ON MARCH 1, 2020, New York State Governor Andrew Cuomo confirmed the first case of the novel coronavirus 2019 (COVID-19) in New York City.1 Unfortunately, by April 30, 2020, over 22,000 New Yorkers had contracted COVID-19.2 New York City Health + Hospitals (NYC H+H), the nation’s largest municipal health system, overwhelmingly experienced the pandemic’s disproportionate impact on immigrant and lower-income communities firsthand.
Upaya Peningkatan Mutu dan Kinerja Pelayanan Puskesmas di Masa Pandemi COVID-19
Akreditasi Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama merupakan salah satu bentuk jaminan mutu pelayanan kesehatan oleh Negara sesuai dengan Peraturan Menteri Kesehatan nomor 46 tahun 2015. Pada masa pandemi covid-19 saat ini seluruh potensi Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) di Kota Yogyakarta dioptimalkan untuk mencegah penyebaran dan penatalaksanaan kasus Covid-19 di wilayah kerjanya.
Reportase Outlook tahun 2021: Manajemen Mutu Pelayanan Kesehatan dalam Pandemi Covid-19
PKMK-Yogyakarta, telah menyelenggarakan outlook yang telah diselenggarakan pada tanggal 20 Januari 2021 yang lalu, membahas apa yang terjadi di tahun 2020, dan apa yang mungkin akan terjadi tahun 2021. Hadir sebagai salah satu narasumber dalam pertemuan tersebut yakni Dr. dr Hanevi Djasri MARS, FISQua, yang menyampaikan materi terkait Manajemen Mutu Pelayanan Kesehatan dalam Pandemi Covid-19.
Disampaikan oleh dr Hanevi, bahwa belajar dari tahun lalu maka bisa dikatakan Pandemi Covid-19 ini telah menjadi katalisator untuk mutu pelayanan kesehatan, yang merupakan hasil dari Forum Mutu 2020. Artinya, disamping Covid-19 berdampak negatif namun sebenarnya pandemi ini juga dapat membawa dampak positif, yakni sebagai katalis dalam konteks mutu, yakni beberapa inovasi dan upaya-upaya peningkatan mutu berjalan menjadi lebih cepat, dengan kecepatan yang lebih cepat dibandingkan sebelum Pandemi, sehingga tahun 2021 diharapkan/diramalkan bahwa Sistem Manajemen Mutu (SMM) pelayanan kesehatan terdapat 3 poin yang akan dilalui kedepannya, setidaknya hingga akhir tahun 2021 ini.
Yang pertama, Fasyankes akan menerapkan apa yang disebut sebagai balancing act. Rumah Sakit akan mulai membuat keseimbangan baru, dimana tetap memberikan pelayanan Covid, namun juga tetap menyediakan pelayanan bagi pasien umum terutama pelayanan esensial, termasuk KIA, KB penyakit kronis dsb, untuk menjaga penyakit lain tidak mengalami lonjakan.
Meskipun demikian, perlu dipastikan pelayanan covid-19 maupun non covid-19 memiliki pengelolaan manajemen risiko. Fasyankes akan menerapkan prinsip-prinsip manajemen mutu yang sebenarnya sama, meskipun nanti ada istilah-istilah baru namun sebenarnya sama karena dimulai dari membangun komitmen manajemen, melakukan pengelolaan sumber daya baik itu sarana dan prasarana, SDM dll, kemudian setelah itu merealisasikan pelayanan baik pelayanan covid-19 maupun non covid-19 serta melakukan proses monitoring dan evaluasi dan peningkatan mutu.
Langkah penerapan manajemen mutu di masa Pandemi Covid-19, dilakukan sama seperti yang dikerjakan oleh rumah sakit yakni mengadopsi ceklist dari WHO, namun jika dicermati ceklist tersebut baru langkah awal, dan jika dikaitkan dengan SMM maka baru masuk ke 2 langkah saja, yakni pada aspek leadership dan pada nomer 2-12 masuk pada langkah pengelolaan sumber daya.
