Jakarta (Liputan6.com) : Indonesia bisa mewujudkan rumah sakit 1000 bed tanpa harus membangun rumah sakit baru. Caranya dengan menggabungkan beberapa rumah sakit hingga mencapai 1.000 bed menjadi satu koordinasi.
Dalam acara Dies Natalis Universitas Indonesia ke 63, sejumlah dokter alumnus UI mengutarakan ide-ide bagaimana agar fasilitas kesehatan di Indonesia menjadi lebih baik.
Salah satunya usulan dari Dr. dr Fathema D. Rahmat, SpB BTKV yang memberikan ide rumah sakit 1000 bed dengan cara menggabung beberapa rumah sakit hingga mencapai 1000 bed.
Ide ini menjadi perhatian Menneg BUMN Dahlan Iskan yang menurutnya koordinasi 1000 bed (tempat tidur) adalah ide yang cukup baik, karena bisa membantu memaksimalkan fasilitas dan layanan rumah sakit.
“Beberapa rumah sakit, di bawah satu koordinasi sehingga jumlahnya 1000 bed, begitu jadi tidak harus rumah sakitnya jadi satu,” kata Dahlan Iskan usai acara Dies Natalis Universitas Indonesia ke 63, Salemba, Jakarta, Rabu (27/2/2013).
Sambil duduk di lantai, Dahlan menjelaskan kalau misalnya ada 4 rumah sakit. RS A memiliki 200 bed, RS B 300 bed, RS C 100 bed, RS D 200 bed dan kemudian masing-masing rumah sakit ini berjalan sendiri-sendiri, biayanya akan mahal karena tidak mencapai critical mass.
“Untuk itu, Askes (Asuransi Kesehatan) mengajak rumah sakit ini untuk bergabung dalam satu network yang dikoordinasikan oleh Askes, supaya pengadaan barang-barang apapun bisa jadi satu pengadaaan, sehingga proses ini menjadi lebih murah,” jelasnya.
Dalam hal ini, Dahlan menyebutkan kalau memang idealnya ketika membangun rumah sakit, supaya efisien memang 1000 bed. Namun, karena begitu banyak problem seperti tanah dan biaya jadi ide menggabungkan beberapa rumah sakit ini cukup baik.
“Tentu jika kita bangun rumah sakit, efisiennya adalah 1000 bed. Tapi kan problemnya adalah tanah nggak ada, biaya nggak ada, ya tapi nggak apa-apa, selama rumah sakit itu mau bergabung dalam satu koordinasi,” jelas Dahlan.
Dahlan yang begitu bersemangat ini, menyambut baik ide yang diungkapkan oleh Dr. dr Fathema D. Rahmat, SpB BTKV ini.
“Ini luar biasa dan jika ide ini disetujui, sekitar 3 bulan lagi sudah bisa dilaksanakan,” jelas Dahlan.
Dahlan juga sempat menegaskan kalau masalah ini berbeda dengan penambahan tempat tidur di rumah sakit yang akan dilakukan oleh Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo. Menurutnya, ini barulah ide yang disampaikan kepadanya untuk memaksimalkan program Kartu Jaminan Kesehatan (KJS) dan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS). (Fit/Igw)
oleh : Fitri Syarifah