deskrip icon  DESKRIPSI

Cara pembayaran dalam pembiayaan pelayanan kesehatan dalam sistem asuransi dapat dibedakan menjadi dua, yaitu “retrospective payment” dan “prospective payment“. “Retrospective payment” merupakan perhitungan pembayaran yang dihitung berdasarkan jumlah pelayanan yang sudah dilakukan (“fee for service“). Kelemahan sistem ini ialah dapat meningkatkan inefisiensi serta terjadinya “moral hazard” dari pihak pemberi pelayanan. Sedangkan pada “prospective payment” kesepakatan besarnya pembayaran ditentukan sebelum pelayanan dilakukan, yaitu dengan “capitation payment“, “global budget” dan “casemix payment“. Kelebihan dari sistem ini diantaranya biaya operiasional yang rendah, serta meningkatkan efisiensi. Kelemahannya antara lain masih lemahnya kemampuan teknis dalam implemantasinya, dan kemungkinan terjadinya fraud.

Perubahan sistem ini, walaupun sudah menjadi keputusan pemerintah yang harus dilaksanakan, namun masih merupakan hal yang dipertentangkan oleh banyak pihak, terutama oleh rumah sakit. Demikian juga dengan manajemen, dokter dan dokter gigi, petugas kesehatan lainnya di rumah sakit swasta Bali masih belum mendapat keterangan yang jelas tentang sistem INA CBG’s. Kompetensi dan pemahaman yang kurang tentang INA CBG’s, adanya perbedaan besaran tarif INA CBG’s dengan tarif rumah sakit serta ketidaktahuan terhadap resiko hukumnya, berpotensi memicu penyalahgunaan dalam pengajuan klaim. Hal ini dapat menjadi penyebab rumah sakit dan atau petugas terkait terjebak dalam kasus-kasus fraud.

Oleh karena itu, dalam modul pertama pelatihan dan pendampingan tentang koding dalam INA CBG’s akan diberikan penjelasan, latar belakang dan prinsip INA CBG’s serta kaitannya dengan resiko terjadinya fraud serta tidak maksimalnya penagihan.

 

  TUJUAN 

Modul 1 bertujuan membuka wawasan baru tentang sistem pembayaran dengan INA CBG’s kepada manajemen, dokter penanggung jawab pelayanan, petugas koding dan petugas klaim di rumah sakit.

Tujuan khusus:

Meningkatkan pemahaman tentang:

  1. Prinsip INA CBG’s
  2. Cara kerja INA-CBG’s
  3. Pencegahan dan penindakan fraud.

 

materi icon  KEGIATAN PEMBELAJARAN

  1. Melakukan Pre-tes
  2. Kegiatan dengan tatap muka mealui presentasi dan diskusi dengan narasumber
  3. Membaca beragam referensi mengenai fraud  yang ada di website selama satu minggu.

 

tatapmuka   KEGIATAN TATAP MUKA: 6 Desember 2014

Sesi 1:  Perkembangan Sistem Pembiayaan Kesehatan, INA-CBG, dan Potensi Fraud.

Pembicara: Prof. Laksono Trisnantoro, MSc, PhD

  Video Rekaman  Materi Presentasi

Deskripsi

Saat ini, sejarah pembiayaan RS Indonesia mengalami perkembangan menarik. Sejak 1 Januari 2014 berjalan kebijakan JKN dengan BPJS sebagai lembaga baru yang berfungsi sebagai pembayar. Dalam hal ini, terjadi perubahan  sistem pembayatan untuk RS dan tenaga kesehatan. Perubahan ini membawa berbagai konsekuensi dalam sistem pelayanan rumah sakit. Sesi ini membahas mengenai perubahan sistem pembiayaan dan dampaknya pada perilaku rumah sakit dan tenaga kesehatan.  Ketika pembiayaan beralih ke BPJS dengan model pembayaran yang bersifat klaim di pelayanan sekunder, terjadilah berbagai ekses negatif termasuk fraud. Di samping itu, kurangnya pengetahuan mengenai INA-CBG dan teknik koding dapat menjadikan penagihan tidak baik dan RS mungkin tidak dapat menerima pembayaran sesuai dengan yang seharusnya.

   Sesi 2: Case-Mix dan INA-CBG

Pembicara: dr. Endang Suparniati, M.Kes

  Video Rekaman  Materi Presentasi

Deskripsi:

Output pelayanan rumah sakit sangat beragam dan heterogen, secara umum dapat dikelompokkan dalam pasien rawat jalan, pasien rawat inap dan tindakan pembedahan. Demikian juga dengan outcome pelayanan rumah sakit sulit untuk diukur karena heterogenitas pasien. Sesi ini akan membahas 2 hal:

  1. INA-CBG
  2. Sistem Case Mix.

Indonesian Case Base Group (INA CBG’s) merupakan turunan dari sistim case-mix yang dibuat dan digunakan khusus untuk Indonesia dengan berbagai pertimbangan dan kebijakan lokal. Di awal penyusunannya disebut INA DRG’s, namun dalam perjalanan waktu, saat ini diberi nama INA CBG’s.

