Telah diselenggarakan sosialisasi tentang fraud dan workshop singkat penyusunan clinical pathway di hotel Santika Medan tanggal 30 Oktober 2014. Kegiatan ini merupakan kerjasama antara BPJS Sibolga, Padangsidempuan, Kabangjahe, dan Gunung Sitoli dengan Pusat Kebijakan dan Manajemen Kesehatan (PKMK) FK-UGM dan Indonesian Healthcare Quality Network (IHQN). Kegiatan ini diberikan untuk peningkatan kualitas rumah sakit yang berada di wilayah Medan. Peserta berjumlah 40 orang yang terdiridari direktur RS dan komite medis dari rumah sakit swasta dan pemerintah yang ada di Medan.
Pada sesi I, dr Hanevi Djasri MARS memaparkan materi tentang jenis-jenis fraud di Indonesia. Sebagai seorang yang ahli dalam kegiatan anti fraud, dr Hanevi menjelaskan materi dengan detail, mulai dari pengenalan jenis fraud yang ada di Indonesia dan membandingkannya dengan di luar negeri; contoh-contoh fraud yang terjadi di RS; cara mencegah, deteksi dan penindakan fraud di rumah sakit; regulasi penindakan fraud di Amerika; menjelaskan pentingnya menghitung cost of care; pedoman pencegahan, deteksi dan penindakan fraud.
Fraud mengancam keuangan maupun mutu pelayanan. Fenomena ini memungkinkan KPK bertindak untuk melawan fraud. Rumah sakit sebagai penyedia layanan kesehatan harus waspada. Rumah sakit dapat melakukan pencegahan, deteksi dan penindakan fraud secara internal dengan cara membentuk tim pencegahan, deteksi dan penindakan fraud yang di SK kan oleh direktur.
Untuk itu, rumah sakit perlu membuat clinical pathway untuk melakukan kendali mutu dan biaya agar tidak terjadi fraud. Tim yang terlibat dalam membuat clinical pathway (CP) adalah Semua dokter spesialis membuat CP, perawat perwakilan, manajemen perwakilan, keuangan perwakilan, rekam medis perwakilan. Pada sesi ke II dr. Hanevi menjelaskan konsep dasar dan manfaat clinical pathway dan langkah-langkah menyusun clinical pathway.
Peserta kemudian dibagi menjadi 5 kelompok yaitu 2 kelompok Ilmu Penyakit Anak, 2 kelompok Obsign, dan 1 kelompok Ilmu Penyakit Paru. Setiap kelompok ditugaskan untuk menentukan topik clinical pathway yang akan disusun. Disepakati untuk menyusun clinical pathways: Eklampsia Ante Partum, Perawatan Berat Badan Lahir Rendah (1500 – 2000 Gram), Demam Berdarah Grade II pada Anak, Secsio Cesarea dan Batuk Darah Masif. Setelah selesai membuat clinical pathway, kegiatan dilanjutkan dengan presentasi clinical pathway oleh masing-maisng perwakilan kelompok. Sosialisasi clinical pathway dan fraud ditutup oleh dr. Hanevi Djasri MARS dengan rencana tindak lanjut bagi peserta untuk mencoba mengaplikasikan clinical pathway di rumah sakit masing-masing (ETH).