Karanganyar (suaramerdeka.com) – Menteri Kesehatan Nafsiah Mboy mengatakan, banyak dokter belum mau mengakui keampuhan obat tradisional. Mereka belum mau memberikan resep obat tradisional.
Padahal sebetulnya obat ini sangat berkhasiat, murah, dan juga akan memberikan pendapatan kepada negeri sendiri.
“Kami menyadari itu. Karena itu Kemenkes berupaya menambah terus pelatihan saintifikasi obat tradisional bagi dokter dan apoteker. Saat
ini baru ada 115 dokter dan 15 apoteker yang sudah memiliki sertifikat itu. Kami akan menambah terus,” kata Menkes.
Dia meresmikan Rumah Riset Jamu Horcus Medicus di Tawangmangu, Karanganyar, di kompleks Balai Besar Penelitian dan Pengembangan
Tanaman Obat dan Obat Tradisional.
Selain itu, dia juga menerima dua sertifikat diakuinya dua jenis obat hipertensi dan asam urat dari Komnas Jamu dan Obat Tradisional.
Dia mengatakan, selama ini dokter lebih percaya obat kimiawi yang semua diimpor dengan biaya sangat mahal dan menguntungkan negara lain.
Padahal jenis obat itu akhirnya memberi efek samping kerusakan ginjal.
“Saat ini seluruh peralatan hemodialisa atau cuci darah di seluruh rumah sakit, selalu penuh. Sebab ginjal sudah banyak rusak disebabkan
terlalu banyak mengonsumsi obat kimiawi. Padahal kalau mau mengonsumsi obat tradisional, jamu, tidak ada efek samping seperti itu,” tegasnya.
Kelemahan obat tradisional selama ini adalah kurangnya pembuktian secara ilmiah, riset dan juga hasil penelitian secaralaboratorium
medis. Karena itulah kemenkes mendorong terus akan Balitbangkes terus memprogramkan riset obat tradisional ini.
( Joko Dwi Hastanto / CN37 / JBSM )
Sumber :www.suaramerdeka.com