Jadi, dengan menerapkan hospital readines ceklist minimal RS sudah melakukan 2 langkah dalam SMM, dan ini belum cukup dan akan dilanjutkan dengan melakukan evaluasi dan monitoring. Menurut dr Hanevi, saat ini Kementerian Kesehatan sudah menerbitkan pedoman-pedoman dan ceklist untuk kesiapan RS dan diharapakan tahun ini juga diterbitkankan pedoman monitoing dan evaluasi, termasuk didalamnya melakukan clinical audit atau audit mortality, sehingga bisa dibandingkan antara pedoman dengan pelaksanaan di lapangan, apakah guidline, pedoman tata laksana covid-19 dll sudah dijalankan atau belum.
Kedua, Fasyankes juga akan banyak melakukan re-design pelayanan, baik pelayanan klinis maupun non klinis. Kegiatan ini sudah mulai dilakukan. dr Hanevi menekankan re-design yang dilakukan di 2 aspek yakni; a) value base care, bagaimana cara memberikan pelayanan yang berfokus /tindakan perawatan yang benar-benar dapat meningkatkan outcome dari pasien dan sekaligus melakukan efisiensi biaya, serta tidak mengeluarkan tindakan atau biaya yang tidak diperlukan (ada keseimbangan antara mutu yang didapat dan biaya yang dikeluarkan). b) Patient center care (PCC) yakni bagaimana pelayanan dapat menghargai nilai-nilai dari individu pasien.
Terdapat 4 konsep utamanya yakni, bagaimana memberikan pelayanan bermartabat, barbagi informasi, ada partisipasi dengan keluarga, dan ada kolaborasi antar tenaga kesehatan dengan pasien dan keluarga. Juga nantinya akan banyak menggunakan teknologi informasi (TI), dimana harapannya TI dapat meningkatkan patient experience. Ditekankan juga bahwa saat ini cukup banyak iklan di media sosial, dokter online, namun yang perlu dicermati apakah aplikasi tersebut sudah menerapkan SMM yang baik atau tidak, sehingga dapat meningkatkan patient experience.
Ketiga, Fasyankes perlu menjadi Fasyankes yang smart, yakni menjadi RS atau Puskesmas pintar. Penerapan fasyankes pintar maka harus menerapkan 2 point di atas, ditambahkan dengan adanya; a) smart people, b) smart regulation, dimana regulasi dalam peningkatan mutu lebih responsif, dimana saat ini sedang ada perkembangan akreditasi tapi sebaiknya diperbaiki dengan perkembangan sertifikasi dan juga perijinan, c) smart environment, dimana lingkungan dapat mendukung, termasuk bagaimana masyarakat dapat berpartisipasi, serta d) smart infrastructur.
Terakhir, berharap agar pandemi ini segera berakhir dan sambil menuggu kita dapat mempersiapkan upaya peningkatan mutu untuk menjamin mutu da keselamatan pasien di fasyankes masing-masing.
Covid-19 — Implications for the Health Care System
The novel coronavirus pandemic has spawned four intertwined health care crises that reveal and compound deep underlying problems in the health care system of the United States. In so doing, however, the pandemic points the way toward reforms that could improve our ability not only to cope with likely future epidemics but also to serve the basic health care needs of Americans.
Kolaborasi Antara Negara Percepat Reformasi Kesehatan
Pandemi COVID-19 membuat berbagai negara perlu menerapkan agenda reformasi kesehatan. Tak terkecuali bagi Indonesia. Namun hal itu tidak bisa berjalan tanpa adanya kolaborasi sejumlah pihak, evaluasi, monitoring terhadap tata kelola dan pendanaan, serta pembenahan dalam pelayanan dasar kesehatan.
Pengelolaan Rekam Medis, Koding dan Audit Rekam Medis di Fasilitas Pelayanan Primer
BIMBINGAN TEKNIS
Pengelolaan Rekam Medis, Koding dan Audit Rekam Medis di Fasilitas Pelayanan Primer
Metode Daring, 19-20 Februari 2021
![]()
Topik ini membahas Masalah apa?
Fasilitas Kesehatan Tingkat Primer (FKTP) diharuskan untuk mempunyai rekam medis, hal ini tertuang pada Bab VIII Manajemen Penunjang Layanan Klinis (MPLK). Standar 8.4 menyebutkan bahwa Kebutuhan data dan informasi asuhan bagi petugas kesehatan, pengelola sarana, dan pihak terkait di luar organisasi dapat dipenuhi melalui proses yang baku. Berdasarkan standar, FKTP harus mempunyai rekam medis.
