Jakarta (beritasatu.com) – Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama mengatakan, rumah sakit (RS) swasta setuju dengan pembayaran premi asuransi kesehatan sebesar Rp 23.000 per bulan per orang untuk kelas III.


Premi tersebut akan dikelola oleh PT Askes sehingga dapat memenuhi pembiayaan pengobatan dan perawatan warga miskin peserta Kartu Jakarta Sehat (KJS).

Memang idealnya, lanjut Basuki, untuk memenuhi standar pelayanan RS Swasta, premi yang harus disediakan untuk layanan kesehatan sebesar Rp 50 ribu. Namun, angka tersebut cukup besar harus ditanggung APBD untuk melayani sebanyak 4,7 juta warga miskin yang menjadi target KJS.

“Kalau kita mau penuhin semua standar RS Swasta, KJS bisa jatuh di angka Rp 50.000. Idealnya sih, kita mau Jamkesda besaran segitu. Supaya RS swasta mau kerja sama. Tapi, sekarang kan RS swasta sudah mau kok layanan di kelas III diberikan angka Rp 23.000,” kata pria yang akrab disapa Ahok di Balai Kota DKI, Jakarta, Kamis (28/2).

Besaran premi Rp 23.000 tidak bisa berubah lagi mengingat alokasi anggaran untuk KJS yang telah disetujui DPRD DKI sebesar Rp 1,5 triliun. Anggaran ini dialokasikan pembayaran utang Pemprov pada RS swasta pada 2012, sebesar Rp 300 miliar, dan Rp 1,2 triliun untuk KJS dengan premi Rp 23.000 untuk 4,7 juta jiwa per bulan.

“Ya kita hitung lagi, tetap saja angka yang dipakai Rp 23.000 untuk 4,7 juta jiwa per bulannya. Ini akan kita berikan selama 12 bulan,” ujarnya.

Menurut Ahok, sudah ada kesepakatan dengan Ikatan Rumah Sakit Jakarta Metropolitan (IRSJAM) untuk besaran angka dari KJS tersebut. Tidak hanya itu, Pemprov DKI dan IRSJAM sepakat akan melakukan evaluasi pelayanan kesehatan bagi pasien KJS setiap dua bulan sekali.

Penulis: Lenny Tristia Tambun/RIN

Sumber : http://www.beritasatu.com/megapolitan/99425-rs-swasta-setuju-kartu-sehat-jakarta-rp-23000.html