Merdeka.com – Warga Thailad memperoleh jaminan kesehatan sejak mereka dilahirkan. Penduduk mendapatkan 13 angka unik kependudukan untuk seumur hidup. Angka unik ini digunakan untuk aplikasi sekolah, bank, surat izin mengemudi, dan jaminan kesehatan.


“Registrasi kependudukan di Tahiland rapi, ini yang memungkinkan luwesnya pembaruan data pada jaminan kesehatan. Saat seorang pekerja swasta mendadak dipecat dan menganggur, dalam waktu singkat dia dialihkan ke skema Universal Coverage yang dibiayai pajak,” kata Viroj Tangcharoensathien, Senior Advisor-Health Financing Minister of Public Health Thailand seperti dilansir dari jamsosindonesia.com., Jumat, (9/5).

Menurutnya Thailand membuat kebijakan penjaminan kesehatan warganya dimulai pada tahun 1970. Warga rentan dan miskin dijamin kesehatannya oleh negara, biaya kesehatan sektor privat dijamin dengan kontribusi pekerja, pemberi kerja, dan pemerintah. Adapun sektor informal dibayar pemerintah dan pekerja informal.

“Thailand memerlukan waktu panjang untuk itu. Pada tahun 2001 sistem mengalami perombakan, orang miskin, penerima subsidi dari negara dan mereka yang belum terasuransi kesehatannya dilebur kepesertaannya dalam universal coverage,” terang dia.

Kebijakan tersebut akhirnya meningkatkan jaminan kesehatan. Sejak tahun 2002, sebanyak 97 persen warga Tahiland telah tercakup kesehatannya dalam tiga skema yaitu, Civil Servant Medical Benefit Scheme (CSMBS) bagi pekerja di sektor publik, Social Health Insurance (SHI) bagi pekerja swasta, dan Universal Coverage Scheme (UCS) bagi populasi lain.

“Kami juga tidak memungut premi karena sulit diterapkan, terutama bagi yang bekerja di sektor informal. kami yakin pekerja informal, baik yang kaya maupun miskin membayar pajak dalam beragam bentuk. Biaya pengambilan premi bisa jadi jauh lebih tinggi daripada premi itu sendiri nantinya,” pungkas dia.

Sumber: http://www.merdeka.com/peristiwa/kisah

{module [153]}