Exchange and Study Program on “Universal Health Coverage and Hospital Accreditation Program Realization”
Realisasi Program Akreditasi dan Universal Health Coverage di RS Siriraj
PKMK, Bangkok – RS Siriraj memegang komitmen untuk menjunjung tinggi kualitas layanan kesehatan dalam skema Universal Health Coverage (UHC). Dalam mewujudkan komitmennya, RS Siriraj bekerja sama dengan Health Accreditation Institute (HAI) untuk mengikuti akreditasi rumah sakit. Akreditasi diyakini dapat mendorong RS Siriraj untuk lebih memperhatikan dan senantiasa meningkatkan mutu layanannya. Selain itu, pelaksanaan UHC sendiri juga membawa tantangan di RS Siriraj. Perlu “pendekatan khusus” kepada para staf agar dapat mendukung pelaksanaan program UHC dengan baik sehingga kualitas layanan RS Siriraj tetap terjaga.
Dr. Yuwadee Ketsumphan menyampaikan, standar yang ditetapkan dalam akreditasi rumah sakit diyakini dapat membawa RS Siriraj ke tingkat internasional seperti yang dicita-citakan. Untuk meraihnya, RS Siriraj menerapkan bahwa standar dan tools yang ada, diimplementasikan oleh semua orang di RS. “Semua staf di RS harus paham standar dengan pemahaman yang sama dengan kita,” tutur Dr. Yuwadee. Kesepahaman ini diperlukan karena bisa jadi pihak manajemen sudah mengerti mengenai standar yang digunakan, tetapi staf pada level bawah belum.
Agar semua staf dapat memahami standar yang berlaku, perlu sekali adanya sharing knowledge. Ini dimaksudkan agar semua staf dapat mengembangkan pengetahuannya. Bila pengetahuan sudah berkembang, maka pikiran semua orang akan terbuka terhadap ilmu-ilmu tentang kualitas dan dapat menerapkannya.
RS Siriraj terkenal sebagai RS pemerintah terbesar di Thailand. Staf yang bekerja di RS Siriraj pun sangat banyak. Agar semua pihak di RS Siriraj dapat memahami standar yang berlaku, diterapkanlah sistem linking pin. “Linking pin adalah orang yang berperan sebagai penghubung antara orang yang satu dan yang lain”, terang perempuan yang menjabat sebagai Assistant Dean for Quality Development ini. Misalnya staf A menjadi linking pin bagi staf B, C dan D. Staf B menjadi linking pin bagi staf E, F dan G. Staf C menjadi linking pin bagi staf H, I dan J. Begitu seterusnya hingga semua orang di RS Siriraj saling terhubung satu sama lain. Dengan sistem ini, persebaran pengetahuan dapat dilakukan dengan lebih cepat dan mudah. Persebaran pengetahuan juga dilakukan dengan media komunikasi sosial seperti LINE.
Pada kesempatan berbeda, Dr. Pradit Somprakit memaparkan tentang pelaksanaan skema UHC yang berkualitas di RS Siriraj. Awalnya, skema UHC yang diterapkan di RS Siriraj menyebabkan peningkatan beban kerja bagi para dokter dan perawat. Agar kualitas layanan tetap terjaga, “pendekatan khusus” kepada para staf perlu dilakukan. “Mereka tidak hanya bekerja demi uang. Oleh karena itu, pihak manajemen perlu menyeimbangkan dukungan (reward-Red.) dengan kerja yang sudah mereka lakukan,” terang pria yang menempati posisi Deputy Dean for Finance ini.
Diakui Dr. Pradit, UHC yang dijalankan di RS Siriraj ini memberikan dampak layanan bagi pasien di dalam RS Siriraj maupun di luar RS Siriraj. Adanya UHC menyebabkan efisiensi biaya perawatan yang dibebankan kepada pasien RS Siriraj. Selain itu, adanya subsidi dari RS Siriraj Piyamaharajkarun juga mengakibatkan biaya perawatan pasien menjadi lebih ringan. Akibatnya, RS swasta di sekitar Bangkok menurunkan biaya perawatan pasien. Dengan demikian, pasien-pasien di luar RS Siriraj pun dapat menikmati layanan kesehatan dengan biaya terjangkau.
Oleh: drg. Puti Aulia Rahma, MPH