Sistem casemix adalah pengelompokan diagnosis dan prosedur dengan mengacu pada ciri klinis yang mirip/sama dan biaya perawatan yang mirip/sama, pengelompokan dilakukan dengan menggunakan grouper. Dasar pengelompokan dalam INA-CBGs menggunakan sistem kodifikasi dari diagnosis akhir dan tindakan/prosedur yang menjadi output pelayanan, dengan acuan ICD-10 untuk diagnosis dan ICD-9-CM untuk tindakan/prosedur. Pengelompokan menggunakan sistem teknologi informasi berupa Aplikasi INA-CBG.

  Sesi 3: Tarif dan Costing INA-CBG

Pembicara: dr. Endang Suparniati, MKes

  Video Rekaman  Materi Presentasi
  Template Costing RS

download Template Costing RS

Deskripsi:

Sesi ini membahas penghitungan tarif INA CBGs berbasis pada data costing dan data koding rumah sakit. Data costing didapatkan dari rumah sakit terpilih (rumah sakit sampel) representasi dari kelas rumah sakit, jenis rumah sakit maupun kepemilikan rumah sakit (rumah sakit swasta dan pemerintah), meliputi seluruh data biaya yang dikeluarkan oleh rumah sakit, tidak termasuk obat yang sumber pembiayaannya dari program pemerintah (HIV, TB, dan lainnya). Aplikasi INA-CBGs merupakan salah satu perangkat entri data pasien yang digunakan untuk melakukan grouping tarif berdasarkan data yang berasal dari resume medis. Proses entri data pasien ke dalam aplikasi INA-CBGs dilakukan setelah pasien selesai mendapat pelayanan di rumah sakit (setelah pasien pulang dari rumah sakit), data yang diperlukan berasal dari resume medis.

Sesi 4: Membahas tugas-tugas untuk persiapan pertemuan berikutnya, serta teknik menggunakan Blended Learning.

 

  JADWAL ACARA

JAM

MATERI

NARASUMBER

08.00 – 08.30

Registrasi dan pembukaan

Panitia

08.30 – 10.30

Topik:

  • Pre-Tes
  • Perkembangan sistim pembiayaan kesehatan, INA-CBG dan potensi fraud
  • Cara Belajar Blended-Learning.

Peserta:

  1. Direktur RS (10 orang)
  2. Peserta RS (30 orang)
  3. Tim IT RS (10 orang)

Prof Laksono Trisnantoro MSc, PhD

10.30 – 11.00

Coffe break

Setelah break, direktur RS dapat meninggalkan tempat.

Tim IT RS akan menuju ke ruang lain untuk membahas sistem Webinar.

 

11.00 – 13.00

Topik: Case mix dan INA CBG’s

dr. Endang Suparniati, M.Kes

13.00 – 14.00

Ishoma

Panitia

14.00 – 15.30

Tarif dan costing INA CBG

dr. Endang Suparniati, M.Kes

15.30 – 16.00

Plan of Action dan Penutupan

Prof. Laksono Trisnantoro MSc PhD

 

 

tugass  PENUGASAN

  1. Apa keuntungan rumah sakit dengan penggunaan sistem pembayaran INA-CBG’s?
  2. Kendala apa yang mungkin dihadapi oleh rumah sakit ?
  3. Solusi apa yang harus dipersiapkan agar pelayanan rumah sakit tetap berjalan baik dan pengajuan klaim dapat berjalan lancar?
  4. Kumpulkan potensi atau kemungkinan-kemungkinan terjadinya fraud oleh rumah sakit Anda.

File tugas Anda mohon diberi nama dengan kode berikut: YYY – … – M1-Koding-2014

Keterangan:

YYY    = Inisial nama Anda.
…….    = Nama rumah sakit Anda

Contoh:

Maria Magdalena Sari dari Denpasar, maka judul file yang Anda kirimkan bernama MMS-Denpasar-M1-Koding-2014

Tugas Dikirim paling lambat pada tanggal 10 Desember 2014 Pukul 24.00. File dikirim ke email: blkodingpkmkugm@gmail.com


  REFERENSI

  1. Fetter R. Shin Y, Freeman J and Averil R (1980). Case-mix definition by Diagnosis – related Groups. Medical care 18: 1-53.
  2. Permenkes no 27 tahun 2014 tentang petunjuk tehnis tentang sistem INA-CBG’s.
  3. Permenkes no 28 tahun 2014 tentang pedoman pelaksanaan program Jaminan Kesehatan Nasional.

 

Selamat Belajar

dr. Endang Suparniati, M.Kes