Jakarta (Metrotvnews.com) : The Indonesian Orthopaedic Association (IOA) menyatakan Indonesia kekurangan dokter spesialis bedah tulang (ortopedi). Pada saat ini rasio dokter ortopedi dengan penduduk masih 1 berbanding 1 juta orang. Jumlah ini masih jauh dari rasio ideal minimal yakni 1 berbanding 500 ribu orang.


“Jumlah dokter ortopedi kita sekarang paling hanya 600-an atau rasionya 1 dokter untuk lebih dari 1 juta penduduk. Jumlah ini jauh dari ideal, terlebih sebagian besar dari mereka hanya ada di kota besar,” ujar anggota senior IOA Nicolaas C Budhiparama pada acara 3rd Annual Scientific Meeting of Indonesian Hip & Knee Society (IHKS), di Jakarta, Minggu (25/8).

Menurut Nico, seiring dengan peningkatan harapan usia hidup, kecelakaan lalu lintas, dan bencana alam yang kerap menyebabkan terjadinya peningkatan pasien patah tulang, walhasil penambahan tenaga ortopedi menjadi suatu keniscayaan di negeri ini.

Tingginya kasus cedera tulang di Indonesia, menurut Nico bisa terbaca dari data rekap pasien yang masuk ke Unit Gawat Darurat (UGD). Pada tahun-tahun belakngan ini, tambahnya, 60% pasien yang masuk ke UGD adalah mereka yang mengalami cedera patah tulang.

Selain jumlah dokter ortopedi yang sedikit, Nico menambahkan jumlah dokter sub-spesialis ortopedi, yakni dokter ahli lutut dan panggul di Indonesia juga jauh lebih sedikit, yakni hanya sekitar 100-an orang.

Berkaca dari situasi itu, lewat IHSK pihaknya ingin membuka peluang kepada dokter spesialis bedah tulang di Indonesia untuk mengambil spesialisasi lutut dan panggul.

“Melalui program <>fellowship<>, kami akan membuka pintu seluas-luasnya kepada teman sejawat untuk bisa menempuh pendidikan lanjutan di bedah tulang lutut dan panggul,” papar Nico.

Pada kesempatan serupa, Edi Mustamsir, selaku Fellowship Committee di IHSK, menambahkan, kesempatan pendidikan lanjutan kepada dokter spesialis bedah tulang, selain untuk menambah jumlah dokter spesialis lutut dan panggul, juga untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di Indonesia.

“Ini supaya pasien kita tidak perlu lagi melakukan <>treatment<> atau operasi ke luar negeri. Karena dokter di Indonesia sebenarnya memiliki kemampuan yang tidak kalah dengan dokter spesialis yang ada di luar negeri,” jelasnya. (Cornelius Eko Susanto)

Editor: Asnawi Khaddaf

Sumber : www.metrotvnews.com

{module [153]}