Infeksi nosokomial (Hospital Acquired Infection/Nosocomial Infection) adalah infeksi yang didapat dari rumah sakit atau ketika penderita itu dirawat di rumah sakit.
Nosokomial berasal dari kata Yunani nosocomium yang berarti rumah sakit. Jadi kata nosokomial artinya “yang berasal dari rumah sakit”, sementara kata infeksi artinya terkena hama penyakit.
Infeksi ini baru timbul sekurang-kurangnya dalam waktu 3 x 24 jam sejak mulai dirawat, dan bukan infeksi kelanjutan perawatan sebelumnya.
Rumah sakit merupakan tempat yang memudahkan penularan berbagai penyakit infeksi. Infeksi nosokomial banyak terjadi di seluruh dunia dengan kejadian terbanyak di negara miskin dan negara yang sedang berkembang karena penyakit-penyakit infeksi masih menjadi penyebab utamanya.
Suatu penelitian yang dilakukan oleh WHO pada 2006 menunjukkan bahwa sekitar 8,7% dari 55 rumah sakit dari 14 negara di Eropa, Timur tengah, Asia Tenggara dan Pasifik terdapat infeksi nosokomial, khususnya di AsiaTenggara sebanyak l0%.
Di Indonesia yaitu di 10 RSU pendidikan, infeksi nosokomial cukup tinggi yaitu 6-16% dengan rata-rata 9,8% pada 2010. Infeksi nosokomial paling umum terjadi adalah infeksi luka operasi (ILO).
Hasil penelitian terdahulu menunjukkan bahwa angka kejadian ILO pada rumah sakit di Indonesia bervariasi antara 2-18% dari keseluruhan prosedur pembedahan. Salah satunya penelitian yang dilakukan di Wonosobo, Jawa Tengah.
Besarnya angka kesakitan di Kabupaten Wonosobo terus meningkat dari 1996 sebesar 0,9 per 1.000 penduduk menjadi 4,4 per 1.000 penduduk pada 2006. Pada 2007 sebesar 3,31 per 1.000 penduduk, tahun 2008 sebesar 5,33 per 1.000 penduduk, 2009 sebesar 4,48 per 1.000 penduduk, dan pada 2010 sebesar 7,05 per 1.000 penduduk.
Peneliti berminat melakukan penelitian tentang kejadian infeksi nosokomial di RSU milik pemerintah yaitu RSUD Setjonegoro, karena dilihat dari kondisi kesehatan di Kabupaten Wonosobo otomatis akan meningkatkan tingkat kunjungan dan perawatan di pelayanan kesehatan, dan akan berpengaruh juga dengan meningkatnya kejadian infeksi nosokomial.
Kejadian infeksi nosokomial di Rumah Sakit tersebut mengalami peningkatan dari Juli 2009 sampai Desember 2011. Dari hasil data pemeriksaan bakteriologis di setiap bangsal yang diperiksa pada Agustus tahun 2011 oleh bagian sanitarian, RSUD Setjonegoro masih banyak yang belum memenuhi baku mutu, di antaranya angka hitung kuman usap lantai di ruang ICU 2l CFU/m3, ruang cempaka 149 CFU/m3, ruang bougenville 117 CFU/m3, ruang dahlia 124 CFU/m3, ruang hemodialisa 33 CFU/m3, usap AC di ruang ICU 12 CFU/m3, ruang bougenville 28 CFU/m3, ruang dahlia 76 CFU/m3, ruang hemodialisa 108 CFU/m3, usap dinding di ruang dahlia 358 CFU/m3, di ruang ICU 20 CFU/m3, usap linen selimut di ruang bougenville 74 CFU/m3, selimut di ruang cempaka 14 CFU/m3, sprei diruang cempaka 14 CFU/m3, dan angka hitung bakteri udara di ICU e ” 2628 CFU/m3, serta masih banyak bakteri udara yang ditemukan di ruang perawatan seperti bakteri Staphylococcus epidermidis, Staphylococcus saprophyticus, Klebsiella pneumonia, dan Bacillus sp.
Sumber: http://waspada.co.id
{module[153]}