Learn, Connect, Growth | Tingkatkan Mutu Pelayanan Kesehatan Indonesia

covmutu

Pengantar, 7 Februari 2023

jica3

Salam Sehat Bapak/Ibu Pemerhati Mutu Layanan Kesehatan,
Minggu ini kami menyajikan berita dan artikel Pemanfaatan Kode ICD-10 Sebagai Standar Pelaporan Penyakit Berpotensi Wabah.

Kita ketahui bahwa data yang berkualitas sangat penting dalam menentukan Kejadian Luar Biasa (KLB) di berbagai tingkatan dan dalam analisis surveilans untuk mencegah terjadinya KLB di masa depan. Berbagai cara dapat dilakukan untuk memastikan pelaporan terstandar, salah satunya menggunakan kode klasifikasi penyakit ICD-10.

Bapak ibu kami ajak untuk mempelajari hasil pertemuan pemanfaatan kode ICD-10 sebagai standar pelaporan penyakit berpotensi wabah.

  • banner bimtekau

  • isqua23

Serial Webinar 1
Situasi Strategi Terkini Pengendalian Fraud Program JKN

25jan23

Kegiatan pengendalian kecurangan (fraud) program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) seolah terhenti saat COVID-19 mulai masuk ke Indonesia. Pada masa-masa ini kegiatan di berbagai sektor difokuskan untuk percepatan pemulihan kondisi masyarakat dan negara akibat hantaman COVID-19. Meski kegiatan pencegahan fraud menurun, ternyata kasus-kasus potensi fraud tidak benar-benar punah. Potensi-potensi fraud yang muncul berubah bentuk. Jamak ditemui potensi-potensi fraud terkait layanan COVID-19. Meskipun masih perlu pembuktikan apakah kasus-kasus ini benar fraud atau tidak.
Informasi selengkapnya terkait agenda dan link webinar tersebut dapat diakses pada link berikut

Readmore


Pemanfaatan Kode ICD-10 Sebagai Standar Pelaporan Penyakit Berpotensi Wabah

25jan23

Program yang didanai oleh CDC ini melaporkan kegiatan pilot potensi standarisasi pelaporan penyakit berpotensi wabah menggunakan set kode ICD-10 berdasarkan data rekam medis di puskesmas. Pertemuan ini dihadiri oleh perwakilan Direktorat Surveilans dan Karantina Kesehatan yang mengelola program Sistem Kewaspadaan Dini dan Respons, WHO, dan juga CDC. Kegiatan pilot dilaksanakan di 10 puskesmas yang tersebar di 5 Kabupaten/Kota di Daerah Istimewa Yogyakarta bertujuan untuk memvalidasi kode diagnosis ICD-10 terhadap klasifikasi penyakit berpotensi wabah berdasarkan SKDR serta meningkatkan kualitas pelaporan dan juga respon alert dari SKDR. Sebelumnya telah dilaksanakan FGD bersama dokter umum dan tim surveilans puskesmas pada tanggal 26 Oktober 2022 yang untuk melihat proses kerja puskesmas terkait program SKDR nasional. Kemudian dilanjutkan dengan analisis retrospektif data kasus berdasarkan mapping kode ICD-10 yang berkorelasi dengan angka kasus yang dilaporkan ke dalam aplikasi SKDR.

Readmore


+ ARTIKEL LAIN

When the highly infectious mpox virus, formerly called monkeypox, was declared a public health emergency in August of last year, more than 450 people were testing positive every day. With more than 30,000 cases and 28 deaths, many feared mpox could become the next pandemic.

The virus -- characterized by a painful rash and deep lesion -- was primarily spreading via skin-to-skin contact among sexual networks.

The CDC just released upcoming changes to both the ICD-10-CM diagnosis code set and the official coding guidelines. The new changes include 42 diagnosis code additions, seven deletions, and one code revision. All changes will go into effect April 1, which should give revenue cycle leaders time to train staff and update their coding systems.

Pemerintah berkomitmen melawan demam berdarah dengan target dengan mencapai nol kematian akibat demam berdarah (Zero Dengue Death) pada tahun 2030.

Melalui Strategi Nasional Penanggulangan Demam Berdarah Dengue 2021-2025, Pemerintah menargetkan angka kasus demam berdarah yaitu kurang dari 49 per 100.000 penduduk pada 2024. Angka tersebut akan menuju nol kasus kematian pada 2030.

Telemedicine atau pemberian layanan klinis dari jarak jauh menggunakan teknologi informasi dan komunikasi semakin dikenal dan diminati sejak terjadinya pandemi COVID-19. Saat awal pandemi, pemerintah juga mendorong penggunaan layanan telemedicine untuk menekan risiko penularan penyakit hingga penggunaan teknologi ini sempat melonjak hingga 600% dari sebelum adanya pandemi. Karena fenomena ini, sejarah kemunculan telemedicine sering dikaitkan dengan pandemi COVID-19.