Solo (suaramerdeka.com) – Keterbatasan tenaga perawat di RSUD Surakarta, mengakibatkan pelayanan kesehatan ke masyarakat kurang optimal. RSUD terpaksa merujuk pasien yang akan menjalani rawat inap ke rumah sakit lain, karena kurangnya tenaga paramedis yang memantau pasien.


“Pasien yang terpaksa dirujuk ke rumah sakit lain cukup banyak. Angka persisnya tidak tahu, tapi puluhan. Hampir tiap hari ada yang dirujuk,” kata Direktur RSUD Sumartono Kardjo.

Dijelaskannya, tenaga perawat di RSUD saat ini hanya ada 16 orang. Tugas mereka dibagi. Empat orang ditempatkan di UGD, lima perawat di poliklinik dan tujuh lainnya bertugas di bangsal rawat inap dengan pembagian waktu kerja tiga shift.

“Jumlah perawatnya 16 orang, padahal tempat tidur pasien ada 100. Jelas tidak sebanding. Perawat rawat inap sudah kami tanya, berapa kemampuan mereka menangani pasien. Jawabannya 20 pasien. Karena itu, jika pasien rawat inap sudah ada 20 orang, pasien ke-21 terpaksa dirujuk ke rumah sakit lain karena perawat sudah tidak mampu memantau intensif,” ungkapnya.

Sumartono mengatakan, fasilitas RSUD sebenarnya cukup bagus. Peralatan medis cukup komplet, namun sayangnya jumlah perawat tidak memadai. Untuk menambah perawat, RSUD tidak mungkin merekrut sebelum pengelolaan RSUD menjadi Badan Layanan Umum Daerah (BLUD). “Solusi untuk mengatasi masalah ini ya dengan pembentukan BLUD. Kami masih menunggu realisasinya,” imbuhnya.

( Irfan Salafudin / CN26 / JBSM )

Sumber : http://www.suaramerdeka.com/v1/index.php/read/news_solo/2013/03/13/148840/Kurang-Perawat-Pasien-RSUD-Solo-Dirujuk-ke-Rumah-Sakit-Lain