Bogor (Beritasatu.com) – Tiga Pusat Layanan Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) di Kota Bogor, Jawa Barat berhasil meraih dan mengantongi sertifikat “ISO” 9001-2008 dari “Worldwide Quality Assurance (WQA)”.
“Dengan sertifikat ISO untuk tiga Puskesmas ini, total sudah ada enam puskesmas yang memiliki sertifikat ISO pada 2012,” Kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Bogor, Rubaeah, di Bogor, Jumat (21/12).
Ketiga puskesmas yang mendapat sertifikat ISO 9001-2008 adalah Puskesmas Tegal Gundil, Puskesmas Kedung Badak, dan Puskesmas Semplak. Sertifikar ISO 9001-2008 diserahkan oleh Direktur WQA kepada Wali Kota Bogor, Diani Budiarto pada Senin (17/12) lalu.
Menurut Rubaeah, dengan sertifikat ISO tersebut, dapat diartikan pelayanan kesehatan untuk masyarakat di Puskesmas lebih bermutu dan memenuhi standar mutu internasional.
“Kita terus berbenah, meningkatkan layanan kesehatan untuk masyarakat. Saat ini masih ada tiga puskesmas lagi yang sudah lulus audit surveilan tahun pertama untuk sertifikat ISO,” ujarnya.
Lebih lanjut Rubaeah menjelaskan, di lingkungan Dinas Kesehatan Kota Bogor, sejumlah lembaga yang sudah memiliki sertifikat ISO di antaranya, laboratorium kesehatan daerah (Labkesda).
“Labkesda menerima ISO pada 2010 dengan kategori 1725 : 2005 dan saat ini sudah dua kali lulus audir surveilen,” kata Rubaeah.
Menurut Rubaeah, saat ini sedang dilakukan penilaian standarisasi akreditasi puskesmas untuk meningkatkan kualitas layanan kesehatan bagi masyarakat.
Standarisasi puskesmas tersebut sesuai dengan kebijakan Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan juga untuk menerapkan sistem manajemen mutu ISO 9001-2008 sesuai dengan kebijakan Dinas Kesehatan Kota Bogor.
“Hingga 2012 ini pencapaian program layanan kesehatan yang telah terakreditasi ISO sebanyak delapan unit,” katanya.
Rubaeah menambahkan, Pemerintah Kota Bogor melalui Dinas Keseharan melaksanakan penerapan sistem manajemen mutu ISO 9001-2008 di tujuh layanan kesehatan yakni Labkesda, Puskemas Bogor Selatan, Puskesmas Bogor Timut, dan Puskesmas Bogor tengah pada 2011.
“Diharapkan dengan penerapan standarisasi sistem manajemen mutu puskesmas dapat mampu meningkatkan kualiras pelayanan kepada masyarakat,” katanya.