Radarjogja.co.id JOGJA– Manajemen RSUP DR Sardjito Jogjakarta terus berbenah. Mereka terus meningkatkan kualitas dan pelayanan. Ini ditempuh untuk menjadi rumah sakit yang berkomitmen mendukung dan melaksanakan akreditasi internasional dalam program Joint Commision International (JCI).

Selama ini di Indonesia terdapat tujuh rumah sakit kelas A yang turut serta melakukan penandatanganan program akreditasi internasional. Program yang ditekankan untuk mencapai taraf internasional dalam pelayanan kesehatan ini merupakan program prioritas Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI.
Direktur Jenderal Bina Upaya Kesehatan Kemenkes Supriyantoro, akreditasi internasional merupakan tantangan bagi rumah sakit di Indonesia. Sebab, banyak masyarakat Indonesia yang mampu secara finansial lebih memilih berobat ke luar negeri.

”Pada 2005 diperkirakan devisa negara yang keluar mencapai Rp 70 triliun untuk pengobatan. Diperkirakan pada 2011 meningkat melebihi angka Rp 100 triliun,” jelas Supriyantoro seusai menghadiri ulang tahun ke-30 RSUP DR Sardjito di Ruang Diklat Lantai 4 kemarin (8/2).
Dijelaskan Supriyantoro, terdapat beberapa komponen yang harus dipenuhi untuk mendapatkan akreditasi tersebut. Di antaranya, perbaikan dalam peningkatan mutu pelayanan, sumber daya manusia, sarana prasarana, dan administrasi.
Dalam perbaikan tersebut, terang dia, nantinya dikelompokan dalam standar manajemen rumah sakit, sasaran keselamatan pasien dan rumah sakit, standar pelayanan yang berfokus pada pasien, dan sasaran pencapaian tujuan pembangunan milenium (millennium development goals/MDGs).
Kemenkes, jelas Supriyantoro, menggunakan JCI sebagai kiblat akreditasi. ”Ini dikarenakan banyak digunakan rumah sakit di luar negeri dan menjadi kepercayaan masyarakat,” tambahnya.
Direktur Utama RSUP DR Sardjito Jogjakarta Prof Budi Mulyono mengatakan, rumah sakit yang dipimpinnya telah menjalankan berbagai langkah untuk menuju pelayanan standar internasional. Di antaranya, menetapkan indikator klinis di setiap SMF dan penetapan indikator.
”Kami selalu melakukan upgrade (memperbarui) sistem mutu dan mindset (pola pikir) budaya kerja pegawai untuk menuju perubahan tata kelola yang lebih sistematis, efektif, dan efisien,” terangnya. Manajemen sudah merancang sejumlah program yang dilaksanakan sepanjang 2012. Budi menjelaskan, sejumlah program tersebut ditekankan pada pengembangan pelayanan.
Ada beberapa pengembangan yang dilaksanakan. Pengembangan itu meliputi  pelayanan rawat jalan terpadu, pelayanan jantung terpadu, pelayanan radiologi, pelayanan radioterapi, dan pelayanan farmasi. ”Kami menganggarkan dana Rp 5 miliar untuk program pengembangan SDM dan mutu pada tahun 2012,” ujar Budi. Dalam puncak ulang tahun RSUP Dr Sardjito, diresmikan paviliun VVIP Amarta. Peresmian dilakukan Supriyantoro.
Budi menerangkan, sepanjang 2012 manajemen RS Sardjito siap membangun sejumlah gedung baru. Gedung tersebut adalah Gedung IRJ (tahap keempat), rehabilitasi Gedung GCU, rehabilitas IRNA 1 Dahlia Selatan, Rehabilitas Auditorium, rehabilitasi IRNA 1 Bougenvil Utara, dan rehabilitasi IRNA I Anggrek Utara. Total dana yang dialokasikan untuk membiayai proyek pembangunan tersebut mencapai Rp 52,850 miliar. Selain itu, manajemen juga akan menambah berbagai fasilitas. Anggaran yang disediakan berjumlah Rp 22 miliar. ”Kita akan alat seperti peralatan medik, alat olahraga, alat perkantoran, bed elevator, chiller, automatic transfer switch,” jelasnya. (*/amd)