Learn, Connect, Growth | Tingkatkan Mutu Pelayanan Kesehatan Indonesia

covmutu

Editorial, 21 Januari 2021

Outlook 2021: Manajemen Mutu Pelayanan Kesehatan dalam Pandemi Covid-19.

Tahun 2021 masih merupakan tahun pandemi Covid-19, Pandemi ini telah menjadi katalisator mutu pelayanan Kesehatan yang menyebabkan terjadinya perubahan dan menimbulkan kejadian baru atau mempercepat suatu peristiwa yang terkait dalam penerapan berbagai kegiatan dan inovasi mutu pelayanan kesehatan. Kaitannya dalam mutu pelayanan kesehatan, disamping Covid-19 berdampak negatif namun pandemi ini juga dapat membawa dampak positif, yakni sebagai katalis beberapa inovasi dan upaya-upaya peningkatan mutu berjalan menjadi lebih cepat, dengan kecepatan yang lebih cepat dibandingkan sebelum Pandemi.

Hingga akhir tahun 2021, terdapat 3 point dalam Sistem Manajemen Mutu (SMM) pelayanan kesehatan yang akan dilalui kedepannya, yakni Fasyankes akan terus menerapkan apa yang disebut sebagai balancing act, terus melakukan re-design pelayanan baik pelayanan klinis maupun non klinis dan menjadi Fasyankes yang smart yakni menjadi RS atau Puskesmas yang pintar dengan memanfaatkan tekhnologi yang ada.

Minggu ini akan kami sajikan artikel dan berita terkait dengan sistem manajemen mutu pelayanan kesehatan dalam pandemi Covid-19.

Reportase Outlook tahun 2021: Manajemen Mutu Pelayanan Kesehatan dalam Pandemi Covid-19

design banner outlook1Outlook kebijakan kesehatan yang telah diselenggarakan pada tanggal 20 Januari 2021 lalu, membahas apa yang terjadi di tahun 2020, dan apa yang mungkin akan terjadi tahun 2021. Hadir sebagai salah satu narasumber dalam pertemuan tersebut yakni Dr. dr Hanevi Djasri MARS, FISQua, yang menyampaikan materi terkait Manajemen Mutu Pelayanan Kesehatan dalam Pandemi Covid-19. selengkapnya dapat di simak pada link berikut

Readmore


Strategi Penguatan Surveilans Covid-19

Surveilans Kesehatan adalah kegiatan pengamatan yang sistematis dan terus menerus terhadap data dan informasi tentang kejadian penyakit atau masalah kesehatan dan kondisi yang mempengaruhi terjadinya peningkatan dan penularan penyakit atau masalah kesehatan untuk memperoleh dan memberikan informasi guna mengarahkan tindakan pengendalian dan penanggulangan secara efektif dan efisien.

Readmore


+ ARTIKEL LAIN

ON MARCH 1, 2020, New York State Governor Andrew Cuomo confirmed the first case of the novel coronavirus 2019 (COVID-19) in New York City.1 Unfortunately, by April 30, 2020, over 22,000 New Yorkers had contracted COVID-19.2 New York City Health + Hospitals (NYC H+H), the nation's largest municipal health system, overwhelmingly experienced the pandemic's disproportionate impact on immigrant and lower-income communities firsthand.

The novel coronavirus pandemic has spawned four intertwined health care crises that reveal and compound deep underlying problems in the health care system of the United States. In so doing, however, the pandemic points the way toward reforms that could improve our ability not only to cope with likely future epidemics but also to serve the basic health care needs of Americans.

Akreditasi Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama merupakan salah satu bentuk jaminan mutu pelayanan kesehatan oleh Negara sesuai dengan Peraturan Menteri Kesehatan nomor 46 tahun 2015. Pada masa pandemi covid-19 saat ini seluruh potensi Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) di Kota Yogyakarta dioptimalkan untuk mencegah penyebaran dan penatalaksanaan kasus Covid-19 di wilayah kerjanya.

Pandemi COVID-19 membuat berbagai negara perlu menerapkan agenda reformasi kesehatan. Tak terkecuali bagi Indonesia. Namun hal itu tidak bisa berjalan tanpa adanya kolaborasi sejumlah pihak, evaluasi, monitoring terhadap tata kelola dan pendanaan, serta pembenahan dalam pelayanan dasar kesehatan.