2016, RSUD Belitung Timur “Siap” menggunakan Clinical Pathways

2des15

Pusat Kebijakan dan Manajemen Kesehatan (PKMK) FK UGM melakukan kunjungan ke RSUD Belitung Timur. Kunjungan ini untuk mempererat hubungan kerjasama PKMK dengan RSUD Belitung Timur yang telah berlangsung sejak lebih dari 5 tahun lalu. Kunjungan kali ini berlangsung selama tiga hari, sejak 16 sampai 18 November2015.

Dalam kunjungannya, PKMK FK UGM memberikan Bimbingan tekhnis (BIMTEK) “Penyusunan Clinical Pathway & Perhintungan Cost of Care. Peserta BIMTEK berhasil menyusun lima cliical pathways. Form clinical pathway yang disusun dipilih secara konsensusberdasar pada kasus terbanyak, high risk, high cost, dan yang cenderung menimbulkanmasalah. Form yang disusun yaitu form clinical pathway Appendicitis akut, Gastro EnteritisAkut (GEA), Sectio Caesarea Elektif, dan Hipertensi Emergency.

Continue reading

Pertemuan Evaluasi Ujicoba Manual Rujukan Kota Balikpapan 3 Agustus 2015

4ags3

Narasumber :
Dr. dr. Dwi Handono Sulistyo M.Kes
dr. Muhammad Hardhantyo PW

Kota Balikpapan melalui dinas kesehatan kota saat ini tengah menyusun manual rujukan khusus maternal neonatal. Dimana fungsi dari manual ini adalah untuk mengurangi kepanikan dan kegaduhan yang tidak perlu dengan cara menyiapkan persalinan (rujukan terencana) bagi yang membutuhkan (pre-emptive strategy) serta membuat alur rujukan yang jelas dan efektif bagi persalinan emergency / kegawatdaruratan (Trisnantoro, 2012)

Guna memenuhi hal tersebut, terdapat 10 strategi yang diperlukan untuk menyusun manual rujukan maternal neonatal, diantaranya adalah

Continue reading

Monitoring dan Evaluasi Manual Rujukan Maternal Dan Neonatal di Kabupaten Jayapura

13jul-1

Jayapura, Senin dan Selasa, 15-16 Juni 2015

PKMK FK UGM bekerjasama Kementerian Kesehatan dengan bantuan danah hibah UNFA telah melakukan kunjungan lapangan untuk monitoring dan evaluasi pelaksanaan manual rujukan maternal dan neonatal di Puskesmas Genyam, Puskesmas Sentani, Rumah sakit Yowari dan Dinas Kabupaten Jayapura. Monitoring dan Evaluasi ini merupakan salah satu rangkaian dari kegiatan yang selama ini telah dilaksanakan di kabupaten Jayapura, dimana sebelumnya telah disusun Manual Rujukan Maternal dan Neonatal berdasarkan lokal spesifik Kabupaten Jayapura dan telah dibentuk tim POKJA rujukan KIA yang bertugas untuk melakukan penyusunan Manual Rujukan MN dan telah disepakati bahwa Tim Pokja ini akan mendampingi atau mengawal pelaksanaan MR MN ini.

Continue reading

Evaluasi Penerapan Clinical Pathway Dalam Meningkatkan Kualitas Pelayanan

11jun15Pusat Kebijakan dan Manjemen Kesehatan (PKMK) FK UGM bekerja sama dengan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sukoharjo untuk menerapkan clinical pathway. Evaluasi dilakukan dalam bentuk workshop tanggal 3-4 Juni 2015 yang bertempat di Aula RSUD Sukoharjo. Peserta workshop sekitar 30 orang yang terdiri dari dokter spesialis, perawat, farmasi dan ahli gizi.

Kegiatan ini merupakan kelanjutan dari workshop “penyusunan clinical pathways” yang telah diselenggarakan tanggal 4-5 Mei lalu. dr. hanevi Djasri MARS sebagai narasumber dibantu oleh drg. Puti Aulia Rahma MPH dan Eva Tirtabayu Hasri S.Kep.,MPH sebagai fasilitator.

