9mar15

Program sister hospital sudah berjalan hampir 5 tahun dan berjalan dengan dinamis. Angka kematian maternal dan neonatal sebagai salah satu indikator program yang dicapai di beberapa Kabupaten berhasil ditekan, namun ada beberapa Kabupaten yang masih berjalan fluktuatif, diantaranya di Timor Tengah Selatan dan Sumba Timur. Bila melihat dari penyebab kematian ibu dan bayi, maka tercatat bahwa penyebab utama kematian seperti perdarahan, hipertensi, infeksi, abortus pada kematian ibu dan pada anak seperti BBLR, asfiksia, infeksi dan lain-lain, sebuah kondisi medis yang sebenarnya dapat dicegah dan diatasi namun audit maternal perinal (AMP) yang dilakukan kurang bermutu baik rekomendasi maupun tindak lanjutnya, sehingga terjadi kematian berulang.

Tingginya angka kematian yang terjadi menuntut usaha yang keras dari semua pihak dalam memainkan perannya sehingga AKI&AKB dapat dicegah. Untuk mendukung penurunan kematian maternal dan neonatal diperlukan penulusaran kematian serta menindaklanjuti rekomendasi yang sudah dibuat dengan audit maternal perinatal. Namun perlu diketahui juga bahwa audit medik bukan merupakan upaya memberikan sanksi melainkan merupakan cara dan alat evaluasi pelayanan medik, untuk menjamin pasien dan masyarakat pengguna, bahwa mutu pelayanan yang tinggi perlu ditegakkan sebagai sasaran yang harus dibina secara terus menerus sehingga diperlukan pendampingan pelaksanaan AMP hingga mengukur respon segera agar dapat memberikan gambaran bagaimana manajemen KIA di Dinkes Kabupaten bekerja.

Hal yang menarik dalam pendampingan ini adalah tidak hanya dilakukan pendampingan pada Kabupaten Sister Hospital namun juga melihatkan wilayah Non SH yakni Kabupaten Manggarai Barat, dimana di wilayah tersebut belum memiliki RSUD sehingga menarik untuk mengetahui bagaimana proses AMP yang dilakukan. Jika melihat data kematian 3 Kabupaten pada tahun 2014 di Sumba Timur terdapat 19 Kematian Ibu dan 84 kematian neonatal, untuk Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) terdapat 23 kematian Ibu dan 78 kematian neonatal sedangkan di Kabupaten Manggarai Barat terdapat 10 kematian maternal dan 48 kematian neonatal.

Hal di atas menjadi dasar akan dilakukannya Pendampingan Audit Maternal Perinatal karena secara umum semua Kabupaten di atas sudah memiliki SK tim AMP, namun perlu diketahui sejauh mana SK tim tersebut berjalan, karena secara umum hasil audit yang dilaksanakan masih terbatas hanya pada rekomendasi sehingga perlu adanya pendampingan perbaikan sistem AMP. Pendampingan akan dilaksanakan secara bertahap, mulai dari tahap I yakni pendampingan AMP termasuk penyusunan rencana perbaikan/respon segera, tahap II yakni evaluasi pelaksanaan perbaikan/respon segera, identifikasi masalah pelaksanaan perbaikan, dan usulan perbaikan pelaksanaan perbaikan/respon segera termasuk lintas sektor hingga Tahap III yakni tahap sosialisasi metode pelaksanaan AMP dan pelaksanaan perbaikan/respon segera.

Tujuan

  1. Mengaktifkan kembali AMP dan Respon tingkat kabupaten,
  2. Mendampingi/ memfasilitasi pelaksanaan audit maternal &perinatal di RSUD
  3. Mendampingi/memantau rekomendasi perbaikan (respon)
  4. Memberikan rekomendasi kebijakan ke pusat dan daerah.
  5. Mengidentifikasi masalah penyebab kematian Ibu dan Bayi kaitannya dengan standar pelayanan KIA.
  6. Sebagai sarana penyegaran konsep audit klinik/medis sebagai proses pembelajaran dan membangun budaya tidak saling menyalahkan (non blame culture)

Indikator Keberhasilan

  1. Berjalannya AMP di Kabupaten
  2. Mengukur respon segera
  3. Dinas Kesehatan Kabupaten dapat memperoleh dokumen hasil identifikasi masalah penyebab kematian ibu dan bayi yang terjadi pada Bulan Januari-Desember tahun 2014
  4. Peserta dapat meningkatkan mutu AMP dan rekomendasi yang dihasilkan
  5. Memahami cara mengintervensi untuk masalah-masalah yang terjadi dalam kasus


