SOLO (Solopos.com) — Dari 45 rumah sakit di Soloraya yang bekerja sama dengan Akademi Perekam Medik dan Informasi Kesehatan (Apikes) Citra Medika Solo, baru dua rumah sakit (RS) di antaranya yang tengah proses akreditasi joint commission international (JCI). Akeditasi tersebut merupakan ketentuan yang diatur oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes).
2013, RS Puri Cinere Kejar Target ISO
Asosiasi Klinik Minta Dilibatkan Bahas BPJS
JAKARTA (Poskotanews.com) – Banyak kalangan masih mempersoalkan besaran iuran Penerima Bantuan Iuran (PBI), yang untuk sementara disetujui Kementerian Keuangan (Kemkeu) sebesar Rp15.500 per orang per bulan. Asosiasi Klinik Indonesia (Asklin) juga mempersoalkan besaran PBI yang diusulkan Kemkeu tersebut.
Investasi ICU di Rumah Sakit Capai Rp1,5 Miliar
(Okezone.com) – Ketua Asosiasi Rumah Sakit Swasta Indonesia (ARSI) Kota Depok, Peppy R. Firaidie menyatakan bahwa rumah sakit tipe C atau rumah sakit dengan kapasitas tempat tidur 100 unit, wajib memiliki minimal satu Intensive Care Unit (ICU) dan Neonatal Intensive Care Unit (NICU). Hal itu sudah diintruksikan kepada anggotanya.Klinik Dokter Bisa Layani Pasien KJS
Jakarta (Kompas.com) — Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama setuju dengan usul Ikatan Dokter Indonesia untuk menunjuk klinik kesehatan sebagai tempat pelayanan Kartu Jakarta Sehat. Cara ini untuk mengantisipasi lonjakan penumpang di puskesmas. Basuki meminta pihak PT Askes mendata klinik kesehatan yang bisa ditunjuk sebagai tempat pelayanan.
RI Kekurangan 12.700 Dokter Tahun Ini
Jakarta (Jaringnews.com) – Jumlah dokter di Indonesia saat ini kurang sebanyak 12.700-an orang. Saat ini, total jumlah dokter di Indonesia di angka 88.000-an orang. Mengacu standar WHO (World Health Organization), jumlah ideal dokter di Indonesia adalah sekitar 110.000 orang. Menteri Kesehatan RI, Nafsiah Mboi, mengatakan semua itu di Jakarta hari ini dalam rapat dengan Komisi IX DPR RI.
Kurang Perawat, Pasien RSUD Solo Dirujuk ke Rumah Sakit Lain
Solo (suaramerdeka.com) – Keterbatasan tenaga perawat di RSUD Surakarta, mengakibatkan pelayanan kesehatan ke masyarakat kurang optimal. RSUD terpaksa merujuk pasien yang akan menjalani rawat inap ke rumah sakit lain, karena kurangnya tenaga paramedis yang memantau pasien.
Warga DKI Tak Percaya Pada Pelayanan Puskesmas
Jakarta (Tribunnews.com) – Tingkat kepercayaan warga DKI Jakarta pada pelayanan Puskesmas masih rendah. Akibatnya, sebagian warga memilih untuk langsung memeriksakan ke rumah sakit.
Alokasi Dana KJS RS Swasta Akan Lebih Tinggi Dari RSUD
Jakarta (beritasatu.com) – Pemprov DKI akan meningkatkan anggaran perawatan ruang rawat inap kelas III di Rumah Sakit (RS) swasta melalui program Kartu Jakarta Sehat (KJS).
Penggunaan Data Kematian “Absolut” Untuk Meningkatkan Kinerja Program MDG4 dan MDG5 di Level Kabupaten/kota
Penggunaan Data Kematian “Absolut” Untuk Meningkatkan Kinerja
Program MDG4 dan MDG5 di Level Kabupaten/kota
Yogyakarta, 8-9 Maret 2013
Semiloka dalam rangka Annual Scientific Meeting juga mengangkat tema mengenai Penggunaan Data Kematian Absolut untuk Peningkatan Kinerja Program MDG 4 dan 5 di Level Kabupaten atau Kota. Tema ini dipilih dalam upaya penurunan angka kematian ibu dan bayi di Indonesia. Selama ini, untuk menunjukkan angka kematian ibu dan bayi digunakan istilah rates, yang dianggap kurang dapat menunjukkan “kegawatan” sebuah kasus kematian ibu dan bayi. Angka rates merupakan hasil dari berbagai survei, dan survei yang menggunakan metode berbeda akan membuahkan hasil yang berbeda pula.
Dengan hanya mengandalkan data survei yang berupa rates, program KIA menjadi tidak riil karena hanya berhadapan dengan gambaran angka, tidak sempat membayangkan bahwa yang mati itu adalah manusia nyata. Penggunaan data rates juga berarti selalu ketinggalan dengan kejadian riil di lapangan. Mengkonkritkan program KIA menjadi penting karena selama ini sistem kesehatan dan segala programnya jarang yang berani menggunakan penurunan kematian ibu dan kematian bayi sebagai tujuan terukur. Penggunaan data rates juga dirasa kurang memicu adrenalin pihak-pihak yang berkepentingan mengetahuinya. Dalam semiloka kali ini paparan disampaikan oleh Dinas Kesehatan dari kabupaten di Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Selain Dinas Kesehatan, direktur RSUD di NTT dan DIY juga memaparkan pengalamannya.
Pada hari kedua, peserta semiloka diajak untuk melakukan kunjungan lapangan ke Kulonprogo. Daerah Kulonprogo dijadikan kabupaten percontohan dalam upaya penurunan angka kematian ibu dan bayi karena dinilai memiliki program-program yang sudah terintegrasi dengan baik dan siap untuk dijalankan. Dari kunjungan lapangan yang berlangsung setengah hari ini peserta yang berasal dari Jawa Barat dan NTT merasa mendapat contoh yang sangat berharga untuk diterapkan di daerah masing-masing.
(drg. Puti Aulia Rahma, MPH)
Materi Acara ASM 8-9 Maret 2013
{jcomments on}