Lensaindonesia.com : Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia (FIK UI) menyelenggarakan The 4th International Nursing Conference, 12 – 14 September 2013 di Grand Inna Bali Beach Hotel. Konferensi bertajuk “Safety for All: Protect Patients, Personnel, and Environment. A Mutlidiscipline Approach” ini akan dibuka oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Prof. Dr. Muhammad Nuh, serta Wakil Menteri Kesehatan RI Prof. dr Ali Ghufron Mukti M.Sc.,Ph.D.


Hadir pula Dirjen Pendidikan Tinggi RI, Prof.Dr.Ir. Djoko Santoso, MSc, Gubernur Bali Komjen Pol (Purn) I Made Mangku Pastika, Rektor UI Prof.Dr.Ir. Muhammad Anis, M.Met, Ketua Asosiasi Institusi Pendidikan Ners Indonesia, Prof. Dra. Elly Nurachmah, DN.Sc, dan Dekan FIK UI sekaligus Ketua Persatuan Perawat Nasional Indonesia, Dewi Irawaty, M.A., Ph.D beserta ratusan delegasi dari World Health Organization (WHO), negara Indonesia, Amerika Serikat, Jepang, Australia, Thailand, Brunei Darussalam, Jepang, Timor Leste, dan Korea.

Pemilihan tema “Safety for All: Protect Patients, Personnel, and Environment. A Mutlidiscipline Approach” berangkat dari permasalahan eselamatan yang telah menjadi fokus perhatian masyarakat dunia baik pelayanan kesehatan maupun kehidupan sosial. Berbagai studi telah dilakukan terkait insiden keselamatan pasien. Diantaranya, Institute of Medicine telah mempublikasikan laporan berjudul “To err is human: Building a Safer Health System” bahwa setiap tahunnya sekitar 44,000 hingga 98,000 kematian terjadi di pelayanan kesehatan di Amerika Serikat.

Jumlah tersebut melebihi kematian akibat kejadian kecelakaan lalu lintas, kanker payudara, dan AIDS (Kohn, Janet, dan Molla, 2000). Lebih lanjut, World Health Organization (WHO, 2004) juga melaporkan prevalensi insiden keselamatan pasien di berbagai negara seperti Australia, Inggris, Selandia Baru dan Eropa masih cukup tinggi, yaitu berkisar antara 4 – 16.6 % setiap tahunnya.

Upaya multidisiplin sangat diperlukan untuk menjaga keselamatan, mutu pelayanan kesehatan serta meningkatkan kesiapan gawat darurat dan bencana. Selain itu, dibutuhkan pula pendekatan multisektoral dalam rangka kesiapan kegawatdaruratan. Pada tingkat nasional, penyediaan pelayanan kesehatan sangat tergantung pada kesiapan hukum, transportasi dan komunikasi, pelayanan air dan listrik, pekerjaan umum, tim pencarian dan penyelamatan (SAR), dan pelayanan sosial. Pada tingkat internasional, upaya dapat dilakukan melalui kerjasama WHO dengan organisasi internasional lainnya sehingga dapat membantu pemerintah negara-negara yang terkena dampak bencana dan kegawatdaruratan.

Sesi Workshop dilaksanakan pada 12 September 2013 dengan mengangkat tiga tema besar, yaitu: Patient Safety; Comprehensive HIV/AIDS Prevention (Gabriel Culbert, Ph.D – University of Illinois, Chicago, USA); Accesible Home Construction for Patient with Ability Change (Ir. Antony Sihombing, Ph.D – Fakultas Teknik UI); dan Disaster and Emergency Management System (Prof. Gerry FitzGerald – Queensland University of Technology, Australia).

Sedangkan konferensi yang dilaksanakan pada 13 – 14 September 2013 akan dibagi ke dalam 14 topik, yaitu : Fall Risk Prevention, Environment Safety, Emergency Care, Disaster Management, Health Insurance for Care Provider, Safe Food and Nutrition, Restrain Vulnerable Group Patient, Patient and Care Provider Satisfaction in Emergency Health Care System, Child and Women Abuse, Application of Safe Technology for Emergency Health Care, Social and Cultural Base in Nursing Care and Health Care, Safe Patient Transportation System, Communicable Diseases: HIV/AIDS, Tubercolosis, Diarrhea, and other infection, Safety Child and Mother Care.

The International Nursing Conference merupakan konferensi internasional keperawatan yang diselenggarakan oleh FIK UI. Target peserta konferensi adalah orang-orang dengan latar belakang keperawatan dan kesehatan, baik staf pengajar maupun tenaga kesehatan. Diharapkan melalui pertemuan ilmiah ini dapat mendukung pertumbuhan dan pengembangan multidisiplin ilmu untuk meningkatkan keselamatan pasien, tenaga kesehatan, dan lingkungan yang merupakan tanggung jawab nasional dari seluruh lini, baik dari tingkat kementerian kesehatan, palang merah, perguruan tinggi, lembaga sosial masyarakat kesehatan, fasilitas kesehatan, hingga profesional kesehatan. @rls>

Sumber : http://www.lensaindonesia.com/

{module [153]}