JAKARTA, (PRLM).- Berdasarkan data National Health Care Group International Business Development – Singapore, 50 persen pasien internasional yang berobat di Singapura adalah Warga Negara Indonesia.
Sedangkan, rata-rata jumlah pasien Indonesia yang berobat ke Malaysia adalah 12 ribu orang per tahun, kata Menteri Kesehatan Nafsiah Mboi saat meresmikan Rumah Sakit Umum Bunda Jakarta yang terletak di kawasan Menteng Jakarta, melalui keterangan pers puskom publik Kemenkes, Sabtu (15/9/12).
Banyaknya kunjungan berobat warga Indonesia ke luar negeri menurutnya, merupakan hal yang cukup memprihatinkan.
Dikemukakan, devisa yang keluar seharusnya dapat dimanfaatkan untuk hal-hal lain, seperti meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, untuk memperbaiki kualitas hidup dan kesejahteraan rakyat Indonesia.
Ia menyebutkan, terdapat beberapa tantangan yang harus disikapi di bidang perumah sakitan dalam menghadapi globalisasi pelayanan kesehatan, yaitu banyaknya pasien Indonesia yang berobat ke luar negeri, belum kompetitifnya asuransi dan penyedia pelayanan kesehatan dalam memberikan layanan, dan mutu pelayanan kesehatan Indonesia yang dianggap belum berstandar international.
Lebih lanjut, dijelaskan untuk menyikapi tantangan dalam meningkatkan mutu pelayanan kesehatan dan rumah sakit di Indonesia, Kementerian Kesehatan telah melakukan langkah pembenahan, perbaikan, dan peningkatan mutu pelayanan rumah sakit agar sesuai dengan standar internasional.
Saat ini Kementerian Kesehatan juga telah menetapkan kebijakan Rumah Sakit Indonesia Kelas Dunia dengan standar kelas dunia (world class hospital). Hal tersebut dilakukan untuk meningkatkan daya saing pelayanan kesehatan kita di kawasan Asia Tenggara dan di dunia, menurunkan angka consumption abroad rakyat Indonesia dalam mencari pelayanan kesehatan, dan meningkatkan profesionalisme tenaga kesehatan di Indonesia.
“Dengan derasnya arus globalisasi sekarang ini, Indonesia selalu ditantang dan dituntut untuk terus menerus meningkatkan mutu pelayanan kesehatan secara maksimal. Selain itu, kita juga harus mampu memberikan kepuasan dan kesembuhan kepada seluruh pasien yang dilayani dengan menerapkan efisiensi dan produktifitas dalam manajemen dan pelayanan rumah sakit,” tutupnya.(kominfo/A-108)