TINJAU  Kepala Dinas Kesehatan dr HendadiDari Peresmian Puskesmas Inti Dukuhturi – Untuk mewujudkan revitalisasi puskesmas inti Dukuhturi akhirnya membuahkan hasil. Bangunan yang didanai APBD II senilai Rp1,6 milliar itupun kini siap ditempati. Namun, ada tugas berat untuk terus meningkatkan kualitas dan akses pelayanan menuju puskesmas siap persalinan. Hermas Purwadi, Tegal

Setelah sempat ”ngungsi” selama setengah tahun di puskesmas pembantu Pekauman Kulon, pelayanan di Puskesmas Inti Dukuhturi akan kembali ke areal asal Desa Pepedan awal pekan ini. Prosesi peresmian gedung baru dua lantai itu dilakukan langsung Kepala Dinas Kesehatan dokter Hendadi Setiaji Mkes, Kamis (22/1).

Dia berharap dengan gedung yang lebih respretentatif, layanan kesehatan di puskesmas bisa ditingkatkan dari segi mutu atau kualisas hingga akses pelayanan. Tahun ini, pihaknya telah berupaya keras untuk melanjutkan proses pembangunan fisik untuk mendukung layanan Poned. Dukungan APBD II senilai Rp 200 juta nanti diharap bisa merampungkan sisi bangunan di lahan sebelah timur.

”Target kami, bila bangunan fisik untuk layanan Poned bisa kelar pertengahan tahun, berarti layanan Poned atau layanan menangani persalinan normal bisa dilakukan di Puskesmas Inti Dukuhturi,” terang Hendadi. Dia pun berharap agar akses pelayanan dari segi waktu bisa ditingkatkan menjadi 24 jam di puskesmas tersebut.

Sementara itu, Kepala UPTD Puskesmas Inti Dukuhturi drg Titik Lusianty memastikan layanan puskesmas akan kembali ketempat asal Desa Pepedan, Senin (26/1) mendatang. Dia tak menampik butuh perjuangan yang cukup panjang untuk mewujudkan ruang layanan yang respretentatif di Puskesmas Inti Dukuhturi.

”Perjuangan ini dikawal hingga pergantian tiga Camat Dukuhturi dari Fakihurochim, Andi Supriyadi, hingga ke Ellya Hidayah. Juga dukungan pemerintah Desa Pepedan yang senantiasa men-support kami untuk memudahkan penyelesaian puskesmas,” tuturnya.

Dengan format dua lantai, kedepan akan dimaksimalkan untuk lantai bawah untuk pelayanan pasien. Sementara lantai atas untuk mendukung pekerjaan administrasi. Di lantai atas juga tersedia ruang untuk pertemuan rapat.

Dia mengaku, dengan didukung dua dokter umum dan satu dokter gigi, puskesmas inti Dukuhturi siap mengemban tugas pemkab untuk memberikan layanan terbaik bagi masyarakat yang tersebar di 11 desa dari 18 desa.

Dengan adanya kucuran dana APBD II tahun ini sebesar Rp200 juta, diharapkan dapat dimaksimalkan untuk mendukung finishing bangunan layanan Poned. Selain itu akan direalisasikan untuk pemasangan paving dan pagar keliling puskesmas. (*/fat)

Sumber: http://www.radarpekalonganonline.com/60735/lecut-kualitas-dan-akses-pelayanan/