Pengantar
Berbagai penelitian menyebutkan bahwa fraud layanan kesehatan sebagian besar dilaksanakan oleh klinisi, baik secara individu maupun berkelompok seperti di rumah sakit. Berbagai faktor menjadi penyebab munculnya fraud dalam era Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), salah satunya adalah persepsi bahwa tarif INA CBG’s yang terlalu rendah. Persepsi macam ini selain menimbulkan niat untuk melakukan kecurangan, juga menimbulkan niat untuk menurunkan mutu layanan kesehatan. Kondisi ini kadang diperparah dengan adanya “legalisasi” dari manajemen rumah sakit sebagai upaya “menyelamatkan” rumah sakit.
Sebenarnya rumah sakit juga memiliki peran mulai dari upaya pencegahan, deteksi hingga penindakan fraud secara internal. Peran ini diemban baik oleh manajemen dan klinisi. Manajemen berfokus kepada pendekatan-pendekatan yang untuk menunjang pelayanan yang efisien. Klinisi berfokus memberi pelayanan terbaik bagi peserta jaminan. Untuk mendukung perannya, manajemen butuh wawasan dan keterampilan yang baik. Pembelajaran dapat berasal dari mana saja, baik dari teori maupun dari pengalaman rumah sakit lain. Untuk membantu proses belajar, kami sajikan video pengalaman beberapa rumah sakit untuk mencegah dan meminimalisir fraud.
Pengalaman Dr. dr. Fathema Djan Rachmat, Sp.BTKV Dirut RS PELNI – Jakarta
Lean Management
Dalam video yang kami sajikan berikut, Dr. dr. Fathema Djan Rachmat, Sp. BTKV bercerita mengenai lean management sebagai upaya pencegahan fraud. Lean management adalah pendekatan manajemen untuk menghilangkan pemborosan dan menghargai pegawai. Filosofinya adalah memberi pelayanan terbaik dengan harga terrendah. Lean management merupakan sebuah budaya yang melibatkan organisasi.
Bagaimana Dr. Fathema menerapkan lean management sebagai upaya pencecagahan fraud di rumah sakitnya? Simak video berikut: