MANOKWARI (cenderawasihpos.com) -Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Manokwari,drg H Sembiring mengakui kekurangan tenaga medis di Puskesmas. Bahkan, ada Puskemas yang hanya terdapat 4 tenaga medis. Sebagian besar kepala Puskesmas yang bergelar dokter ‘’dibajak’’ atau pindah ke Dinas Kesehatan Provinsi Papua Barat.
  

“Saya punya pegawai hampir habis diambil alih oleh Dinas Kesehatan Provinsi (Papua Barat). Kepala puksemas saya (Manokwari) mulai dari Saukorem,Wosi,Sanggeng ditarik semua ke provinsi. Jadi,kami seperti pencetak PNS, setelah jadi, diambil sama provinsi.Hampir semua pegawai di dinas kesehatan provinsi merupakan eks pegawai kesehatan Manokwari,’’ imbuhnya
  Di Manokwari terdapat 24 Puskesmas dan direncanakan tahun 2013 akan dibangun Puskesmas  di Membei. Sebagian besar Puskesmas tersebut dalam kondisi baik dalam pelayanan,namun beberapa diantaranya terkendala kekurangan tenaga medis. ‘’Saya katakan dalam kondisi baik,namun tenaga  kesehatan kini terbatas. Ada Puskesmas yang hanya punya 4 sampai 7 tenaga,’’ ujar Sembiring kepada wartawan di kantornya.
  Ia berharap dengan pemekaran Kabupaten Manokwari Selatan dan Pegunungan Arfak, penataan tenaga kesehatan di Kabupaten Manokwari akan lebih baik lagi. Sebagian besar pegawai kesehatan di Kabupaten Manokwari saat ini berjumlah 700 orang,hampir separohnya sekitar 300 tenaga kesehatan akan dialihkan ke Kabupaten Mansel dan Pegunungan Arfak.
  Sembiring mengatakan, salah satu Puskesmas yang kekurangan tenaga medis yakni di Distrik Tanah Rubuh. Mengatasi hal tersebut,Dinas Kesehatan diback-up dengan bidan PTT (pegawai tidak tetap) untuk melayani masyarakat. ‘’Bidang PTT di Manokwari sekitar 50 orang,’’ tandasnya.
  Pelayanan kesehatan di Puskesmas lanjut Kadiskes,juga terbantu dengan keberadaan dokter PTT. Namun,yang terjadi selama ini,setelah dokter PTT tersebut lolos dalam tes CPNS giliran Provinsi Papua Barat yang bajak.(lm)