Manajemen Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kudungga milik Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Pemkab Kutim) terus berupaya memaksimalkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Salah satu upaya yang dilakukan yakni program akreditasi rumah sakit yang saat ini bertipe B. Survey akreditasi versi 2012 oleh KARS (Komisi Akreditasi Rumah Sakit) telah dilaksanakan selama beberapa hari, belum lama ini.
Bupati Ardiansyah Sulaiman saat hadir pada awal kegiatan akreditasi mengatakan segala bentuk perbaikan dilakukan untuk mengantisipasi persoalan yang ada di masyarakat, terkait keinginan dan kenyamanan pelayanan pasien, melalui survey maupun akreditasi sangat baik.
“Karena pada akhirnya kunjungan dan kepuasan pasien atau masyarakatlah yang menjadi tolok ukur (suksesnya pelayanan). Selanjutnya kepuasan itu sangat penting untuk kita garis bawahi,” ujar Ardiansyah di hadapan Direktur RSUD Kudungga, dr Bahrani, Pimpinan SKPD dan unsur FKPD, para dokter, tim medis, karyawan serta tim KARS yang hadir pada saat itu.
Untuk memiliki standar pelayanan umum dan standar pelayanan minimal (SPM) kepada masyarakat diperlukan usaha yang tidak sedikit. Diperlukan dukungan semua pihak dengan dukungan kemampuan serta pemikiran terbaik untuk mewujudkan RSUD Kudunga sebagai tempat pelayanan yang nyaman bagi warga.
Ardiansyah berharap kedepan, RSUD Kudungga menjadi barometer kemajuan fasilitas dan pelayanan kesehatan dimasa datang. Dia mempersilahkan rumah sakit pemerintah ini bersaing dengan rumah sakit swasta di Kutim dalam hal peningkatan kualitas pelayanan.
Kepala RSUD Kudunga, dr Bahrani, sebelumnya menjelaskan, rumah sakit plat merah ini bertype B. Operasional rumah sakit didukung beberapa dokter umum serta 22 dokter spesialis. Hingga saat ini masih ada sebanyak 22 dokter spesialis lainnya yang masih menempuh pendidikan dan dijawalkan lulus 2016.
“Melalui akreditasi ini, bukan nilai yang kita cari tetapi perubahan sikap dalam melayani (pasien). Bagaimana bertindak sesuai dengan prosedur dan pedoman panduan yang telah dibuat. Melayani berdasarkan motto, yaitu kerjakan apa yang kamu tulis dan tulis apa yang kamu kerjakan. Kami yakin bisa meningkatkan mutu, karena keselamatan dan kesehatan pasien menjadi tujuan utama RSUD Sangatta,” jelas Bahrani.
Ia juga berharap seluruh rumah sakit di Kutim dapat memiliki akreditasi, sehingga dapat melakukan program kerja sama dengan rumah sakit pemerintah.
Perlu diketahui setiap lembaga pelayanan kesehatan besar seperti rumah sakit sepatutnya memiliki akreditasi terkait kualitas fasilitas dan pelayanan. KARS merupakan lembaga independen, bersifat fungsional, nonstruktural dan bertanggung jawab kepada Menteri Kesehatan berdasarkan ketentuan peraturan perundang – undangan.
KARS ditunjuk dan berwenang untuk melakukan survei verifikasi hingga pelaksana akreditasi rumah sakit. Dengan pedoman standar pelayanan rumah sakit antara lain, standar prosedur operasional, standar pelayanan medis dan standar asuhan keperawatan.
KARS memiliki misi membimbing serta membantu rumah sakit terkait upaya peningkatan mutu pelayanan dan standar keselamatan pasien melalui akreditasi. KARS menajdi badan akreditasi bertaraf internasional yang diakui oleh lembaga ISQua (International Society Quality in Healthcare) dan masyarakat di tingkat nasional maupun Internasional.
Tim Survey KARS dari Jakarta datang dipimpin dr A Zainal Malik, didampingi dr Purwadi dan Yana Zahara. Tim survey berharap, para dokter RSUD Kudungga bisa memberikan kontribusi positif agar kedepan rumah sakit menjadi lebih baik. Menjadi rumah sakit yang bermutu, melalui kebersamaan dan kompak menjaga komitmen. (*hms7/adv)
Sumber: http://kaltim.tribunnews.com/
{module[153]}