Setelah mencermati peristiwa-peristiwa yang terjadi pada tahun 2014, Divisi Manajemen Mutu PKMK FK UGM memprediksi beberapa perkembangan/issue yang terkait dalam manajemen mutu pelayanan kesehatan di Indonesia dan dunia pada tahun 2015, yaitu:
Keterkaitan antara Mutu Pelayanan Kesehatandengan Sistem Jaminan Kesehatan Nasional terutama terkait dengan risiko turunnya mutu pelayanan klinis (clinical care) akibat fraud. Hal ini akan membutuhkan berbagai kegiatan yang merupakan tindak lanjut kegiatan tahun 2014, yaitu: penyusunan Permenkes mengenai Upaya Pencegahan, Deteksi dan Penindakan Fraud dalam JKN; mendorong penyusunan dan pengesahan Pedoman Nasional Praktek Kedokteran (PNPK) dari berbagai organisasi profesi; mendorong penyusunan dan implementasi Clinical Pathway di RS sebagai salah satu upaya efisiensi dan mencegah fraud layanan kesehatan; Blended learning anti fraud bagi Dinkes disamping bagi RS; Realisasi pembentukan lembaga anti fraud di level sarana pelayanan kesehatan, BPJS dan Kemenkes/Dinkes; mendorong penggunaan IT untuk melakukan pencegahan, deteksi, dan penindakan fraud di internal RS dan BPJS; serta membangun kemitraan dengan berbagai pihak untuk mendukung terbentuknya sistem Pencegahan, Deteksi, dan Penindakan Fraud dalam era JKN.
Keterkaitan antara Mutu Pelayanan KIA dengan Kematian Ibu dan Bayi terutama di rumah sakit (termasuk keterkaitan dengan sistem rujukan, PONEK, ketersediaan tenaga dokter spesialis) akan menjadi penting karena akan ada kelanjutan dari progam MDG dan juga akan adanya tuntutan akuntabilitas bagi pemerintahan baru (setelah pemilu) akan adanya program yang efektif menurunkan jumlah kematian ibu dan bayi. Hal ini juga membutuhkan berbagai kegiatan yang merupakan tindak lanjut dari kegiatan tahun 2014, antara lain yaitu: Project AIPMNH tahap II (Project “Permata”); Diskusi bulanan KIA di Provinsi DIY, Pengembangan sistem rujukan KIA di Timika.
Keterkaitan antara Mutu Pelayanan Kesehatan dengan Sistem Kesehatan secara Keseluruhan akan menjadi penting karena semakin disadari bahwa peningkatan mutu pelayanan kesehatan sangat terkait dengan berbagai aspek lain dalam sistem kesehatan yaitu pembiayaan, SDM, pendidikan, pencatatan dan pengolahan data untuk mengambil kebijakan, organisasi profesi, pemerintah dan pemerintah daerah.
Mencermati perkembangan tersebut maka Divisi Manajemen Mutu PKMK FK-UGM meyiapkan kegiatan sebagai berikut:
- Kegiatan Project Konsultasi
- Lanjutan Konsultasi SH dan PML dengan dana dari AusAID (Project “Permata”)
- Konsultasi Penerapan Sistem Rujukan KIA di Timika, Papua
- Konsultasi Penerapan Program Pencegahan, Deteksi dan Penindakan Fraud di RS
- Pelatihan Blended Learning Anti Fraud
- Kegiatan Penelitian
- Monitoring dan Evaluasi dampak BPJS/JKN terhadap mutu pelayanan kesehatan di Indonesia.
- Identifikasi Potensi Fraud dalam JKN
- Dampak akreditasi RS atau implementasi clinical pathway dalam upaya mencegah atau menurunkan fraud dalam layanan kesehatan
- Kegiatan Analisa Kebijakan
- Analisa Kebijakan Kendali Mutu dalam BPJS/JKN
- Analisa Kegiatan Pencegahan, Deteksi dan Penindakan Fraud dalam JKN
- Analisa Kebijakan Implementasi Manual Rujukan KIA