Latar Belakang
Mutu pelayanan kesehatan merupakan isu strategis yang terus berkembang seiring dengan meningkatnya tuntutan keselamatan pasien, efektivitas layanan, pengalaman pasien, serta keberlanjutan sistem kesehatan. Dalam praktiknya, mutu seringkali dipahami sebagai konsep normatif atau kewajiban administratif, misalnya melalui akreditasi, pelaporan indikator, atau pemenuhan regulasi. Namun, tantangan utama yang masih sering dihadapi adalah bagaimana mutu diterjemahkan menjadi cara kerja nyata yang terintegrasi dalam praktik sehari-hari oleh tenaga kesehatan dan manajemen fasilitas pelayanan kesehatan.
Berbagai inisiatif peningkatan mutu kerap belum menghasilkan perubahan yang bermakna karena terbatas pada pengetahuan konseptual, kurangnya pembelajaran dari praktik baik, serta minimnya ruang diskusi reflektif lintas peran dan disiplin. Oleh karena itu, dibutuhkan forum pembelajaran yang bersifat dialogis, aplikatif, dan inspiratif, yang memungkinkan peserta belajar langsung dari para expert sekaligus mengaitkannya dengan konteks kerja masing-masing. Mutu Corner dirancang sebagai ruang belajar bersama yang berkelanjutan untuk mendiskusikan isu-isu mutu secara kritis dan praktis. Pada seri pertama ini, tema “Apakah Mutu hanya sekedar konsep atau cara kerja?” diangkat untuk mendorong perubahan perspektif peserta bahwa mutu bukan hanya sesuatu yang dipahami, tetapi juga dijalankan secara konsisten, terukur, dan berdampak pada perbaikan layanan.
Tujuan
Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pemahaman dan komitmen peserta dalam mengimplementasikan mutu sebagai cara kerja nyata dalam pelayanan kesehatan melalui pembelajaran dari para expert.
Tujuan Khusus
- Mengkaji kembali konsep mutu pelayanan kesehatan dan relevansinya dengan praktik sehari-hari.
- Memahami pengalaman dan pembelajaran praktis dari expert dalam implementasi perbaikan mutu.
- Mengidentifikasi tantangan dan peluang penerapan mutu sebagai budaya dan sistem kerja.
- Mendorong peserta untuk merefleksikan dan merancang langkah awal perbaikan mutu di unit atau institusi masing-masing.
Sasaran Peserta
- Pengelola sarana pelayanan kesehatan: Direktur/Manajer/Ketua Komite Mutu/Kepala Instansi/Kepala Unit RS, Kepala Puskesmas, Pimpinan Balai Kesehatan, serta Pimpinan Klinik dan sarana pelayanan kesehatan lainnya.
- Regulator: Kementerian Kesehatan, Dinas Kesehatan, Organisasi Profesi, Lembaga Asuransi/Pembiayaan Kesehatan (BPJS Kesehatan, Asuransi Kesehatan Swasta/Perusahaan), Lembaga Akreditasi Fasyankes, LSM Bidang Kesehatan, dan sebagainya.
- Klinisi: Dokter spesialis, dokter umum, dokter gigi, perawat, bidan, tenaga kesehatan lainnya.
- Mahasiswa: S1, S2, Pendidikan dokter spesialis, S3.
- Pemerhati mutu pelayanan kesehatan: Perguruan tinggi, Peneliti, Konsultan.
Biaya dan Fasilitas
Biaya pendaftaran pelatihan ini adalah Rp 50.010,00
Pembayaran peserta dapat dilakukan dengan melalui transfer ke rekening panitia dengan Kode Unik 09, contoh Rp. 400.009. No. Rekening sebagai berikut:
No Rekening : 9888807171130003
Nama Pemilik : Online Course/ Blended Learning FK UGM
Nama Bank : BNI
Alamat : Jalan Persatuan, Bulaksumur Yogyakarta 55281
Catatan: pembayaran yang dilakukan dari beda Bank BNI, mohon bisa menggunakan biaya transfer online sebesar Rp. 6.500,- tidak bisa menggunakan biaya BI Fast sebesar Rp. 2.500,-
Tempat dan Waktu
Hari, tanggal : Kamis, 26 Februari 2026
Pukul : 13.00 – 15.00 WIB
tempat : Online melalui zoom meeting
Agenda
| Waktu (WIB) | Agenda | Narasumber |
| 12.45 – 13.00 | Registrasi Peserta | Panitia |
| 13.00 – 13.15 | Pembukaan | MC/Moderator: Andriani Yulianti, MPH |
| 13.15 – 14.15 | “Apakah mutu hanya sekedar konsep atau cara kerja? | dr. Tjahjono Kuntjoro, MPH, DrPH, FISQua, CRP |
| 14.15 – 14.45 | Sesi Diskusi Tanya Jawab | Andriani Yulianti, MPH |
| 14.45 – 15.00 | Penutup | Andriani Yulianti, MPH |
Narahubung
Sdri. Qonita (085117448499)
Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) mencatat capaian signifikan dengan jumlah kehadiran peserta menembus 70 juta orang hingga 29 Desember 2025. Berdasarkan Daily Report CKG per 29 Desember 2025 pukul 22.15 WIB, tercatat 70.292.151 peserta hadir dari total 73.128.356 pendaftar, atau setara 96,12 persen.
The World Health Organization (WHO) has formally recognized the regulatory authorities for medical products of Australia and Indonesia as WHO Listed Authorities (WLAs), an achievement that underscores growing global confidence in regulatory systems across diverse regions and income settings.
Pemerintah memperkuat layanan kesehatan berbasis komunitas melalui revitalisasi ratusan puskesmas di wilayah terdampak bencana. Revitalisasi ini guna memastikan masyarakat, termasuk pengungsi dan kelompok rentan, tetap memperoleh pelayanan kesehatan di tengah keterbatasan akses pascabencana.
Komite Kebijakan Sektor Kesehatan (KKSK) menggelar Rapat Koordinasi Triwulan IV di Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/ BKKBN Jakarta, Senin (8/12). Empat lembaga kunci—Kementerian Kesehatan, Kemendukbangga/BKKBN, BPJS Kesehatan, dan BPOM—bertemu untuk menyelaraskan kebijakan kesehatan nasional lintas sektor.
U.S. President Donald Trump on Monday criticized insurance companies while calling for funds to go directly to individuals rather than insurers, as Democrats push for a three-year extension of expiring subsidies for Affordable Care Act health plans.