Editorial, Senin 27 Oktober 2014

Pencegahan Sebelum Sakit Untuk Menuju Indonesia Hebat

rakernas

Selamat kepada Prof. dr. Nila Djuwita F. Moeloek, Sp.M. yang telah dilantik menjadi Menteri Kesehatan untuk 5 tahun ke depan pada Senin, 27 Oktober 2014. Sebagai Menteri Kesehatan yang baru, beliau memiliki kapasitas yang sesuai untuk menjabat posisi tersebut, karena selain sebagai Ketua Perhimpunan Dokter Spesialis Mata Pusat (Perdami) dan menduduki posisi di berbagai yayasan Kanker Indonesia dan Pimpinan Riset Medis di UI. Beliau juga menjadi utusan khusus Presiden RI untuk Millenium Development Goals (MDGs) tahun 2009-2014. 

Read More

jkwmutu

Agenda Mendatang

  • hongkong15

Artikel

Enam Elemen Penentu Efektivitas Palliative Care

Akses terhadap layanan kesehatan yang bermutu merupakan hak dasar setiap manusia. Namun, layanan kesehatan dasar semata tidak lagi dirasa cukup saat ini. Merebaknya penyakit yang bersifat life-limiting mendorong masyarakat mencari layanan kesehatan pendukung. Mereka bukan hanya ingin sembuh tetapi juga ingin dibantu untuk mengatasi masalah sosial dan gangguan lain sebagai dampak penyakit tersebut.

More


E-Resep Kurangi Fraud di Era JKN

Sistem e-resep mengurangi kesalahan pengobatan, mudah dibaca, memperbaiki praktek dokter dan effisiensi kesalahan apotik. Paling penting, dokter dan apotik bertukar data resep secara mudah dan cepat, menghemat waktu dan mempersingkat workflow staff serta meminimalisir kesalahan informasi komunikasi by phone dan fax.

More


Arsip Artikel >>

Harapan pada JKN

Posted in Berita

Tubasmedia.com - Sambutan masyarakat terhadap program pemerintah, Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), yang dimulai awal Januari 2014, luar biasa. Berdasarkan data Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan, hingga akhir Agustus 2014 sudah terdaftar 127 juta peserta JKN. Jumlah itu melampaui target 2014, sebanyak 121,6 juta orang.

Menkes Minta Standar Pendidikan Kefarmasian Segera Dituntaskan

Posted in Berita

Jakarta (Beritasatu.com) - Menteri Kesehatan, Nafsiah Mboi, meminta Komisi Farmasi Nasional (KFN) lebih memperhatikan sistem pendidikan tenaga kefarmasian yang berkualitas dan terakreditasi. Untuk itu, proses penyusunan standar pendidikan tenaga kefarmasian yang sedang dilaksanakan KFN bersama Ditjen Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan harus segera diselesaikan.

Website lain dari PKMK FK UGM


deskesMsehatmpt
    aids2

Website terkait

   
  ahrq