Sigli (theglobejournal.com) – Angka kematian terhadap ibu dan anak di Kabupaten Pidie pada tahun 2012 tergolong paling tinggi di Provinsi Aceh, angka kematian tersebut mencapai 18 kasus, hal tersebut disampaikan kata Ketua Bidang Kesejahteraan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Pidie, dr Erika Aboebakar SpOg kepada The Globe Journal, usai kegiatan Bakti Sosial IDI Peduli II di Gampong Cot Laweung, Mutiara Tiga, Rabu, (13/02/2013).


Pada pertemuan dirinya dengan Gubernur Aceh, Zaini Abdullah pada bulan November lalu Banda Aceh, Gubernur meminta angka 18 kasus kematian ibu dan anak di Kabupaten Pidie harus diturunkan, karena menurut Gubernur Aceh  tersebut, angka 18 merupakan angka yang tinggi dibandingkan dengan daerah lain di Aceh.

Sedangkan untuk kelahiran hidup pada tahun 2012 di Kabupaten Pidie mecapai 4.467 orang dan hampir rata-rata mereka berada di daerah yang dekat dengan ruhah sakit.

Erika menambahkan, hal-hal yang menyebabkan angka kematian bagi ibu dan anak dipengaruhi oleh beberapa faktor, sepeti keterlambatan diagnose, keracunan kehamilan, pendarahan.” Tapi semua itu sangat tergantung oleh proses pertolongan yang baik, yaitu segera dibawa kerumah sakit. agar mereka mendapatkan pelayanan yang memedai”,kata Erika

Dalam kegiatan Baksos tersebut, pihaknya juga melakukan memeriksaan terhadap ibu hamil sebanyak 400 orang di Kecamatan tersebut.

“Kami juga memberikan susu dan obat obatan secara gratis kepada para ibu hamil, kegiatan ini dilakukan untuk menurunkan angka kematian ibu dan anak di Kabupaten Pidie”. tambah Erika.

Sumber : http://www.theglobejournal.com/Kesehatan/kematian-ibu-dan-anak-di-pidie-paling-tinggi-di-aceh/index.php