“Selain itu rekam medik juga nampak kolaborasinya,” kata dr. H. Azwan Hakmi Lubis SpA M. Kes, salah seorang pembicara dengan materinya “Kebijakan Rumah Sakit Dalam mendukung Kolaborasi Perawat-Dokter” pada Seminar Sehari Kolaborasi di Institusi Pelayanan Kesehatan di Aula Rumah Sakit Umum Pusat Haji Adam Malik (RSUP HAM) Medan, Rabu (4/7).
Menurut Azwan, dalam berkolaborasi di rumah sakit tidak gampang. “Kolaborasi ini sangat sulit dilakukan, tapi ini harus dilaksanakan untuk meningkatkan mutu pelayanan kesehatan di rumah sakit. Apalagi RSUP HAM ini akan menuju rumah sakit berstandar internasional yang disebut JCI,” ujar Azwan yang juga menjabat Direktur Utama di RSUP HAM.
JCI ini, tambah Azwan, mengutamakan keselamatan pasien dan pelayanan yang berpikir kepada pasien. Oleh karena itu sudah saatnya perawat berkolaborasi dengan semua petugas para medis yang ada di RSUP HAM.
“Memang RSUP HAM ini masih tahap mempersiapkan diri menuju rumah sakit berstandar internasional.
Dia mengingatkan kalau sudah tiba saatnya penilaian, diharapkan seluruh instansi untuk bekerjasama, karena biaya mendatangkan tim penilai ke rumah sakit ini terbilang cukup mahal.
Sehingga apa yang sudah kita persiapkan selama ini tidak sia-sia,” tegasnya.
Sedangkan, Sabarina Sitepu dengan makalahnya berjudul “Kolaborasi Perawat-Dokter di Instalasi Kardiovaskuler RSUP HAM;Perspektif Perawat menambahkan, kolaborasi perawat dan dokter sudah berjalan di instalasi kardiovaskuler RSUP HAM, seluruh perawat dengan baik dapat memahami pengertian kolaborasi perawat dan dokter serta mengaplikasikannya dalam pelayanan keperawatan.