Beyond Standards: Exploring the Impact of Hospital Accreditation on Patients’ Experience
Presentasi oleh Prof. Mahi Al Tehewy dari Ain Shams University membahas dampak akreditasi rumah sakit terhadap pengalaman pasien. Akreditasi meningkatkan beberapa aspek pengalaman pasien, terutama dalam hal komunikasi dan manajemen lingkungan rumah sakit. Meski demikian, perbaikan lebih lanjut diperlukan, terutama dalam hal responsivitas terhadap pasien dan pemberian informasi obat-obatan. Presentasi ini menyoroti pentingnya akreditasi rumah sakit dalam meningkatkan kualitas interaksi dan pengalaman pasien, meskipun beberapa aspek masih memerlukan perhatian lebih.
Poin-poin utama:
- Pengalaman pasien adalah akumulasi semua interaksi yang membentuk persepsi pasien terhadap perawatan, meliputi fakta objektif dan pandangan subjektif pasien selama mendapatkan pelayanan kesehatan.
- Pengalaman pasien berbeda dengan kepuasan pasien. Kepuasan berfokus pada apakah ekspektasi pasien terpenuhi, sementara pengalaman mencakup apa yang sebenarnya terjadi selama perawatan.
- Pentingnya Pengalaman Pasien: Pengalaman pasien menjadi metrik penting untuk kualitas layanan kesehatan. Memperbaiki pengalaman pasien dapat meningkatkan reputasi rumah sakit, efisiensi, pendapatan, kepuasan staf, dan mengurangi risiko tuntutan hukum.
- Pengukuran Pengalaman Pasien: Pengukuran pengalaman pasien dilakukan dengan menggunakan berbagai metode seperti survei HCAHPS (Hospital Consumer Assessment of Healthcare Providers and Systems), wawancara mendalam, dan komunikasi langsung dengan pasien.
Survei HCAHPS mencakup berbagai aspek, termasuk komunikasi dengan dokter dan perawat, kebersihan lingkungan rumah sakit, manajemen nyeri, dan informasi tentang pengobatan serta proses keluar dari rumah sakit. - Pengaruh Akreditasi Rumah Sakit terhadap Pengalaman Pasien:
Studi ini membandingkan pengalaman pasien di rumah sakit terakreditasi dan non-terakreditasi di Ain Shams University Hospitals. Hasil menunjukkan bahwa akreditasi meningkatkan komunikasi dengan perawat, dokter, manajemen nyeri, serta lingkungan rumah sakit. Namun, pengalaman terkait informasi obat-obatan lebih baik di rumah sakit non-terakreditasi. Secara keseluruhan, pasien di rumah sakit terakreditasi memberikan penilaian yang lebih tinggi untuk rumah sakit dan lebih mungkin merekomendasikannya kepada orang lain.
Penulis: dr. Eka Viora, SpKJ, FISQua
“Patient Engagement Puzzle” adalah sebuah konsep yang menggambarkan kompleksitas dalam melibatkan pasien dalam perawatan kesehatan sehingga kita dapat merancang kebutuhan pasien secara bersama dengan karakteristik atau kebutuhan yang berbeda, baik yang menghadapi berbagai jenis stigma atau yang mungkin menunjukkan kerentanan yang dinamis selama menjalani perawatan. Keterlibatan pasien melibatkan banyak aspek, mulai dari pemahaman pasien tentang kondisi mereka, komunikasi antara pasien dan penyedia layanan kesehatan, hingga dukungan sistem kesehatan yang memadai. Semua aspek ini saling terkait dan membentuk sebuah gambaran yang kompleks. Berikut ini terdapat 2 pemateri yang membahas secara detail mengenai Patient Engagement Puzzle yang dimoderatori oleh Anna Edwards seorang Associate Director Transformation and Change.

Ribuan investigasi terhadap insiden pasien telah dilakukan di seluruh dunia setiap tahunnya. Tentunya kegiatan ini menghabiskan banyak waktu dan sumber daya. Namun, nilainya dipertanyakan karena insiden serius terus saja berulang dan sering kali tidak memenuhi kebutuhan pesien. Pada sesi ini 3 pemateri yakni Jeffrey Braithwaite selaku Foundation Director Australian Institute of Health Innovation, Siri Wiig selaku Professor of Quality and Safety in Health care Systems University of Stavanger, Norway dan Peter Hibbert yang merupakan Stream Lead in Appropriate Care and Patient Safety Macquarie University’s Australian Institute of Health Innovation (AIHI). Semua pemateri menyajikan berbagai pendekatan yang dilakukan secara nasional dalam melakukan investigasi, kemudian memaparkan model sistem yang inovatif dalam konteks investigasi terkait cara melibatkan konsumen atau masyarakat dalam proses investigasi.
Sesi short orals- patient safety and quality improvement dimoderatori oleh Dr Ahmed Abdel Hamid Taha, yang saat ini menjabat sebagai Chairman of the Egyptian General Authority for Healthcare Accreditation and Regulation, GAHAR (Ketua Otoritas Umum Mesir untuk Akreditasi dan Regulasi Layanan Kesehatan, GAHAR). Sesi Short oral disampaikan oleh lima presenter yakni Anjuman Begum, Carol R. Horowitz, Gang Chen, Methodius Okouzi dan Nurshaim Tilenbaeva.
Istanbul, Turki, 24-27 September 2024
Stigma seputar masalah kesehatan jiwa masih sulit dihilangkan. Beberapa stigma, seperti depresi, gangguan kecemasan, dan stres, sering kali dikaitkan dengan rendahnya keimanan seseorang. Bahkan, pekerja yang berupaya mencari layanan kesehatan jiwa tak jarang dipandang “sudah tidak mampu lagi bekerja.”
With increasing recognition of bullying in academic settings, it is vital that institutions adhere to their own policies and protocols when supporting victims of bulling and abusive behaviour in medical academia.