Untuk mengetahui mutu rekam medis perlu dilakuka audit rekam medis dalam hal ini audit klinis, termasuk mengaudit 144 diagnosa penyakit yang harus tuntas ditangani di fasilitas pelayanan primer.
Manfaat apa yang anda dapatkan?
- Ilmu dan skill pengelolaan rekam medis
- Ilmu dan skill Koding di fasilitas pelayanan primer yang tepat
- Ilmu dan skill audit rekam medis
Apa yang dibahas?
- Konsep Rekam Medis dalam standar akreditasi FKTP
- Isi dan form rekam medis
- Isi dan susunan rekam medis
- Simbol dan singkatan dalam rekam medis
- Contoh-contoh form rekam medis
- Assembling, Filing, Penomoran Dan Retensi Rekam Medis
- Alur Dan Proses Kerja Unit Rekam Medis
- Sistem Penomoran Dan Penjajaran Rekam Medis
- Retensi Dan Pemusnahan Rekam Medis
- Rekam Medis Elektronik di FKTP
- Rekam Medis berbasis web (Sistem Informasi Klinik)
- Koding
- Audit rekam medis
Sasaran Peserta
Jumlah peserta dibatasi 50 orang.
- Rekam Medis
- Komite medis dan keperawatan
- Tim mutu PKM
- Profesional Pemberi Asuhan (PPA)
- Peneliti
- Dosen
- Mahasiswa
Fasilitator
Fasilitator berasal dari Pusat Kebijakan dan Manajemen Kesehatan Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan (FK-KMK) UGM.
dr. Sauma Nurlina Amalia
- Dokter umum Gadjah Mada Medical Center (GMC) UGM
- Project Manager Sistem Informasi Klinik (Rekam medis elektronik) GMC UGM

Eva Tirtabayu Hasri, S.Kep.,MPH
- Peneliti di Divisi Manajemen Mutu Pusat Kebijakan dan Manajamen Kesehatan (PKMK) FK-KMK UGM
- Konsultan Manajemen Kesehatan di IKKESINDO
- Founder Community of Practice (CoP) Manajemen Mutu Keperawatan

dr. Endang Suparniati, M.Kes
- Konsultan PKMK FK-KMK UGM
- Kepala Instalasi Penjaminan RSUP Dr. Sardjito
- Tim anti fraud DIY
Persiapan Peserta
Peserta diharapkan membawa dokumen:
- Perwakilan faskes membawa 1 laptop
- Membawa 5 berkas rekam medis dengan diagnosa yang sama, misal Appendisitis
- Membawa 1 Panduan Praktik Klinis/SOP sesuai dengan diagnosa rekam medis yang dibawa
- Menyiapkan 1 rekam medis kosong
Biaya
Biaya pelatihan sebesar Rp. 1.250.000,00 per orang. Biaya pendaftaran dapat ditransfer melalui: Bank BNI UGM Yogyakarta No. Rekening 9888807172010997 atas nama UGM FKU PKMK Dana Kerjasama Penelitian Umum.
Bagi peserta yg menghendaki kwitansi asli bermaterai, biayanya untuk luar jawa 60.000, jawa 25.000 (berat maksima 1 kg).
Narahubung & Koordinator Pelaksana
Eva Tirtabayu Hasri S.Kep, MPH
No. Telp 082324332525
Email eva.tbh@gmail.com
Optimalisasi Ketepatan Koding dan Penerapan Panduan Praktek Klinis untuk Atasi Klaim Pending
WORKSHOP
Optimalisasi Ketepatan Koding dan Penerapan Panduan Praktek Klinis untuk Atasi Klaim Pending
Oleh Divisi Manajemen Mutu Pusat Kebijakan & Manajemen Kesehatan FK-KMK UGM
Daring, 28-29 Agustus 2024
![]()
Latar Belakang
Pembiayaan kesehatan merupakan bagian yang penting dalam implementasi Jaminan Kesehatan Nasional. Metode pembayaran ada 2 yaitu retrospektif seperti fee for service dan prospektif seperti global budget, perdiem, kapitasi dan case based payment. Dua metode pembayaran ini sama-sama memiliki kelebihan dan kekurangan.
