Blora (suaramerdeka.com) – Banyaknya penderita HIV/AIDS yang meninggal dunia di Blora disikapi Pemkab dengan mendirikan satu lagi klinik Voluntary Counseling Test (VCT).
Sebelumnya, klinik VCT hanya ada di Rumah Sakit Umum Dr R Soetijono, Blora. Kali ini klinik untuk mendeteksi dini penyakit HIV/AIDS itu ada juga di RSU Dr R Soeprapto, Cepu. Klinik tersebut diresmikan Selasa (3/12).
‘’Silahkan warga datang memeriksakan diri untuk memastikan apakah mengidap HIV/AIDS atau tidak,’’ujar Direktur Utama RSU Dr R Soeprapto, Cepu, Nur Muhammad.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Blora, Henny Indriyanti melalui Kepala Bidang Pencegahan Penanggulangan Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Pemukiman (P2PLP), Lilik Hernanto, menyatakan klinik VCT selama ini terbukti efektif dalam pendeteksian dini penderita HIV/AIDS.
‘’Dengan pemberian obat secara teratur, penderita HIV/AIDS bisa melaksanakan aktivitasnya seperti warga pada umumnya. Daya tahan tubuh mereka menjadi lebih terjaga,’’ tandasnya.
Lilik Hernanto mengungkapkan selama ini warga dengan sukarela memeriksakan diri ke klinik VCT yang ada di RSU Dr R Soetijono, Blora. Di klinik tersebut, warga datang dan memeriksakan diri apakah mengidap HIV/AIDS atau tidak.
Dr Atik Sukandini dari RSU Dr R Soeprapto, Cepu, mengemukakan para penderita penyakit HIV/AIDS bisa menjalani terapi pengobatan untuk meningkatkan pertahanan tubuh.
Terapi tersebut dikenal dengan antiretroviral (ART) dan highly active antiretroviral treatment (HAART). Menurutnya Pemerintah memberikan pengobatan gratis ARV bagi penderita HIV/AIDS.
‘’Pengobatan ARV bagi penderita HIV/AIDS setidaknya menghabiskan biaya puluhan juta rupiah per tahun. Namun pemerintah menggratiskan pengobatan ARV tersebut. Karena itu silahkan dimanfaatkan dengan baik. Periksakan diri ke VCT agar jika positif HIV/AIDS bisa segera ditangani,’’ katanya.
( Abdul Muiz / CN37 / SMNetwork )
Sumber : http://www.suaramerdeka.com/
{module [153]}