puskesmasMenteri Kesehatan Nila F Moeloek berharap agar prosentase pasien yang masuk ke RS rujukan hanya 15 persen. Artinya 85 persen pasien bisa diselesaikan di fasilitas kesehatan tingkat primer atau Puskesmas atau dokter keluarga.

“Rumah sakit sebaiknya lebih difokuskan pada rumah sakit pendidikan dan penelitian. Bukan untuk pengobatan,” kata Nila disela Rapat Arahan Strategis Nasional Tahun 2015 bertema Tri Sukses BPJS Kesehatan 2015.

Diakui Nila memang tidak mudah dokter yang sudah berpraktik di rumah sakit, harus melakukan kegiatan riset. Karena waktu yang ada sudah habis digunakan untuk melayani dan mengobati pasien.

Meski demikian Nila meminta agar riset tetap harus dihidupkan. Ini penting agar ilmu pengetahuan dan teknologi kedokteran indonesia terus berkembang pesat.

Di era BPJS Kesehatan, Menkes meminta agar layanan kesehatan di fasilitas kesehatan primer lebih dihidupkan. Dengan cara demikian maka pasien bisa diselesaikan di tingkat puskesmas.

Lebih lanjut Nila mengatakan bahwa BPJS Kesehatan adalah persoalan keadilan. Artinya bahwa mereka yang miskin pun memiliki hak untuk mendapatkan jaminan kesehatan.

Karena itu Nila bisa memahami begitu program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) diluncurkan, jumlah pasien di mana-mana membludak. Kejadian ini barangkali karena selama ini penduduk yang sakit takut untuk berobat.

Menkes berjanji untuk meningkatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat, kapasitas, mutu dan kualitas rumah sakit daerah termasuk puskesmas akan ditingkatkan. Sehingga 14 rumah sakit rujukan nasional tidak akan selalu kebanjiran pasien.

Sementara itu Dirut BPJS Kesehatan Fachmi Idris mengatakan satu tahun diluncurkanya JKN, jumlah peserta terus meningkat baik dari peserta mandiri maupun pekerja formal. Mereka mulai menyadari manfaat program JKN.

“Kita sudah melampau target-target nasional mulai dari target layanan maupun kepesertaan,” katanya.
Meski melampaui target nasional ke depan pelayanan kepada peserta harus terus ditingkatkan.

Menurut Nila selama angka rujukan pasien ke rumah sakit masih tinggi, maka rumah sakit tak ubahnya menjadi Puskesmas raksasa. Berbagai penyakit mulai dari panu, korengan hingga jantung dan diabetes ada di rumah sakit.

(inung/sir)

Sumber: http://poskotanews.com/2015/01/30/85-persen-pasien-harusnya-diselesaikan-di-puskesmas/

{module[153]}