Saat ini sistem pembayaran yang diterapkan di Indonesia yaitu prospektif menggunakan case based payment (casemix). Sistem casemix adalah pengelompokan diagnosis dan prosedur dengan mengacu pada ciri klinis yang mirip/sama dan penggunaan sumber daya/biaya perawatan yang mirip/sama. Kekurangan metode ini bagi penyedia layanan kesehatan berupa kurangnya kualitas koding yang akan menyebabkan ketidaksesuaian proses grouping (pengelompokan kasus), kelebihannya pembayaran lebih adil sesuai dengan kompleksitas pelayanan dan proses klaim lebih cepat.
Sistem casemix memiliki komponen yang berhubungan langsung dengan output pelayanan yaitu clinical pathway, koding dan teknologi informasi. Agar penyelenggaraan sistem casemix berjalan optimal maka tim casemix perlu mempunyai pemahaman yang baik tentang komponen clinical pathways, koding dan teknologi informasi. Pelatihan ini akan fokus pada peningkatkan pemahaman dan kompetensi peserta tentang koding dan rekam medis karena ketepatan pengisian dokumen ini akan megurangi klaim pending.
Materi
- Audit Klinis penerapan Panduan Praktik Klinis melalui clinical pathways
- Diskusi dan Simulasi Audit Klinis penerapan Panduan Praktik Klinis melalui clinical pathways
- Praktek Audit Klinis penerapan Panduan Praktik Klinis melalui clinical pathways
- Tugas Mandiri
- Konsep Koding ICD 9
- Diskusi dan Simulasi Koding ICD 9
- Praketk Koding ICD 9
- Konsep Koding ICD 10
- Diskusi dan Simulasi Koding ICD 10
- Praktek Koding ICD 10
Sasaran Peserta
Diperentukkan bagi tim casemix, dokter, perawat, klinisi lainnya, rekam medis, manajemen, dan dosen.
Fasilitator
Fasilitator berasal dari Pusat Kebijakan dan Manajemen Kesehatan Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan (FK-KMK) UGM.
dr. Endang Suparniati, M.Kes
- Konsultan PKMK FK-KMK UGM
- Kepala Instalasi Penjaminan RSUP Dr. Sardjito
- Tim anti fraud DIY

Eva Tirtabayu Hasri, S.Kep.,MPH
- Peneliti di Divisi Manajemen Mutu Pusat Kebijakan dan Manajamen Kesehatan (PKMK) FK-KMK UGM
- Konsultan Manajemen Kesehatan di IKKESINDO
- Founder Community of Practice (CoP) Manajemen Mutu Keperawatan
Biaya
Biaya per instansi 1.500.000 untuk 2 orang. Harga spesial untuk 100 instansi pendaftar pertama 1.000.000 untuk 2 orang.
Biaya pendaftaran dapat ditransfer melalui: Bank BNI UGM Yogyakarta No. Rekening 9888807172010997 atas nama UGM FKU PKMK Dana Kerjasama Penelitian Umum.
Fasilitas: Materi, sertifikat dan kwitansi dalam bentuk soft file.
Agenda
Hari 1
| Waktu | Materi | Narasumber |
| 09.00-09.15 | Pembukaan dan Pre test | Eva Tirtabayu Hasri S. Kep.,MPH, CPCC |
| 09.15-10.00 | Teori Audit Klinis dalam penerapan Panduan Praktik Klinis melalui clinical pathways | Eva Tirtabayu Hasri S. Kep.,MPH, CPCC |
| 10.00-10.45 | Diskusi dan Simulasi 1: Audit Klinis penerapan Panduan Praktik Klinis melalui clinical pathways | Eva Tirtabayu Hasri S. Kep.,MPH, CPCC |
| 10.45-11.30 | Diskusi dan Simulasi 2: Audit Klinis penerapan Panduan Praktik Klinis melalui clinical pathways | Eva Tirtabayu Hasri S. Kep.,MPH, CPCC |
