NGO trains spotlight on issues affecting quality of patient care

inquirerIt’s never time alone that heals the wound but what you do with the time that heals it.

Whenever June comes along, my thoughts invariably turn to my son Migi.

Migi was with us only for some four years. He went back to his real home 17 years ago on June 3, 1998. The passage of time does not diminish the love, but finding meaning in his early leaving has helped numb the pain of losing a child.

Continue reading

Kekuatan dan Kelemahan Pelayanan Asuhan Kebidanan: Perspektif Pasien

Pengguna pelayanan kesehatan memiliki pengalaman berharga yang dapat digunakan untuk meningkatkan mutu pelayanan kesehatan oleh provider terkait. Adanya persepsi yang berbeda antara bidan dan pasien terhadap pelayanan asuhan kebidanan, memerlukan keterlibatan pasien dalam upaya peningkatan mutu pelayanan kesehatan. Tujuan artikel ini untuk mengetahui:

  • Aspek mutu pelayanan kebidanan yang paling dihargai oleh pasien
  • Aspek mutu pelayanan kebidanan yang dapat ditingkatkan menurut kaum perempuan
  • Bagaimana pengalaman kaum perempuan dapat dipergunakan untuk menilai mutu dan meningkatkan program mutu oleh praktik kebidanan individual,

Pelayanan obstetrik di Belanda diberikan oleh primary caregiver (dokter dan bidan) serta secondary caregiver (dokter spesialis kandungan). Pada tahun 1990, perwakilan dari pasien, provider pelayanan kesehatan, agen asuransi, dan pemerintah di Belanda bertemu secara formal dalam Leidschendam Conferences, dimana mereka mendiskusikan bagaimana mutu pelayanan kesehatan terbaik dapat ditingkatkan. Semua pihak sependapat bahwa pelayanan kesehatan disediakan berdasarkan kebutuhan dibandingkan berdasarkan ketersediaan. Para bidan di Belanda mempertahankan dan meningkatkan mutu pelayanan kesehatan dan mutu organisasi, Royal Dutch Midwifery Association (KNOV) menyusun suatu sistem mutu untuk mengembangkan organisasi secara sistematis dan pengadaan pelayanan kebidanan.

Pada penelitian yang dilakukan pada 2004 di Belanda, data dikumpulkan dari 358 responden yang merupakan ibu muda dari 57 bidan. Kuesioner yang dipergunakan memuat berbagai aspek meliputi; prenatal, natal, periode post partum, dan memuat dua pertanyaan terbuka.

Sebanyak 312 responden berpartisipasi dalam penelitian ini dan diperoleh data berupa daftar sebanyak 870 aspek yang dihargai oleh responden dalam perawatan kebidanan yang mereka peroleh. Berikut adalah aspek-aspek tersebut; sopan santun (337 pernyataan positif), kompetensi profesional (224 pernyataan positif), dukungan (57 pernyataan positif). Aspek-aspek tersebut dapat dikategorikan sebagai kekuatan dalam pelayanan asuhan kebidanan. Namun, 177 responden memberikan pernyataan negatif yang memerlukan perbaikan lebih lanjut terkait aspek-aspek tersebut, yakni; dimensi organisasi (65 pernyataan negatif), kebijakan (62 pernyataan negatif), dan informasi (46 pernyataan negatif).

Aspek-aspek yang menjadi penekanan bahasan pada penelitian ini mengacu pada hasil penelitian yang dilakukan, meliputi:

  • Aspek Interpretasi Individu
  • Kompetensi Profesional
  • Informasi
  • Sopan Santun
  • Dukungan
  • Organisasi
  • Evaluasi
  • Kebijakan

Hasil penelitian ini dapat menjadi awal pengembangan instrumen peningkatan mutu pelayanan kesehatan dari perspektif kaum perempuan atau pasien yang menggunakan layanan kebidanan. Namun tidak semua hasil pada penelitian ini dapat diterapkan pada semua praktik layanan kebidanan. Bersama dengan seluruh kolega, provider lain, pasien, bidan sebaiknya ‘mengenali’ pernyataan-pernyataan yang disampaikan oleh responden. Ketika bidan dapat mengenali kekuatan dan kelemahan pada pelayanan kebidanan yang mereka berikan, maka suatu strategi yang berfokus pada pasien dapat dikembangkan dan tidak hanya mengacu pada kebijakan mutu Royal Dutch Midwifery Association (KNOV).