Continue reading

Workshop “Potensi Fraud di Industri Kesehatan dalam Era Jaminan Kesehatan Nasional”

11jun

Association of Certified Fraud Examiners (ACFE) bekerjasama dengan Pusat Kebijakan Manajemen Kesehatan (PKMK) FK UGM menyelenggarakan workshop “Potensi Fraud di Industri Kesehatan dalam Era Jaminan Kesehatan Nasional”. Workshop ini diselenggarakan pada tanggal 25-26 Mei 2015 di Hotel Phoenix Yogyakarta. Kegiatan ini menampilkan pembicara ahli fraud di bidang layanan kesehatan dan didukung oleh stakeholder tingkat nasional. Pembicara dalam workshop ini yaitu Prof. dr. Laksono Trisnantoro, MSc., PhD ahli fraud dan guru besar di Fakultas Kedokteran UGM, Dr. drg. Julita Hendrartini, M.Kes, AAK sebgai dosen Ilmu Kesehatan Masyarakat FK UGM dan ahli asuransi kesehatan, Ibu Rimawati, SH, M.Hum dan drg. Puti Aulia Rahma, MPH dari Pusat Kebijakan Manajemen Kesehatan (PKMK) FK UGM. Adapun pembicara lain dalam workshop ini dr. Andi Ardjuna Sakti selaku staf BUK Kementerian Kesehatan RI, drg. Fajriadinur, MM staf dari BPJS Kesehatan dan dr. Agustian Fardianto, CFE, CRMP, QIA, AAK dari ACFE chapter Indonesia.

Continue reading

Reportase Pertemuan Sosialisasi Pelaksanaan Sistem Mata Rantai Rujukan

22mei

Yogyakarta, 13 dan 15 Mei 2015

Penataan penyelenggaraan pelayanan kesehatan melalui penguatan sistem rujukan merupakan upaya peningkatan pelayanan kesehatan yang dilakukan secara berjenjang, berkesinambungan, efektif dan efisien. Pemerintah Daerah istimewa Yogyakarta telah menerbitkan sistem rujukan pelayanan kesehatan, dan telah menindaklanjuti dengan penyusunan Manual Rujukan Maternal Neonatal/KIA Kabupaten/Kota sejak tahun 2012, untuk lebih mengoptimalkan sistem rujukan di DIY maka Dinas Kesehatan DIY menyelenggarakan kegiatan pertemuan sosialisasi pelaksanaan sistem mata rantai rujukan yang diselenggarakan dua hari yaitu Rabu dan Jumat (13 dan 15 Mei 2015) bertempat di kantor balai pelatihan pendidikan teknik (BLPT) ruang Cendana (B.10) Yogyakarta.

Continue reading

Perkuat PONEK: Tinjauan Rekomendasi Tim Independen di 3 RSUD PONEK

Monitoring dan evaluasi program Sister hospital (SH) dan Performance Management and Leadership (PML) ke XI telah dilakukan oleh PKMK UGM bekerja sama dengan Dinas kesehatan provinsi NTT selama 2 minggu di 11 kabupaten provinsi Nusa tenggara timur (NTT). Kegiatan ini dibiayai oleh Australia Indonesia Partnership Maternal Neonatal Health (AIPMNH), tujuan monev kali ini adalah untuk mengetahui capaian program sister hospital dan pendampingan terhadap dinkes provinsi NTT serta POGI/IDAI Kupang dalam menjalankan fungsi monev RS PONEK 24 jam

Kegiatan monev XI yang berlangsung selama 10 hari dari tanggal 20- 29 April 2015 merupakan kegiatan rutin 3 bulanan program sister hospital sejak tahun 2010. Tim monev dibagi menjadi 3 grup antara lain grup A (Belu, TTU, TTS dan Flores timur) grup B (Maumere, Ende, Bajawa dan Ruteng) dan grup C (Sumba barat, Sumba timur dan Lewoleba), masing-masing tim terdiri dari aspek klinis maternal, klinis neonatal, manajemen, PML dan kualitatif. Monev XI dilakukan masing-masing 2 hari disetiap RSUD, hari 1 dilakukan interview dan observasi sedangkan hari 2 dilakukan presentase terhadap temuan-temuan sementara kepada para stakeholder kabupaten, manajemen dan tim klinis RSUD.