  Waktu & Tempat

Timor Tengah Selatan

Tempat : Aula Dinkes Kabupaten
Waktu

  1. Pendampingan awal : 17-18 Februari 2015 (08.30-15.00 Wita)
  2. Pendampingan Lanjutan : Bulan April (Jadwal menyusul)
  3. Tahap Sosialisasi : Bulan Mei (Jadwal menyusul)

[button type=”info” target=”_blank” link=”https://drive.google.com/file/d/0B85Ahc2VdqcdaFV4X2plZWVkWGs/view?usp=” icon=”info-sign”]Laporan Kegiatan[/button] 


Sumba Timur

Tempat : Aula Dinkes Kabupaten
Waktu

  1. Pendampingan awal : 20-21 Februari 2015 (08.30-15.00 Wita)
  2. Pendampingan Lanjutan : Bulan April (jadwal menyusul)
  3. Tahap Sosialisasi : Bulan Mei (jadwal menyusul)

[button type=”info” target=”_blank” link=”https://drive.google.com/file/d/0B85Ahc2VdqcdY2UyTXRyWnZzcms/view?usp=” icon=”info-sign”]Laporan Kegiatan[/button]


Manggarai Barat

Tempat : Aula Dinkes Kabupaten
Waktu

  1. Pendampingan awal : 23-24 Februari 2015 (08.30-15.00 Wita)
  2. Pendampingan Lanjutan : Bulan April (jadwal menyusul)
  3. Tahap Sosialisasi : Bulan Mei (jadwal menyusul)

[button type=”info” target=”_blank” link=”https://drive.google.com/file/d/0B85Ahc2VdqcdUDAycHVTclpBR0U/view?usp=sharing” icon=”info-sign”]Laporan Kegiatan[/button]


PESERTA

Pimpinan/Staf masing-masing Kabupaten berasal dari:

  1. Tim AMP Dinkes Kabupaten (5)
  2. Perwakilan Puskesmas (1 orang)
  3. Tim Ponek RSUD (3 orang)
  4. Perwakilan Bidan Praktek Swasta (2 orang)
  5. Perwakilan IBI, IDI, POGI (2 orang)
  6. Perwakilan dari RS Swasta setempat (2 orang)

Tim terdiri dari:

  1. dr. Rukmono Siswishanto, M.Kes, Sp.OG(K) (Narasumber)
  2. dr.Sri Mulatsih, Sp.A (K) (Narasumber)
  3. Dr. Irene Daviz Kathrene, Sp.A (RSU Yohannes Narasumber)
  4. dr.Hanevi Djasri , MARS (UGM, Narasumber Manajemen)
  5. Dr. Ina Debora (Poltekes, Narasumber Manajemen)
  6. Dr.Sitti Noor Zaenab, M.Kes (UGM, PI Utama)
  7. Meiyeriance Kapitan, Skep.Ns, M.Kep (Poltekes, Co. PI 1)
  8. dr. Yuli Butu (AIPMNH, Co.PI 2)
  9. Andriani Yulianti—Koordinator Pelaksana

JADWAL KEGIATAN

PENDAMPINGAN TAHAP I

Hari I:

Waktu

Kegiatan

Fasilitator

08.30-09.00

Registerasi

Panitia

09:00-09:15

Pembukaan

Dinas Kesehatan Kabupaten

09:15-10:15

Membangun proses Audit Kematian sebagai proses pembelajaran dan non-blame culture

  • Peningkatan Kompetensi Management dan Tim dan Pengkaji

Membangun pengorganisasian AMP di tingkat Kabupaten/Kota

HD dan tim

 

 

SNZ dan tim

10.15-10.30

Break

 

10.30 -12:00

Pembahasan bersama Audit Kematian Ibu

RS dan tim

12:00-13:30

Lunch break

 

13:30-15:00

Pembahasan bersama Audit Kematian Ibu (lanjutan)

RS dan tim

Hari II:

Waktu

Kegiatan

Fasilitator

09:00-12:00

Pembahasan bersama Audit Kematian Bayi

SM dan tim

12:00-13:00

Lunch break

 

13:00-14:00

Penyusunan rangkuman Audit Kematian Ibu dan Bayi

SM dan tim

Biaya

Penyelenggaraan workshop ini dibiayai oleh AIPMNH, yang tertuang dalam RAB kontrak dengan PKMK UGM

Pelaporan

Laporan pelaksanaan kegiatan pertemuan ini akan dibuat oleh PKMK-FK UGM sebagai penanggung jawab kegiatan dengan menyertakan dokumen-dokumen pendukung sesuai dengan ketentuan yang telah disepakati.
Penutup