Disarikan oleh : Lucia Evi I.
Sumber : Bienke et al. (2006) Strengths and Weaknesses of Midwifery Care From the Perspective of Women. Evidence Based Midwifery: 4, 2006, nr. 2, p. 53-59.
http://nvl002.nivel.nl/postprint/PPpp2276.pdf

{module [150]}

Dinkes Kukar Tangani 35 Penderita Gizi Buruk

kukar dinkesTenggarong – Dinas Kesehatan Kabupaten Kutai Kartanegara saat ini menangani 35 penderita gizi buruk yang tersebar di berbagai Kecamatan.

Kepala Dinkes Kukar Koentijo mengatakan penderita gizi buruk tersebut terjadi akibat pola asupan gizi yang salah dan adanya penyakit yang menyertai karena infeksi. Penanganan penderita gizi buruk ini kini kondisinya sudah mulai membaik.

Continue reading

Asuhan Kebidanan Bermutu: Perspektif Pasien

Bidan memiliki peran penting pada pelayanan asuhan kebidanan yang diberikan kepada ibu hamil dan melahirkan, bahkan pada tahapan paska melahirkan. Bulan ini topik yang diangkat terkait dengan pelayanan kesehatan yang diberikan oleh bidan. Hal ini sejalan dengan peringatan Hari Bidan Nasional yang akan jatuh pada tanggal 24 Juni 2015, sedangkan Hari Bidan Internasional diperingati setiap tanggal 5 Mei.

Seperti tema utama peringatan bidan internasional 2015, “The World Needs Midwives More Than Ever” yang disampaikan oleh International Confederation of Midwives (ICM). Maka sebagai bentuk penghargaan terhadap upaya pelayanan kesehatan oleh profesi bidan, selama empat minggu ke depan akan dipaparkan berbagai artikel maupun informasi yang relevan dengan pelayanan kebidanan. Dua artikel minggu ini akan menguraikan dua hasil penelitian yang mengeskplorasi perspektif pasien pengguna pelayanan asuhan kebidanan serta upaya peningkatan mutu layanan. Aspek-aspek apa saja yang memberikan kontribusi yang dinilai dapat meningkatkan mutu pelayanan kebidanan, serta pendekatan yang dapat dipergunakan untuk meningkatkan mutu pelayanan kebidanan. (lei)

{module [152]}

Peningkatan Mutu Pelayanan Postnatal: Perspektif Bidan dan Insiatif Keterlibatan dalam Peningkatan Mutu

Peningkatan pelayanan pasien bersalin merupakan salah satu kebijakan utama di Inggris, namun sejauh ini masih belum menjadi prioritas utama. Meskipun aspek perawatan terhadap pasien bersalin ini secara konsisten mendapat penilaian yang rendah. Selama lebih dari dua dekade, upaya konstan dilakukan untuk mendorong perubahan pelayanan bersalin di Inggris yang memiliki latar belakang keterbatasan sumber daya, peningkatan jumlah kelahiran, serta perhatian terhadap perempuan hamil dengan kesehatan buruk.

National Health Services (NHS) Inggris, sejak tahun 1990-an sudah mengadopsi manajemen perubahan dan tools yang dipergunakan untuk meningkatkan outcomes pelayanan, antara lain; Total Quality Management (TQM), Lean Thinking, Continuous Qulaity Improvement (CQI), dan Six Sigma. Artikel ini akan menguraikan upaya peningkatan perawatan yang dilakukan di unit bersalin wilayah Inggris Selatan, dengan menggunakan pendekatan perspektif dari bidan setelah pengenalan inisiatif perbaikan mutu seluruh organisasi untuk meningkatkan pelayanan pasien postnatal di unit rawat inap dan proses transfer pasien tersebut kembali ke rumah.

