Pekanbaru (Riauterkini.com) – Pihak RSUD Arifin Ahmad mengaku rugi dengan adanya Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan dari Pemerintah Pusat.
“Ruginya seperti obat pasien misalkan harganya Rp500 ribu, sementara BPJS hanya menanggung Rp200 ribu, yang Rp300 ribunya lagi jadi tanggungan kami,” kata Yulwiriati Moesa, Dirut RSUD Arifin Ahmad di Gedung DPRD Riau, Senin (20/01/14).
Selama adanya BPJS Kesehatan ini, sebutnya, selisih pengeluaran RSUD Arifin Ahmad per bulannya sangat jauh, biasanya Rp3 miliar menjadi Rp6 miliar per bulannya.
“Sistem kerja kami dengan BPJS itu kayak klaim atau asuransi. Kami minta Pemrov Riau untuk memberikan investasinya, baik untuk biaya pengobatan, perawatan dan lainnya,” harapnya.
Di samping itu, sampai saat ini utang BPJS Kesehatan kepada pihak RSUD Arifin Ahmad mencapai Rp2 miliar lebih. Utang itu mencakup segala kebutuhan BPJS Kesehatan.
“Untuk mendukung peningkatan mutu pelayanan Jaminan Kesehatan Nasional, kami sudah siapkan 5 dokter spesialis, yang digaji Rp2 juta per harinya,” tutupnya. ***(ary)
Sumber : http://www.riauterkini.com/sosial.php?arr=69182
{module [153]}