| 11.30-12.15 | Diskusi dan Simulasi 3: Audit Klinis penerapan Panduan Praktik Klinis melalui clinical pathways | Eva Tirtabayu Hasri S. Kep.,MPH, CPCC |
| 12.15-13.00 | Praktek Audit Klinis penerapan Panduan Praktik Klinis melalui clinical pathways | Eva Tirtabayu Hasri S. Kep.,MPH, CPCC |
| 13.15-16.00 | Belajar Mandiri dan Diskusi | Eva Tirtabayu Hasri S. Kep.,MPH, CPCC |
Hari 2
| Waktu | Materi | Narasumber |
| 09.00-09.15 | Refleksi hari 1 | Eva Tirtabayu Hasri S. Kep.,MPH, CPCC |
| 09.15-10.00 | Teori Koding ICD 9 | dr. Endang Suparniati M.Kes |
| 10.00-10.45 | Diskusi dan Simulasi Koding ICD 9 | dr. Endang Suparniati M.Kes |
| 10.45-11.30 | Teori Koding ICD 10 | dr. Endang Suparniati M.Kes |
| 11.30-12.15 | Diskusi dan Simulasi Koding ICD 10 | dr. Endang Suparniati M.Kes |
| 12.15-13.00 | Praktek Koding | dr. Endang Suparniati M.Kes |
| 13.00-13.15 | Post Test | Eva Tirtabayu Hasri S. Kep.,MPH, CPCC |
| 13.15-16.00 | Belajar Mandiri dan Diskusi | dr. Endang Suparniati M.Kes |
Narahubung
dr. Opi Sritanjung
Telp. 0813-7929-6290
Strategi Koding, Resume Medis dan Klaim untuk Meningkatkan Mutu Pembayaran di Rumah Sakit
BIMBINGAN TEKNIS
Oleh Divisi Manajemen Mutu Pusat Kebijakan & Manajemen Kesehatan FK-KMK UGM
Yogyakarta, 1 – 2 Juli 2022
![]()
Topik ini membahas Masalah apa?
Permenkes nomor 16 tahun 2019 menyebutkan bahwa Pelaksanaan pencegahan, deteksi dan penyelesaian terhadap Kecurangan (fraud) termasuk mekanisme investigasi dan pelaporan pelaku Kecurangan (fraud), dapat dilakukan melalui Peningkatan kemampuan dokter serta petugas lain yang berkaitan dengan Klaim, berupa “Pemahaman dan penggunaan sistem koding yang berlaku, Dokter Penanggung Jawab Pelayanan Pasien (DPJP) menulis dan memberikan resume medis secara jelas, lengkap dan tepat waktu” dan Meningkatkan kemampuan koder melalui “Pelatihan dan edukasi koding yang benar.
Manfaat apa yang anda dapatkan?
- Ilmu dan skill koding
- Ilmu dan skill pengisian resume medis
- Ilmu dan skill klaim
Apa yang dibahas?
- Konsep koding
- Konsep resume medis
- Konsep klaim
- Teknis koding yang tepat
- Teknis pengisian resume medis yang tepat
- Teknis pengisian rekam medis
- Teknis klaim yang tepat
Sasaran Peserta
- Tim Casemix
- Tim anti fraud
- Dokter umum
- Dokter spesialis
- Koder
- Rekam medis
- Peneliti
- Dosen
- Mahasiswa
Fasilitator
Fasilitator berasal dari Pusat Kebijakan dan Manajemen Kesehatan Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan (FK-KMK) UGM.
dr. Endang Suparniati, M.Kes
- Konsultan PKMK FK-KMK UGM
- Kepala Instalasi Penjaminan RSUP Dr. Sardjito
- Tim anti fraud DIY

Eva Tirtabayu Hasri, S.Kep.,MPH
- Peneliti di Divisi Manajemen Mutu Pusat Kebijakan dan Manajamen Kesehatan (PKMK) FK-KMK UGM
- Konsultan Manajemen Kesehatan di IKKESINDO
- Founder Community of Practice (CoP) Manajemen Mutu Keperawatan
Persiapan Peserta
Peserta diharapkan membawa dokumen:
- Menyiapkan laptop
- Menyiapkan dokumen ICD 9 dan 10
Biaya
Biaya pelatihan sebesar Rp. 3.000.000 per orang
Biaya pendaftaran dapat ditransfer melalui: Bank BNI UGM Yogyakarta No. Rekening 9888807172010997 atas nama UGM FKU PKMK Dana Kerjasama Penelitian Umum.