Penelitian ini berlangsung di salah satu distrik rumah sakit umum di Inggris Selatan dengan sekitar 6 ribu kelahiran per tahun. Continuous Quality Improvement (CQI) merupakan pendekatan yang dipilih dalam penelitian ini, karena dianggap paling sesuai menginformasikan peningkatan mutu yang terjadi di lokasi penelitian.

Perencanaan Upaya Perbaikan
Upaya ini diikuti dengan sejumlah langkah yang dapat diinformasikan dengan menggunakan pendekatan CQI, untuk mengidentifikasi dimana perubahan yang bisa dicapai oleh organisasi guna mendukung persiapan yang lebih baik untuk masa pemulihan pasien paska bersalin dan proses transfer pasien tersebut.

Materi Upaya Perbaikan
Setelah upaya persiapan perbaikan dilaksanakan, perubahan diterapkan di seluruh organisasi, termasuk uji coba dan pengenalan catatan baru sebagai bukti cepat berdasarkan perawatan individu, yang sejalan dengan pedoman National Institute for Health and Clinical Excellence (NICE).

Materi Kuesioner
Materi kuesioner sebagian besar berisi pertanyaan tertutup, dengan lima skala likert. Namun ada opini bidan yang dapat disampaikan pada saat menjawab pertanyaan terbuka. Isi kuesioner digunakan untuk mengetahui pandangan bidan terhadap dampak revisi peran mereka pada pelayanan postnatal dan mengekplorasi tingkat keterlibatan mereka pada proses peningkatan kualitas pelayanan.

Entri Data dan Analisis
Data kuantitatif dientri (diinput) dan dianalisis untuk menyajikan hasil statistik deskriptif. Pernyataan terbuka ditranskrip dan dipilih pernyataan yang dapat mendukung pandangan bidan terhadap perubahan peningkatan mutu.

Ethical Approval
Persetujuan etik diperoleh dari Berkshire Ethic Commitee.

Hasil
Respon Rate dan Data Awal
Pada penelitian ini, dari 178 bidan yang bekerja di post unit, diharapkan sebanyak 149 responden bersedia berpartisipasi karena terlibat di berbagai aspek pelayanan postnatal. Namun pelaksanaannya, sejumlah 68 (49%) bidan yang bersedia berpartisipasi. Sebanyak 18 bidan bertugas di bangsal postnatal, 25 bidan bertugas di bangsal persalinan, dan 25 bidan bertugas di komunitas masyarakat.

Respon dari bidan sendiri meliputi beberapa hal, yaitu:

  • Perbaikan organisasi pada pelayanan di bangsal postnatal
  • Perbaikan kamar bersalin pada perawatan postnatal
  • Perbaikan catatan baru pada perawatan postnatal
  • Perbaikan konten pelayanan postnatal oleh bidan bagi masing-masing individu pasien
  • Pandangan secara keseluruhan terhadap perbaikan pelayanan postnatal

Hasil akhir penelitian ini menyampaikan bahwa apapun pendekatan peningkatan mutu yang dipergunakan, sebaiknya tetap melibatkan pihak stakeholder dari luar. Bidan memiliki peran utama dalam pelayanan postnatal dan memerlukan keterlibatan mereka pada semua tahap. Identifikasi hambatan terhadap kinerja sistem menjadi feed back yang penting dalam keberhasilan upaya ini.

Secara lengkap, hasil dan uraian lengkap mengenai penelitian peningkatan mutu pelayanan pasien rawat inap pada pelayanan postnatal, dapat diakses melalui link berikut:
http://www.biomedcentral.com/content/pdf/1472-6963-11-293.pdf 

Disarikan oleh : Lucia Evi I.
Sumber : Bick et al., (2011) Improving Inpatient Postnatal Services: Midwives Views and Perspectives of Engagement in a Quality Improvement Initiative. BMC Health Services Research 2011, 11:293
http://www.biomedcentral.com/1472-6963/11/293 

{module [150]}