Doctors call for increased awareness on stroke, stress early intervention

‘Minutes can save lives’, the theme of World Stroke Day 2021 rightly conveys the importance of admitting a person with symptoms of stroke to a stroke-ready hospital at the earliest. Doctors simply put stroke as the equivalent of heart attack in the brain. It occurs when a blood vessel taking blood and oxygen to the brain gets blocked (ischemic stroke) or ruptured (haemorrhagic stroke).

Continue reading

Sambut Hari Stroke Sedunia, UNESA Gandeng Mitra Helat Webinar Pencegahan Stroke

Menyambut Hari Stroke Sedunia yang diperingati setiap 29 Oktober, Pusat Kajian Ilmu Keolahragaan (PKIK) UNESA bersama National Hospital Surabaya, Kortex, Indonesia Brain Spine Community dan Granostic menyelenggarakan webinar “Pencegahan Stroke dan Peningkatan Derajat Aktivitas Fisik Civitas Academica UNESA” pada Kamis, 21 Oktober 2021 di Lantai 11 Rektorat UNESA Kampus Lidah Wetan.

Continue reading

Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pelaksanaan Program Pencegahan dan Pengendalian Infeksi di Rumah Sakit

Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI) merupakan suatu upaya untuk mencegah dan meminimalkan terjadinya suatu infeksi kepada pasien, petugas, pengunjung serta masyarakat disekitar pelayanan kesehatan. Untuk itu, perlu suatu upaya agar kejadian infeksi tidak terjadi di suatu layanan kesehatan. Salah satu yang dapat dilakukan adalah membuat dan menjalankan suatu program kerja dengan harapan agar dapat menangani kasus-kasus infeksi yang terjadi. Program PPI meliputi proses melakukan perencanaan, pelaksanaan, pembinaan, pendidikan dan pelatihan, serta pemantauan dan evaluasi.

Upaya menjalankan program PPI tidak hanya dilakukan oleh petugas kesehatan di rumah sakit, tetapi diperlukan kerjasama antara rumah sakit, pasien, dan fasilitas pelayanan kesehatan lainnya untuk mencegah pasien, tenaga kesehatan, dan pengunjung dari infeksi yang tidak terduga sehingga dapat meningkatkan kualitas fasilitas pelayanan kesehatan, mengurangi kejadian HAIs (Healthcare Associated Infections), dan untuk mengidentifikasi serta mengurangi risiko infeksi yang didapat dan ditularkan di antara pasien, staf, tenaga kesehatan, pekerja kontrak, relawan, pelajar, dan pengunjung.

Sebuah studi yang dilakukan oleh Madamang, dkk (2021) telah mengkaji faktor-faktor yang menjadi penghambat dalam penerapan PPI dengan melakukan telaah literatur untuk mengetahui secara umum gambaran faktor-faktor yang mempengaruhi penerapan PPI di Rumah Sakit. Berdasarkan hasil pencarian literatur ditemukan bahwa sikap dan prilaku, pendidikan dan pelatihan, dukungan manajemen, fasilitas, supervisi atau pengawasan serta dukungan pimpinan merupakan faktor-faktor yang dapat mempengaruhi pelaksanaan program pencegahan infeksi. Semakin baik sikap dan perilaku tenaga kesehatan dalam menjalankan program PPI maka semakin baik pula pelaksanaan program PPI yang di jalankan, sebaliknya tenaga kesehatan yang menunjukkan sikap dan prilaku yang negatif maka akan menghambat pelaksanaan program PPI.

Adanya dukungan pimpinan dan dukungan manajemen yang kuat yang di berikan kepada praktisi pencegahan infeksi di rumah sakit, maka semakin meningkatkan kinerja tim PPI. Dukungan yang kuat merupakan modal utama dalam menjalankan suatu program yang ada, sehingga sangat perlu dukungan yang diberikan pimpinan kepada tim pencegahan infeksi. Selanjutnya, Ketersediaan fasilitas penunjang pelaksanaan program merupakan hal yang utama dalam penerapan program, dengan adanya fasilitas yang memadai, praktik dalam penerapan program pencegahan infeksi dapat berjalan dengan baik, di samping itu proses supervisi yang ketat akan menunjang pencapaian program yang lebih baik. Baca lebih lanjut pada link berikut:

KLIK DISINI

 

Sumber:
Madamang, I., Sjattar, E. L., & Kadar, K. (2021). Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pelaksanaan Program Pencegahan dan Pengendalian Infeksi di Rumah Sakit: Literatur Review. Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES (Journal of Health Research Forikes Voice), 12, 163-166.