Agenda
Kegiatan akan berlangsung selama 2 hari, mulai jam 09.00-16.00 WIB.
| WAKTU | MATERI | Keterangan |
| HARI 1 | ||
| 09.00-09.20 | Pembukaan dan pre test | PKMK FK-KMK UGM |
| 09.20-10.25 | Materi 1. Konsep Koding ICD 10 | dr. Endang Suparniati, M.Kes |
| 10.25-12.00 | Praktikum 1 dan diskusi. Teknis koding ICD 10 | dr. Endang Suparniati, M.Kes |
| 12.00-13.00 | ISTIRAHAT | |
| 13.00-13.45 | Materi 2. Konsep Koding ICD 9 | dr. Endang Suparniati, M.Kes |
| 13.45-14.30 | Praktikum 2 dan diskusi. Teknis ICD 9 | dr. Endang Suparniati, M.Kes |
| 14.30-15.15 | Materi 3. Konsep Rekam Medis rawat inap | dr. Endang Suparniati, M.Kes |
| 15.15-16.00 | Praktikum 3 dan diskusi. Teknis pengisian rekam medis rawat inap | dr. Endang Suparniati, M.Kes |
| HARI 2 | ||
| 09.00-09.20 | Refleksi | |
| 09.20-10.25 | Materi 4. Konsep rekam medis rawat jalan | dr. Endang Suparniati, M.Kes |
| 10.25-11.00 | Praktikum 4 dan diskusi. Teknis pengisian rekam medis rawat jalan | dr. Endang Suparniati, M.Kes |
| 11.00-12.00 | Materi 5. Rekam medis IGD | dr. Endang Suparniati, M.Kes |
| 12.00-13.00 | ISTIRAHAT | |
| 13.00-13.45 | Praktikum 5 dan diskusi. Teknis pengisian Rekam medis IGD | dr. Endang Suparniati, M.Kes |
| 13.45-14.30 | Materi 6. Resume medis | dr. Endang Suparniati, M.Kes |
| 14.30-15.15 | Praktikum 6 dan diskusi. Pengisian resume medis | dr. Endang Suparniati, M.Kes |
| 15.15-16.00 | Materi 7. Klaim dan diskusi | dr. Endang Suparniati, M.Kes |
| 16.00-16.20 | Post Test dan penutup | PKMK FKKMK UGM |
Narahubung & Koordinator Pelaksana
Eva Tirtabayu Hasri S.Kep, MPH
No. Telp 082324332525
Email eva.tbh@gmail.com
Pertemuan Koordinasi UGM – Project HOPE – CDC dan PUSDATIN – P2P
Kerangka Acuan Kegiatan
Pertemuan Koordinasi UGM – Project HOPE – CDC dan PUSDATIN – P2P
Program INSPIRASI 2020 ~ 2025
(Improving Quality Of Disease Preparedness, Surveillance And Response In Indonesia)
14 Januari 2021
![]()
PENDAHULUAN
Dalam Permenkes 45 tahun 2014 disebutkan bahwa rangka meningkatkan kemampuan pengelolaan data dan informasi kesehatan, diperlukan sistem surveilans kesehatan secara nasional agar tersedia data dan informasi secara teratur, berkesinambungan, serta valid. Surveilans kesehatan adalah kegiatan pengamatan analisis secara sistematis dan terus menerus terhadap penyakit atau masalah kesehatan dan kondisi yang mempengaruhi terjadinya peningkatan dan penularan penyakit. Dalam pelaksanaannya terjadi kesenjangan dalam sistem surveilans, baik di pusat maupun di daerah.
Salah satu masalah yang terjadi di Indonesia adalah mengenai interoperabilitas data. Hal ini dikarenakan kesulitan dari aspek teknis, seperti perbedaan aplikasi yang digunakan di provinsi, kabupaten atau puskesmas. Aplikasi ini memiliki database atau penamaan yang berbeda, sehingga sulit untuk digabungkan. Banyak puskesmas juga masih belum memiliki tenaga khusus yang ditugaskan secara khusus untuk mengelola surveilans penyakit.
Oleh karena itu, program INSPIRASI (Improving Quality of Disease Preparedness, Surveillance and Response in Indonesia) yang dilakukan oleh UGM – Project HOPE bersama CDC akan berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan untuk membahas kesenjangan – kesenjangan yang terjadi dan mencari tindak lanjut untuk meningkatkan kemampuan pengelolaan data dan informasi pada sistem surveilans di Indonesia.
TUJUAN PERTEMUAN
- Membahas detail dan capaian kegiatan yang telah dilakukan oleh UGM dan CDC, melaporkan hasil sementara kegiatan asesmen kesenjangan pelaksanaan kegiatan surveilans penyakit di Indonesia.
