Pembahasan Alur Rujukan dan Kebijakan KIA Dinas Kesehatan Kota Bontang Tahun 2015

22apr-1

Angka Kematian Ibu dan Bayi di Indonesia masih cukup memprihatinkan terlebih apabila kita bandingkan dengan para negara tetangga di Asia. Data terakhir yang ada yaitu AKI dan AKB dari tahun 2007 dari SDKI. AKI berada pada posisi 228/100.000 kelahiran hidup dan AKB ada 34/1000 kelahiran hidup. Sedangkan AKI di Kota Bontang tahun 2014 sebanyak : 8 kasus dan AKB : 41 kasus. Angka ini lebih memprihatinkan apabila kita lihat AKI dan AKB Tahun 2013, jumlah riil kematian ibu dan bayi. Khusus untuk Ibu memberi kontribusi kematian yang cukup besar kurang lebih sebesar 232% , dan komponen ini sangat terkait dengan pelayanan kesehatan ibu hamil, bersalin dan nifas.

Hal ini cukup membuat program Kesehatan Ibu dan Bayi harus melaksanakan upaya akselerasi mengingat hampir semua ibu hamil sudah bertemu dengan tenaga kesehatan pada saat mereka mendapatkan pelayanan antenatal pertama kali. Angka capaian tahun 2014 di Kota Bontang menunjukkan Kunjungan I Antenatal mencapai 103.6%, kunjungan antenatal minimal 4 kali (K4) lebih kecil yaitu 100.1% Sayangnya belum semua ibu tersebut mendapatkan pelayanan Antenatal berkualitas, mengingat angka dan bahkan tidak semua mendapatkan pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan terampil (Pn. 96.8%).

Continue reading

Workshop Penyusunan Dokumen Sistem Manajemen Mutu Puskesmas Timika Kabupaten Mimika

Kerangka Acuan

Workshop Penyusunan Dokumen Sistem Manajemen Mutu
Puskesmas Timika 
Kabupaten Mimika

  PENGANTAR

Penyusunan dokumen sistem manajemen mutu merupakan bagian penting dari tahapan pengembangan sistem manajemen mutu. Terdapat beberapa dokumen yang dipersyaratkan dan harus dibuat apabila sebuah organisasi akan menerapkan sistem manajemen mutu berbasis standar ISO 9001:2008. Dokumen dokumen tersebut meliputi:

  1. Pedoman Mutu
  2. Prosedur Pengendalian Dokumen
  3. Prosedur Pengendalian Rekaman
  4. Prosedur Audit Internal
  5. Prosedur Pengendalian Hasil Pelayanan yang Tidak Sesuai
  6. Prosedur Tindakan Perbaikan dan Pencegahan

Pedoman Mutu Organisasi Puskesmas merupakan sebuah dokumen yang menggambarkan secara umum tentang organisasi puskesmas dalam upaya mencapai peningkatan mutu pelayanannya. Pedoman Mutu dan dokumen wajib ini nantinya berlaku bagi seluruh fungsi yang ada di organisasi puskesmas sebagai acuan seluruh fungsi yang ada di puskesmas dalam mengupayakan interaksi yang saling mendukung untuk mendapatkan hasil pelayanan yang diharapkan.

  TUJUAN

Workshop penyusunan dokumen sistem manajemen mutu ini tujuan utamanya adalah untuk menghasilkan draft dokumen mutu sebagai dasar penerapan sistem manajemen mutu berbasis standar ISO 9000 pada organisasi puskesmas. Disamping itu diharapkan dapat membantu peserta dalam:

  1. Pemahaman tentang penerapan persyaratan standar ISO 9001:2008
  2. Pemahaman tentang dokumentasi sistem manajemen mutu
  3. Pemahaman tentang pengelolaan dan pemeliharaan dokumentasi sistem manajemen mutu

  PESERTA

Peserta yang diharapkan hadir pada workshop ini adalah tim mutu puskesmas ataupun staf yang telah ditunjuk organisasi puskemas dalam rangka persiapan penerapan sistem manajemen mutu.