Jakarta (Detik.com), Pelayanan keluarga berencana (KB) di rumah sakit tidak mengalami peningkatan berarti dalam lima tahun terakhir. Hasil Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia 2012 memperlihatkan hanya terjadi sedikit peningkatan pelayanan KB di rumah sakit, baik rumah sakit pemerintah maupun swasta, jika dibandingkan dengan hasil SDKI 2007. Untuk itu RS semakin didorong perannya untuk memantapkan program KB.
Salah satu upaya mengapresiasi RS yang dinilai telah memberikan pelayanan KB yang baik adalah dengan memberikan penghargaan. Sehingga Badan Kependudukan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) dan Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (PERSI) memberikan penghargaan kepada RS yang dianggap telah memberikan pelayanan KB terbaik pada 2013 dan diharap bisa menjadi contoh RS lainnya.
Dalam Penghargaan Persi Award IHMA (Indonesia Hospital Management Award) 2013 yang digelar di Plenary Hall, JCC Senayan, Jakarta, Jumat (8/11/2013) malam, RS yang meraih predikat terbaik di kategori Family Planning Project adalah RSUD dr Goeteng, Taroenadibrata Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah.
Dalam keterangan tertulisnya, BKKBN memaparkan PERSI Award – IHMA kategori Hospital Family Planning Project telah diadakan oleh PERSI bekerjasama dengan BKKBN sejak tahun 2009. Penghargaan kategori ini diberikan sebagai bentuk apresiasi sekaligus untuk meningkatkan peran serta rumah sakit dalam upaya untuk meningkatkan akses dan kualitas pelayanan KB di rumah sakit, khususnya pemakaian metode kontrasepsi jangka panjang.
Secara khusus, penghargaan ini bertujuan untuk meningkatkan pelayanan KB pascapersalinan (PP) dan pascakeguguran (PK) terutama MKJP, percepatan pemakaian kontrasepsi bagi ibu PP dan PK sebelum meninggalkan RS secara kafetaria, meningkatkan kualitas dan pelayanan KIE dan KIP/konseling pada ibu PP dan PK, serta memacu kreativitas dan inovasi RS dalam pelayanan KB secara umum dan KB PP PK.
Untuk diketahui pelayanan KB di rumah sakit pemerintah hanya meningkat 0,1 persen dari 4,3 persen menjadi 4,4 persen, ementara di rumah sakit swasta hanya 0,1 persen meningkat dari 2,2 persen menjadi 2,3 persen. Untuk itu perlu upaya untuk meningkatkan akses dan kualitas pelayanan KB di rumah sakit, khususnya metode kontrasepsi jangka panjang. Salah satunya dalam bentuk revitalisasi program KB rumah sakit (PKBRS).
Peningkatan peran rumah sakit pemerintah dan swasta dalam pelayanan KB merupakan salah satu dari strategi revitalisasi program KB nasional dalam upaya menurunkan angka kematian ibu dan bayi yang menjadi goal 4 dan 5 Millennium Development Goals
(MDGs). Angka Kematian Ibu (AKI) di Indonesia saat ini masih tinggi yaitu 359 kematian per 100.000 kelahiran hidup (SDKI 2012). Angka ini masih jauh dari sasaran yaitu 102 kematian per 100.000 kelahiran hidup pada tahun 2015. Padahal, pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan telah mengalami peningkatan dari 73 persen (SDKI 2007) menjadi 83 persen (SDKI 2012) dan persalinan yang dilakukan oleh tenaga kesehatan di fasilitas kesehatan mengalami peningkatan dari 46 persen (SDKI 2007) menjadi 63 persen(SDKI 2012).
(vit/vit)
Sumber : http://health.detik.com/
{module [153]}