk standarisasi kompetensi lulusan kesehatan. Di Provinsi DIY, uji kompetensi sudah dilakukan pada beberapa jenis tenaga kesehatan seperti bidan, perawat, nutrisionist, sanitarian dan radiographer.

Menurut Ketua Majelis Tenaga Kesehatan DIY, Drs Elvy Effendie MSi Apt, jika di suatu provinsi belum terbentuk MTKP, uji kompetensi dilaksanakan oleh Badan Mutu Pelayanan Kesehatan (BMPK) bersama organisasi profesi.

"Jadi, sertifikat kompetensi diterbitkan BMPK bersama dengan organisasi profesi. Sedangkan untuk Surat Tanda Registrasi (STR) dikeluarkan oleh Dinkes Provinsi," paparnya pada seminar nasional "Surat Tanda Registrasi dalam Profesionalisme Perekam Medis Indonesia" di auditorium LPP Yogyakarta. Acara itu diadakan oleh Medical Record Family UGM.

Peran Perawat RS dalam Akreditasi JCI

Posted in Berita

perawat JCIJakarta (INILAH.COM)- Pengakuan lembaga internasional (JCI) terkait pelayanan rumah sakit tak lepas dari peran dan kualitas tenaga perawat yang ada di sebuah rumah sakit (RS).

Perawat telah menjadi bagian yang vital dalam proses penanganan pasien. setiap perawat dituntut untuk mengetahui dengan baik prosedur dan standar keselamatan pasien serta peran dan tanggung jawabnya.

"Hal tersebut yang menjadi dasar pentingnya pemahaman perawat tentang perannya dalam layanan kepada pasien," kata Direktur Keperawatan RS Premier Jatinegara, Taryudi Sarta, SKM,MM, dalam acara simposium keperawatan bertema 'Eksistensi Keperawatan dalam Akreditasi JCI' di RS Premier Jatinegara.

RS Pendidikan Harus Terakreditasi

Posted in Berita

stetoskopSOLO(suaramerdeka.com) Rumah Sakit yang akan didirikan oleh perguruan tinggi tidak boleh sembarangan. Sebelum melakukan pelayanan, maka rumah sakit harus terakreditasi dari sisi sarana prasarana dan kualitas pelayanannya. Hal ini sesuai dengan Undang-Undang Nomor 44 Tahun 2009 Tentang pelayanan rumah sakit.

Mantan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah, Dr Mardiatmo Sp Rad, mengatakan akreditasi ini sifatnya wajib sebagai upaya peningkatan mutu pelayanan. Akreditasi ini dilakukan secara berkala minimal tiga tahun sekali. Akreditasi dilakukan oleh lembaga independen berdasarkan standar akreditasi yang berlaku. "Rumah Sakit Pendidikan sama dengan Rumah Sakit TNI atau Polri. Harus diakreditasi dulu, masuk ke Asosiasi Rumah Sakit Pendidikan Indonesia (ARSPI)" kata Mardiatmo.

WHO Hand Hygiene Self-Assessment Framework

Posted in Berita

Hand HygieneYogyakarta (Pusat Manajemen Pelayanan Kesehatan FK-UGM). WHO pada April sampai dengan Desember 2011 lalu telah mengundang seluruh sarana pelayanan kesehatan dari tingkat dasar hingga rumah-sakit untuk berpartisipasi dalam survei global tentang program hand-hygiene. Dari hasil survey WHO akan memberikan penghargaan sarana pelayanan kesehatan dengan program hand-hygiene terbaik. Pada periode lalu (2010) RSUP Dr. Sardjito mendapatkan penghargaan dalam katagori RS dari negara berkembang.

Website lain dari PKMK FK UGM


deskesMsehatmpt
    aids2

Website terkait

   
  ahrq