 

 

FORUM MUTU IHQN KE-17

Peran berbagai kegiatan peningkatan mutu pelayanan kesehatan dalam transformasi sistem kesehatan 2021-2024

PENGANTAR

Pandemi Covid-19 menjadi momentum bagi para pelaku industri pelayanan kesehatan untuk melakukan perubahan agar pelayanan yang diberikan lebih efektif dan efisien, salah satunya dengan melakukan transformasi sistem kesehatan. Sejalan dengan visi Presiden untuk mewujudkan masyarakat yang sehat, produktif, mandiri dan berkeadilan, tahun 2021-2024 telah dilakukan transformasi sistem kesehatan melalui enam (6) pilar yakni transfromasi Pelayanan Primer, Layanan Rujukan, Sistem Ketahanan Kesehatan, sistem pembiayaan kesehatan, SDM Kesehatan, dan tekhnologi kesehatan.

Hal ini menjadi tantangan bagi pemerhati mutu layanan kesehatan untuk mampu mengambil peran berbagai upaya peningkatan mutu pelayanan kesehatan dalam transformasi sistem kesehatan. Oleh karena itu, forum ini dikembangkan dalam kemitraan erat dengan mitra strategis daerah, bertujuan untuk mempertemukan para profesional kesehatan yang memiliki perhatian dan semangat untuk meningkatkan mutu dan keselamatan pelayanan kesehatan. Forum juga diadakan untuk mempelajari praktik-praktik terbaik terutama pengalaman dalam meningkatkan mutu layanan Kesehatan.

Berbeda dengan Forum Mutu IHQN sebelumnya, dimana saat ini kita masih diharuskan untuk membatasi kontak langsung untuk mengurangi penyebaran COVID-19, sehingga pelaksanaan Forum Mutu IHQN ke-17 ini masih dilaksanakan secara online. Pelaksanaan secara online diharapkan tidak mengubah esensi diskusi sehingga dapat menjawab berbagai kebutuhan daerah dan membawa pembelajaran nasional terbaik untuk permasalah saat ini.

PESERTA

Peserta yang diharapkan dapat ikut serta dalam Forum Mutu ini adalah:

  1. Pengelola fasilitas pelayanan kesehatan: Direktur/ Manajer RS, Kepala Puskesmas dan Pimpinan klinik dan fasilitas pelayanan kesehatan lainnya
  2. Regulator: Kementerian Kesehatan, Dinas Kesehatan, Organisasi profesi (IDI, POGI, HOGSI, IDAI, PPNI, IBI, dsb), lembaga asuransi/ pembiayaan kesehatan (BPJS Kesehatan, Jamkesda, Asuransi Kesehatan Swasta), lembaga sertifikasi/ akreditasi (KARS, KALK, ISO, MenPAN, Badan Mutu, dsb), LSM bidang kesehatan dan sebagainya
  3. Klinisi: Dokter spesialis, dokter umum, dokter gigi, perawat, bidan, penunjang medik, dsb
  4. Mahasiswa: S1, S2, Pendidikan dokter spesialis, S3
  5. Pemerhati mutu pelayanan kesehatan: Dosen, Peneliti, Konsultan

INVESTASI

Forum ini dapat diikuti secara gratis (Free)

AGENDA

Agenda Forum Mutu IHQN ke-17
Hari/ Tanggal : 1 – 2 Desember 2021
Metode : Dilaksanakan secara Online melalui webinar/ zoom meeting

Sesi Pagi, 1 Desember 2021: Pembukaan Forum Mutu

  • Pembicara I: Prof. Dr. dr. Med. Akmal Taher, Sp.U(K) (Guru Besar di FKUI)
  • Pembicara 2: dr. Upik Rukmini, MKM (Koordinator Pelayanan Kesehatan Primer Kemenkes)
  • Pembicara 3: dr. Nyoman Gunarta MPH (Kepala Dinas Kesehatan Badung-Provinsi Bali)

Sesi Siang, 1 Desember 2021:

  • Pembicara I: dr. Kalsum Komaryani, MPPM (Direktur Mutu & Akreditasi Kementerian Kesehatan RI)
  • Pembicara 2: Dr. dr. Viera Wardhani, M.Kes (Dosen S2 MMRS Fakultas Kedokteran UB Malang)
  • Pembicara 3: Dr. Dra Dumilah Ayuningtyas MARS (Dosen Fakultas Kesehatan Masyarakat UI Jakarta):

Sesi Pagi, 2 Desember 2021:

  • Pembicara I: drh. Endang Burni Prasetyowati, M.Kes (Kepala Subdirektorat Surveilans)
  • Pembicara 2: dr. Guardian Yoki Sanjaya, MHlthInfo (Dosen S2 SIMKES FK KMK UGM)
  • Pembicara 3: dr. Muhammad Hardhantyo MPH, Ph.D, FRSPH (Peneliti PKMK FK KMK UGM)

Sesi Siang, 2 Desember 2021:

  • Pembicara I: Dr. dr. Hanevi Djasri, MARS FISQua dan dr. Aldilas A.N., M.Sc
  • Pembicara 2: dr. Azid Mahardinata (RS Akademik UGM Yogyakarta)
  • Pembicara 3: dr. Raditya Kusuma Tejamurti (Puskesmas Minggir)

JADWAL ACARA DAN MATERI

HARI PERTAMA (1 DESEMBER 2021)

 

Tanggal 1 Desember 2021
Pukul 09.00-12.00 (WIB) Pukul 13.00-16.00 (WIB)
Pukul

Sub Topik:

Konsep dan Pelaksanaan Integrasi Mutu Pelayanan Kesehatan Primer: Transformasi Layanan Primer

Pukul

Sub Topik:

Sistem, Lembaga, dan Standar Akreditasi RS Baru di Indonesia: Transformasi Layanan Rujukan

08.00 - 09:10

Pembukaan Forum Mutu ke-17 oleh Ketua IHQN:
Dr. dr. Hanevi Djasri, MARS

Pengantar: Eva Tirtabayu Hasri S.Kep,MPH
13:00-13:10 Pengantar: Dr. dr. Hanevi Djasri, MARS, (Ketua IHQN)
09:10-09:50

Pembicara 1:

Prof. Dr. dr. Med. Akmal Taher, Sp.U (K) (Guru Besar di FKUI)

Memahami Perlunya Integrasi Pelayanan Kesehatan Primer

video

13:10-13:50

Pembicara 1:

dr. Sunarto, M.Kes

Kebijakan dan Strategi Terkini Akreditasi Nasional RS di Indonesia

materi   video

09:50-10:30

Pembicara 2:

dr. Upik Rukmini, MKM (Koordinator Pelayanan Kesehatan Primer Kemenkes RI)

Konsep Pelaksanaan Integrasi Pelayanan Kesehatan Di FKTP

materi   video

13:50-14:30

Pembicara 2:

Dr. dr. Viera Wardhani, M.Kes (Dosen S2 MMRS Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya-Malang)

Memahami Pedoman ISQua dalam Pengembangan Standar Akreditasi Pelayanan Kesehatan

Materi   video

10:30-11:10

Pembicara 3:

dr. Nyoman Gunarta MPH (Kepala Dinas Kesehatan Badung-Provinsi Bali)

Gambaran Uji Coba Konsep Pelaksanaan Integrasi Pelayanan Kesehatan Di FKTP

materi   video

14:30-15:10

Pembicara 3:

Dr. Dra. Dumilah Ayuningtyas, MARS (Dosen Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia)

Memahami Pedoman ISQua dalam Pengembangan Lembaga Akreditasi Pelayanan Kesehatan

materi   video

11:10-11:50

Diskusi: Eva Tirtabayu Hasri S.Kep,MPH

video

15:10-15:50

Diskusi: Dr. dr. Hanevi Djasri, MARS, Ketua IHQN

video

11:50-12:00 Penutup: Eva Tirtabayu Hasri S.Kep,MPH 15:50-16:00 Penutup: Dr. dr. Hanevi Djasri, MARS, Ketua IHQN
Reportase Reportase 

 

HARI KEDUA (2 DESEMBER 2021)

 

Tanggal 2 Desember 2021
Pukul 09.00-12.00 (WIB) Pukul 13.00-16.00 (WIB)
Pukul

Sub Topik:

Peningkatan Mutu Sistem Kewaspadaan Dini dan Respon: Transformasi Sistem Ketahanan Kesehatan

Pukul

Sub Topik:

Pemanfaat Data dan Teknologi Informasi dalam Peningkatan Mutu: Transformasi Teknologi Kesehatan

09:00-09:10 Moderator: dr. Novika Handayani 13:00-13:10 Moderatorr: Lucia Evi, SE, MPH
09:10-09:50

Pembicara 1:

Edy Purwanto, SKM, M.Kes (Kepala Subdirektorat Surveilans)

Pelatihan Penggunaan Aplikasi Sistem Kewaspadaan Dini dan Respon (SKDR) bagi Petugas Surveilans di Dinas Kesehatan Kabupaten / Kota melalui kurikulum yang terakreditasi oleh PPSDM Kemenkes

Materi   video

13:10-13:50

Pembicara 1:

Dr. dr. Hanevi Djasri, MARS, FISQua dan dr. Aldilas A.N., M.Sc (Peneliti PKMK FK KMK UGM)

Pemanfaatan data Klaim INA CBG dan PCare untuk meningkatkan mutu pelayanan kesehatan

materi   video

09:50-10:30

Pembicara 2:

dr. Guardian Yoki Sanjaya, MHlthInfo (Dosen S2 SIMKES FK KMK Universitas Gadjah Mada)

Peningkatan Mutu Sistem Kewaspadaan Dini dan Respon: Transformasi Digital untuk Ketahanan Kesehatan

Materi   video

13:50-14:30

Pembicara 2:

dr. Azid Mahardinata (RS Akademik UGM)

Pengalaman pemanfaatan data klaim INA CBG dan SIM RS dalam kegiatan peningkatan mutu

materi   video

10:30-11:10

Pembicara 3:

dr. Muhammad Hardhantyo MPH, Ph.D, FRSPH (Peneliti PKMK FK KMK UGM Universitas Gadjah Mada)

Otomatisasi Pengisian Data Surveilans Kewaspadaan Dini Pada Penyakit Yang Berpotensi Wabah Melalui Integrasi SKDR dengan database JKN

Materi   video

14:30-15:10

Pembicara 3:

dr. Raditya Kusuma Tejamurti
(Puskesmas Minggir)

Pengalaman pemanfaatan data PCare dan SIMPUS dalam kegiatan peningkatan mutu

materi   video

11:10-11:50 Diskusi: dr. Novika Handayani 15:10-15:50 Penutup: Dr. dr. Hanevi Djasri, MARS, FISQua
Reportase Reportase

 

GALLERY FOTO

 

PRE-FORUM

Penyelenggaraan forum mutu akan di awali dengan kegiatan pre forum, yang dilaksanakan dalam bentuk bimbingan teknis, diantaranya:

  1. Bimtek Audit Mortality Pasien yang Meninggal karena Covid-19
  2. Bimtek Peningkatan Mutu Tatalaksana Dimensia
  3. Bimtek Audit Asuhan Keperawatan

INVESTASI

Mahasiswa dan umum: Rp. 1.000.000/orang

Biaya pendaftaran Pre Forum dapat ditransfer melalui Bank BNI UGM Yogyakarta No. Rekening 9888807172010997 atas nama UGM FKU PKMK Dana Kerjasama Penelitian Umum.

AGENDA PRE FORUM

Hari/ Tanggal : 29-30 November 2021
Metode : Dilaksanakan secara online melalui zoom meeting

AGENDA KEGIATAN DETAIL PRE FORUM

Tanggal 29-30 November 2021
Pukul 09.00-12.00 (WIB) Pukul 13.00-16.00 (WIB)

Bimtek Audit Keperawatan

(2 hari kegiatan)

Bimtek Penyusunan, Penerapan, dan Evaluasi Clinical Pathways

(2 hari kegiatan)

Bimtek Peningkatan Mutu Tatalaksana Dimensia

(2 hari kegiatan)

 

INFORMASI & PENDAFTARAN

Andriani Yulianti
No. HP 0813.2800.3119
Email ndiani_86@yahoo.com

 

 

 

Resilient healthcare systems are key to ensuring maternal health

India is the 2nd most populous country in the world today, accounting for 16% of the global population. The mortality rate is growing at an average of 2.28% every year with a maternal mortality rate of 113 per 1 lakh live births. Malnutrition, infectious diseases, unregulated fertility along with female feticide, infanticide, lack of awareness, and the inadequate availability and use of Maternal Child Health (MCH) services contribute to the mortality rate.

Continue reading