Kupang (Suara Karya) – Dalam kurun waktu dua tahun terakhir, persentase jumlah ibu melahirkan yang ditolong tenaga kesehatan mengalami peningkatan dimana pada tahun 2011 sebesar 69,51 persen meningkat menjadi 81, 71 persen pada tahun 2012. Sedangkan target MDGs, hingga tahun 2015 persalinan dilayani tenaga kesehatan mencapai 90 persen.
Kadinkes DKI: Penambahan NICU Tak Selesaikan Masalah
Jakarta (Kompas.com) – Kepala Dinas Kesehatan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta Dien Emawati mengungkapkan, penambahan Neonatal Intensive Care Unit (NICU) di beberapa rumah sakit bagi bayi prematur, bukan permasalahan utama. Menurutnya, bagaimana mengantisipasi bayi lahir tidak normal lah yang menjadi permasalahan utamanya.
Bappenas: Angka Kematian Ibu dan Bayi Masih Tinggi
Jakarta (Tribunnews.com) – Angka kematian ibu dan bayi masih menjadi ganjalan utama dari tujuh sasaran pembangunan millenium (MDGS) yang dicanangkan pemerintah hingga 2015.
Ruang Kelas III Bakal Diperbanyak di RS Depok
(Okezone.com) – Wakil Wali Kota Depok Idris Abdul Somad mengakui pelayanan rumah sakit, baik swasta dan pemerintah di Depok baru mencapai 70 persen optimal. Sementara pihaknya terus mendorong agar rumah sakit memberikan pelayanan terbaik, khususnya bagi pasien miskin agar tak ada kasus penolakan karena kamar penuh.RS Swasta Minim Layani KJS
Jakarta (Kompas.com) – Keterlibatan rumah sakit swasta, khususnya yang berklasifikasi A, dalam program Kartu Jakarta Sehat sangat minim. Padahal, Pemerintah Provinsi DKI sudah menawarkan kerja sama kepada semua rumah sakit di Jakarta.
Jamkesmas Timbulkan Moral Hazard untuk Masyarakat
Yogyakarta (suaramerdeka.com) – Program pemberian jaminan kesehatan masyarakat (Jamkesmas) dinilai mampu meningkatkan kesadaran masyarakat untuk berobat ke pusat kesehatan masyarakat maupun rumah sakit. Dengan adanya kartu tersebut, masyarakat tidak enggan lagi untuk berkunjung ke rumah sakit.
Program Jamkesmas Tingkatkan Kesadaran Berobat
Yogyakarta (Suarakarya) – Program pemberian jaminan kesehatan masyarakat (Jamkesmas) diakui mampu meningkatkan kesadaran masyarakat untuk berobat ke puskesmas maupun rumah sakit (RS).
BPJS Kesehatan, Besaran Premi Perlu Pertimbangkan Ketersediaan Fasilitas
Jakarta (Suarapembaruan.com) – Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan akan dilaksanakan pada 1 Januari 2014, namun hingga saat ini perdebatan mengenai besaran premi untuk penerima bantuan iuran (PBI), pekerja formal, dan bahkan sektor informal masih terus berlangsung. Guru besar dan pakar ilmu kesehatan masyarakat dari Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia Prof Ascobat Gani mengatakan, mutu pelayanan bukan hanya ditentukan premi, melainkan juga ketersediaan fasilitas dan tenaga kesehatan.
Periksa ke Puskesmas Hanya Pakai Sidik Jari
Surabaya (jpnn.com) – Diskominfo yang bekerja sama dengan Dinkes Surabaya membuat gebrakan baru. Kini warga yang berobat ke puskesmas tidak perlu antre lagi. Sebab, dua dinas tersebut membuat pelayanan canggih dengan aplikasi program e-health.Menkes: Tempat Tidur RS di Jakarta Cukup
Jakarta (Republika.co.id) — Menteri Kesehatan, Nafsiah Mboi, mengatakan jumlah tempat tidur di rumah sakit di wilayah Jakarta sudah jauh melampaui kebutuhan seperti yang dihitung oleh Badan PBB Urusan Kesehatan (WHO). Sehingga, seharusnya tidak ada kasus pasien ditolak karena ruangan penuh.