Pontianak (rakyat kalbar) – Menteri Kesehatan RI Dr Nafsiah Mboi SpA MPH meresmikan rumah sakit Sultan Syarif Muhammad Al Kadrie (SSMA) Kota Pontianak di Jalan Kom Yos Sudarso, Rabu (24/10). SSMA merupakan rumah sakit tanpa kelas pertama di Kalimantan. Menteri Kesehatan Dr Nafsiah Mboi mengaku bangga atas diresmikannya Rumah Sakit Kota Pontianak itu.
“Meskipun tanpa kelas, pelayanan harus tetap mengedepankan mutu dan kualitas. Pemerintah Kota Pontianak mesti bisa meyakinkan warganya, Rumah Sakit SSMA ini juga tidak kalah dengan rumah sakit lain dalam memberikan pelayanan,” ungkap Menkes Nafsiah kepada wartawan usai meresmikan rumah sakit SSMA, kemarin.
Kebutuhan sumber daya manusia (SDM), Nafsiah menjelaskan, khusus tenaga dokter, tahap sekarang dilakukan kerja sama dulu dengan rumah sakit lainnya. Sambil menunggu 92 dokter melanjutkan pendidikannya menjadi dokter spesialis yang dibiayai Pemkot Pontianak.
“Di Indonesia, rumah sakit tanpa kelas baru ada 44 dan Rumah Sakit Kota Pontianak ini yang ke-45-nya. Saya sangat bangga atas berdirinya RSUD SSMA dengan pelayanan tanpa kelas. Karena rumah sakit tanpa kelas ini jarang sekali ada di Indonesia,” kata Nafsiah.
Nafsiah mengaku pemerintah telah menyalurkan bantuan berupa alat-alat kesehatan seharga Rp 35 miliar di Rumah Sakit Kota Pontianak ini. Nantinya akan diberikan pula bantuan lainnya pada tahun berikutnya. “Saya tidak boleh berjanji, namun akan kami berikan bantuan ke depannya untuk Rumah Sakit Kota Pontianak ini,” jelasnya.
Walikota Pontianak H Sutarmidji SH MHum menjelaskan, pembangunan gedung rumah sakit secara keseluruhan menghabiskan dana Rp 60 miliar. Penataan kawasan rumah sakit nantinya akan diselesaikan pada tahun ini. “Kita mendapat bantuan dari APBN senilai kurang-lebih Rp 24,7 miliar, sisanya dari APBD murni,” jelas Sutarmidji.
Rumah sakit ini mengedepankan pelayanan secara profesional tanpa membedakan kelas-kelas yang ada. “Jadi masyarakat dari kalangan ekonomi lemah pun akan mendapat pelayanan yang sama,” ungkapnya. (dna)