tribunDunia medis sangat terbantu dengan keilmuan di bidang fisika.
Hal tersebut dibuktikan dengan berkumpulnya para pakar Fisika dari berbagai negara di UIN Sunan Kalijaga, belum lama ini.

Mereka bertemu untuk mempresentasikan hasil-hasil penelitian, temuan teknologi fisika, serta metodologi yang berkaitan dengan kesehatan dan penanganan penyembuhan pasien.

Acara South – East ASIAN Congress of Medical Physics yang bertajuk Meningkatkan Kualitas Kesehatan Manusia Melalui Fisika dibuka langsung oleh Rektor UIN Sunan Kalijaga, Prof Dr H Machasin MA.

“Kongres ini bertujuan untuk mengembangkan fisika medis untuk meningkatkan indeks kesehatan masyarakat di dunia. Selain itu juga untuk mencapai kualitas kehidupan manusia yang lebih baik lagi,” jelas Machasin.

Setidaknya ada 13 negara yang ikut andil dalam kongres pengembangan fisika medis yang telah dilangsungkan untuk ke tiga belas kalinya tersebut.

Selain Indonesia hadir juga pakar dari Korea Selatan, Jepang, Australia, Jerman, Malaysia, Thailand, Philipina, Bangladesh, Vietnam, Kamboja, Myanmar, dan sebagainya.

Sementara itu, Ketua Penyelenggara, Dr Freddy Haryanto mengatakan jika forum tersebut menjadi kesempatan yang berharga untuk berbagi ilmu dan temuan terbaru.

Termasuk bagi negara-negara peserta yang ingin semakin memperbaiki derajat kesehatan masyarakat di wilayah negara masing-masing.

“Sejumlah 66 poster dipamerkan dalam kongres ini. Poster tersebut berisi rekayasa gambar medis untuk pendekatan diagnosis melalui komputerisasi radioterapi,” tutur perwakilan dari ITB tersebut.

Ia mengimbuhkan jika hasil kerja dari kongres tersebut, nantinya akan menjadi materi pengembangan akademik di perguruan tinggi peserta kongres.

“Nanti akan dipraktikan untuk meningkatkan pelayanan penanganan pasien di rumah sakit di negara-negara peserta kongres dan akan dibukukan dalam Journal Physics Conference,” jelas Freddy. (tribunjogja.com)

Oleh: Kurniatul Hidayah
Sumber: http://jogja.tribunnews.com/

{module[153]}