Perusahaan yang memproduksi alat kesehatan (alkes) nasional diminta terus menjaga kualitas. Upaya tersebut berguna untuk menjaga hubungan baik dengan rumah sakit (RS) dan fasilitas kesehatan (faskes) di tanah air.
Menteri Kesehatan Nila Moeloek mengatakan, dengan mutu yang konsisten, kepercayaan pengguna alkes akan semakin meningkat. Dengan demikian, RS dan faskes tak akan melirik produk alkes dari luar negeri. “Kami minta industri menjaga kualitas,” katanya
di Jakarta, Selasa (30/8).
Untuk diketahui, saat ini terdata sebanyak 2.623 alkes dari dalam negeri yang diakui dunia. Peralatan kesehatan produksi anak bangsa ini bahkan memiliki izin edar dan sesuai standar internasional.
Atas dasar itu pula Menkes meminta seluruh RS dan faskes tanah air menggunakan alkes made in Indonesia.
Selain sesuai dengan standar, harga alkes nasional cenderung lebih terjangkau daripada alkes dari luar negeri. Bahkan, alat-alat itu diklaim bisa mengurangi biaya pelayanan kesehatan sebanyak 30 persen karena murah. Kualitas juga disebut Menkes tidak kalah dengan asing.
“Tolong kita mulai beralih menggunakan alat kesehatan dalam negeri,” imbuh Nila.
Jika diperhatikan, eskalasi produksi industri alkes di negeri ini juga menunjukkan hasil signifikan. Pada 2015 misalnya, ada 193 sarana industri alkes yang bertambah menjadi 201 alkes pada pertengahan 2016. Data tersebut menunjukkan bidang usaha ini cukup mendapat animo pelaku bisnis tanah air.
Sekadar info, produk-produk yang banyak dihasilkan meliputi furnitur rumah sakit, alat kesehatan elektomedik dan alat bedah. Sementara itu alkes seperti stetoskop, kateter, kontrasepsi juga memiliki porsi tersendiri yang cukup besar. Namun, promosi tentang kelengkapan produk alat medis dalam negeri masih kurang mendapat perhatian.
Hal itu dibuktikan dengan penggunaan alkes impor yang mendominasi 90 persen permintaan di tanah air. Untuk itu, awareness atau pemahaman pemilik RS dan Faskes mengenai kualitas alkes harus ditingkatkan. Pasalnya, menurut data Kemenkes, alkes produksi lokal bisa memenuhi 44,9 persen kebutuhan RS kelas A. (adn/JPG)
Sumber: http://www.jawapos.com/
{module[153]}