- Membahas detail dalam pelaksanaan kegiatan selanjutnya, berupa mapping system data interoperability, penjelasan tentang kegiatan data sharing agreement, dan rencana peningkatan interoperabilitas data surveilans Kementerian Kesehatan Republik Indonesia
PESERTA
- Centres for Disease Control and Prevention (CDC)
- William Hawley, MPH, Ph.D (Country Director, Indonesia, Centers for Disease Control and Prevention)
- C. Yekti Praptiningsih MDDs, MEpid (Medical Epidemiologist, Centers for Disease Control and Prevention)
- Amalya Mangiri
- UGM
- Dr. dr. Hanevi Djasri, MARS, FISQua
- dr. Hardhantyo MPH, Ph.D
- Anantasia Noviana
- Project HOPE
- drh. Yogi Mahendra
- Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (P2P dan Pusdatin)
- drh. Endang Burni Prasetyowati M.Kes
- drg. Rudy Kurniawan, M.Kes
- Ibu Eka
- Pak Edi
- Pak Abdurahman
JADWAL KEGIATAN
Hari : Kamis, 14 Januari 2021
Waktu : 09.00 – 11.00
Lokasi : Kementerian Kesehatan Republik Indonesia
Peserta : CDC, UGM, Project HOPE, Kemenkes RI
Materi Pembahasan :
- Membahas area peningkatan dalam sistem surveilans di Indonesia yang dapat difollow up oleh tim UGM dan CDC
- Pembahasan detail dan capaian kegiatan INSPIRASI saat ini
- Membahas materi tentang
- Rencana narasumber dalam Systems mapping and interoperability architecture development
- Pembahasan tentang teknis pelaksanaan peningkatan sistem interoperabilitas data surveilans.
| Waktu | Materi Pembahasan | Narasumber / Fasilitator |
| 09.00 – 09.15 | Pembukaan | Dr. dr. Hanevi Djasri, MARS, FISQua |
| 09.15 – 09.45 | Laporan hasil kegiatan gaps asesmen pelaksanaan kegiatan surveilans di Indonesia dan rencana program INSPIRASI | dr. Hardhantyo MPH, Ph.D |
| 09.45 – 10.45 | Diskusi dan penyusunan rencana tindak lanjut | |
| 10.45 – 11.00 | Kesimpulan dan Penutup | Dr. dr. Hanevi Djasri, MARS, FISQua |
Review hasil evaluasi kesenjangan
Kerangka Acuan Kegiatan
Results of assessment on surveillance and PHEOC gaps in Indonesia
Program INSPIRASI 2020 ~ 2025
(Improving Quality Of Disease Preparedness, Surveillance And Response In Indonesia)
14 Januari 2021
![]()
PENDAHULUAN
………………………………….
TUJUAN PERTEMUAN
- Diseminasi pelaksanaan kegiatan analisa kesenjangan pelaksanaan surveilans sistem di Indonesia dan kesiapan PHEOC di Provinsi guna pencegahan bencana public health di masa mendatang.
- Menentukan rencana tindak lanjut
PESERTA
- Centres for Disease Control and Prevention (CDC)
- UGM
- Project HOPE
- Kementerian Kesehatan Republik Indonesia
- Dinas Kesehatan Provinsi
- Dinas Kesehatan Kabupaten
- Peneliti dalam pusat penelitian
- Mahasiswa Program FETP, KMPK
JADWAL KEGIATAN
Hari : Sabtu, 20 Februari 2021
Waktu : 09.00 – 11.30
Lokasi : Kementerian Kesehatan Republik Indonesia
Peserta : CDC, UGM, Project HOPE, Kemenkes RI
| Waktu | Materi Pembahasan | Narasumber / Fasilitator |
| 09.00 – 09.15 | Pembukaan | dr. Hardhantyo MPH, Ph.D |
| 09.15 – 10.30 | Laporan hasil kegiatan asesmen kesenjangan pelaksanaan kegiatan surveilans di Indonesia dan rencana program INSPIRASI |
Paparan Dr. dr. Hanevi Djasri, MARS, FISQua Pembahas:
|
| 10.30 – 10.45 | Diskusi dan penyusunan rencana tindak lanjut | |
| 10.45 – 11.00 | Kesimpulan dan Penutup | dr. Hardhantyo MPH, Ph.D |