Continue reading

Monitoring dan Evaluasi sebagai Pengukur Mutu Layanan PONEK di RSUD (Sebuah Pengalaman dari Program Sister Hospital Provinsi NTT 2010-2015)

Program Sister Hospital (SH) dan Performance Management Leadership (PML) merupakan kerjasama antara pemerintah Australia dan Indonesia dalam bidang kesehatan terutama kesehatan ibu dan anak di Nusa Tenggara Timur (NTT). Project ini menitikberatkan pada peningkatan kapasitas 11 Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) demi menjamin pelayanan PONEK 24 jam dengan pemenuhan dokter spesialis, capacity building, monitoring evaluasi dan exit strategy. Didalam implementasi program ini, setiap 3 bulan sekali diadakan monitoring evaluasi pencapaian program, namun karena berbagai pertimbangan sejak 2013 kegiatan ini dilakukan 6 bulan sekali. Di dalam monitoring evaluasi tersebut, ada 4 aspek yang menjadi kriteria penilaian yakni aspek klinis, aspek manajemen, aspek kualitatif, dan aspek PML.

Evaluator dalam kegiatan monitoring evaluasi ini berasal dari berbagai pihak yang professional dalam bidangnya seperti organisasi profesi (HOGSI, POGI, IDAI), peneliti dan konsultan (PKMK UGM, P2K3 Undana) serta melibatkan Dinas Kesehatan Provinsi NTT sebagai pemilik program ini sekaligus yang akan melanjutkannya apabila bantuan dari AIP sudah berkurang atau terhenti. Proses monitoring ini tidak hanya sebatas penilaian saja namun juga pemaparan hasil temuan sementara di RSUD yang menjadi lokasi monitoring dan evaluasi serta diseminasi besar yang melibatkan seluruh stakeholder dan pemerintah daerah dari 11 RSUD peserta program.

Continue reading

Sosialisasi Sistem Informasi Rujukan Maternal Perinatal di Kota Balikpapan

11apr-1

Narasumber: dr. Sitti Noor Zaenab dan dr. Hardhantyo Puspowardoyo

Kota Balikpapan saat ini sedang menyusun manual rujukan KIA, yang telah dikembangkan sejak Bulan Januari 2015 yang lalu, serangkaian kegiatan awal telah digulirkan, mulai dari sosialisasi awal manual, pembentukan tim tingkat kabupaten dan rencana kerja, hingga pembagian kasus. Terdapat 10 langkah kegiatan yang harus dilakukan didalam penyusunan manual rujukan. Upaya intensif dari dinas kesehatan kota Balikpapan telah berujung manis, yakni kesadaran seluruh elemen tenaga kesehatan bahwa manual rujukan ini penting bagi kemajuan kesehatan masyarakat. Dalam 3 kali kunjungan tim, Kota Balikpapan telah berada dalam langkah ke 4 pengelompokan kasus dan lahkah ke-5 penyusunan Sistem Informasi.

Continue reading

Metode Pendampingan Audit Maternal Perinatal Tingkat Kabupaten Pengembangan dari Pedoman AMP Kemenkes 2010

8mei-1

Dokumen ini merupakan hasil dari kegiatan pendampingan AMP di 3 Kabupaten yang dilakukan pada bulan februari hingga mei 2015. Kabupaten yang dipilih merupakan 3 Kabupaten yang ternaung didalam program sister hospital NTT dengan kematian ibu tertinggi pada tahun 2014. Berdasarkan temuan dilapangan diketahui bahwa kegiatan AMP seringkali hanya dilakukan sebagai penggugur kewajiban untuk dilaksanakan, bukan sebagai sarana perbaikan, indikatornya adalah banyak rekomendasi yang dihasilkan tidak ditindaklanjuti. Hal inilah yang menimbulkan adanya kelelahan bagi tenaga medis yang terlibat untuk melakukan kegiatan ini terus menerus.

Seluruh petunjuk dalam buku sudah cukup lengkap, sehingga tidak ada perubahan yang dilakukan terhadap materi dalam buku panduan, namun lebih kepada melengkapi tata cara teknis tentang bagaimana melakukan kegiatan Audit Maternal Perinatal yang benar, yang tidak ada dalam buku panduan tersebut.

Continue reading