NGAMPRAH (bisnis-jabar.com) — Mayoritas dokter enggan mengabdikan dirinya melayani masyarakat di daerah terpencil di Kabupaten Bandung Barat. Mereka lebih memilih berjubel untuk membuka praktik di wilayah perkotaan.
Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kab Bandung Barat Kemas Muhammad Yunus mengatakan persebaran dokter di Bandung Barat masih belum merata. Mereka lebih memilih praktik di Padalarang, Ngamprah dan Batujajar ketimbang di wilayah Selatan seperti Sindangkerta, Gununghalu, Cipongkor dan Saguling.
“Bisa dilihat jumlah dokter di Kota Bandung, Cimahi dan Kab Bandung. Dokter lebih senang membuka praktik di Bandung, Cimahi atau Kab Bandung karena dianggap lebih menjanjikan dibandingkan di Bandung Barat,” katanya, kepada wartawan, Senin (18/2).
Menurutnya, jumlah dokter di Bandung Barat masih terbatas. Terutama untuk dokter di wilayah Selatan Bandung Barat. Berdasarkan data yang dimilikinya, jumlah dokter tercatat tidak lebih 187 orang.
Meski begitu, dirinya yakin jumlah dokter di lapangan lebih dari itu bahkan mencapai 300 orang. Karena tidak semua dokter terdaftar sebagai anggota IDI.
“Kami ingin membantu pemda untuk mengatur persebaran jumlah dokter agar sampai ke pelosok daerah di Bandung Barat. Penempatan ini kewenangannya ada di Dinas Kesehatan Bandung Barat,” paparnya.(k6/yri)
Sumber : http://www.bisnis-jabar.com/index.php/berita/mayoritas-dokter-ogah-praktik-di-pedalaman