(Analisa.com) – Bupati Pasaman, Sumatera Barat, Benny Utama menekankan kepada Ikatan Bidan Indonesia (IBI) di daerah itu untuk bekerja lebih optimal dalam menekan angka kematian ibu dan bayi di daerah itu.


“Sesuai dengan tugas pokok funginya, baik bidan kecamatan, desa, maupun petugas di Pustu menjadi ujung tombak dan tertopang harapan yang besar dalam penyelamatan nyawa masyarakat pada saat persalinan,” ujar Bupatidi Lubuk Sikaping, Rabu.

Bupati mengatakan, meskipun di Pasaman tingkat kematian ibu dan bayi masih tergolong rendah, namun hal tersebut akan terus dapat diminalisasi melalui kinerja yang baik para bidan di setiap pusat kesehatan.

Saat ini, tercatat sebanyak 353 bidan tergabung dalam IBI yang siap menolong masyarakat di 12 Kecamatan di Pasaman dalam persoalan persalinan.

Diantaranya ada yang berupa PTT sebanyak 184 bidan, 157 bidan PNS dan 12 bidan pensiunan yang ditugaskan pada 95 Polindes, 42 Pustu dan 10 Puskesmas non rawatan dan 6 Puskesmas rawatan. 

Bupati menambahkan, di samping penurunan angka kematian ibu dan bayi, para bidan juga dikerahkan untuk dapat mensosialisasikan berbagai program pemerintah lainnya terutama dalam memberitahu masyarakat terhadap pentingnya “hidup sehat hidup bahagia”.

Untuk itu, bidan juga harus mampu memberi pemahaman pada masyarakat tentang pentingnya program KB. Dimana program ini sangat penting sebagai salah cara menurunkan pertumbuhan jumlah penduduk dan angka kelahiran. 

“Ini harus dapat disampaikan, khususnya bagi para ibu usia produktif,” ujarnya. (Ant)

Sumber : http://www.analisadaily.com/news/2013/1475/bupati-bidan-tekan-kematian-ibu-dan-bayi/